Operator Sekolah Wajib Tahu! Begini Cara Membersihkan Residu NISN Sebelum TKA 2026

Operator Sekolah Wajib Tahu! Begini Cara Membersihkan Residu NISN Sebelum TKA 2026

21 Oktober 2026 | 15:56

KebonCinta.com - Operator sekolah perlu segera memeriksa validitas Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) peserta didik menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Data yang belum valid atau masih berstatus residu berpotensi menghambat proses keikutsertaan siswa dalam tes.

Residu NISN merupakan kondisi ketika data peserta didik belum memenuhi ketentuan validasi, misalnya siswa belum mempunyai NISN atau satu NISN digunakan oleh lebih dari satu peserta didik.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen mengarahkan operator sekolah agar terlebih dahulu mengidentifikasi jenis residu. Langkah ini diperlukan karena setiap kasus memiliki mekanisme penyelesaian berbeda.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, perbaikan dapat dilakukan hingga H-7 sebelum pelaksanaan utama TKA. Namun, operator sekolah diimbau tidak menunda pengajuan karena proses persetujuan dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) membutuhkan waktu.

Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026 

Langkah Pertama: Identifikasi Jenis Residu NISN

Sebelum masuk ke proses perbaikan, operator perlu memastikan masalah yang muncul pada data siswa.

Kasus pertama, satu NISN aktif di dua sekolah.

Kondisi ini terjadi ketika satu nomor induk tercatat aktif pada dua satuan pendidikan. Penanganannya dapat diajukan melalui laman Verifikasi dan Validasi Peserta Didik atau VervalPD dengan mengikuti prosedur yang berlaku.

Operator perlu memeriksa data sekolah dan identitas siswa agar perbaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kasus kedua, satu siswa memiliki dua NISN.

Jika seorang siswa tercatat mempunyai dua NISN, penanganannya menggunakan mekanisme merger atau penggabungan NISN. Proses ini harus diajukan melalui prosedur resmi agar data yang dipertahankan dan digabungkan sesuai dengan identitas peserta didik.

Pengenalan jenis kasus sejak awal membantu operator memilih jalur perbaikan yang tepat dan menghindari pengajuan yang tidak sesuai.

Panduan Mengajukan Perbaikan melalui VervalPD

Setelah mengetahui jenis residu, operator sekolah dapat melanjutkan proses perbaikan dengan tahapan berikut.

1. Masuk ke laman VervalPD

Buka sistem VervalPD dan periksa daftar peserta didik yang masih memiliki masalah NISN. Pastikan siswa yang akan diperbaiki sudah teridentifikasi dengan benar.

2. Ajukan perbaikan sesuai kasus

Untuk satu NISN yang tercatat aktif di dua sekolah, ajukan perbaikan melalui mekanisme VervalPD. Adapun kasus satu siswa dengan dua NISN perlu ditangani menggunakan mekanisme merger.

Ikuti instruksi pada sistem dan pastikan informasi yang disampaikan sesuai dengan data pendukung.

3. Tunggu antrean persetujuan Pusdatin

Setelah pengajuan dikirim, operator perlu menunggu proses persetujuan dari Pusdatin. Tahap ini tidak selalu selesai secara langsung sehingga penting untuk mengajukan perbaikan sedini mungkin.

4. Periksa hasil persetujuan

Setelah pengajuan disetujui, jangan langsung menganggap seluruh proses selesai. Operator perlu memastikan data yang diperbaiki telah masuk ke sistem terkait dan status residu sudah berubah.

Jangan Lewatkan Tahap Pembaruan Biodata

Setelah proses perbaikan disetujui, operator sekolah perlu memeriksa apakah perubahan data telah terbaca pada laman TKA.

Mengacu pada petunjuk yang disampaikan Pusmendik, pengecekan dapat dilakukan melalui menu Tools, Data Server Integrasi, kemudian memilih satuan pendidikan yang bersangkutan.

Selanjutnya, operator perlu mengikuti tahapan pembaruan pada menu Rekap dan Laporan, Rekap Residu. Pilih peserta didik yang bersangkutan, kemudian lakukan pembaruan biodata sesuai petunjuk sistem.

Setelah pembaruan dilakukan, penanda residu dapat menjadi bersih secara otomatis apabila perbaikan dan sinkronisasi telah berhasil. Meski demikian, operator tetap perlu memeriksa kembali status akhir peserta untuk memastikan data benar-benar valid.

Mengapa Perbaikan Tidak Boleh Dilakukan Mendekati Hari Tes?

Batas waktu perbaikan hingga H-7 sebelum jadwal utama bukan berarti operator sekolah sebaiknya menunggu sampai periode tersebut.

Pengajuan perbaikan perlu melalui antrean persetujuan. Jika terdapat kendala dokumen, ketidaksesuaian identitas, atau proses sinkronisasi yang belum selesai, operator mungkin membutuhkan waktu tambahan untuk menuntaskannya.

Selain itu, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam panduan tersebut, tidak ada tambahan data baru melalui proses impor atau pendaftaran untuk pelaksanaan utama hingga susulan. Karena itu, validitas data peserta yang sudah tercatat menjadi hal yang perlu diperhatikan sejak awal.

Sekolah sebaiknya melakukan pemeriksaan berkala, menyelesaikan residu sedini mungkin, dan memastikan setiap perubahan telah terbaca pada sistem TKA.

Checklist Operator Sekolah Sebelum TKA 2026

Agar proses pemeriksaan lebih terarah, operator dapat menggunakan daftar berikut:

1. Memeriksa daftar peserta didik yang memiliki residu NISN.

2.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Operator Sekolah TKA 2026 kemendikdasmen residu nisn Tes Kemampuan Akademik

Komentar Pengguna