KebonCinta.com - Susu dikenal sebagai salah satu sumber nutrisi yang mudah ditemukan dan dikonsumsi sehari-hari. Kandungan protein, kalsium, vitamin, serta mineral di dalamnya menjadikan minuman ini kerap menjadi bagian dari pola makan untuk menjaga kesehatan tubuh.
Namun, masih banyak orang yang bertanya-tanya mengenai waktu terbaik untuk mengonsumsinya. Ada yang terbiasa minum susu saat sarapan, sementara sebagian lainnya memilih menjadikannya sebagai minuman sebelum tidur.
Lantas, apakah waktu minum susu benar-benar berpengaruh terhadap manfaat yang diperoleh tubuh?
Mengutip Healthline, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa satu waktu tertentu lebih unggul dibandingkan waktu lainnya untuk mendapatkan seluruh manfaat susu. Waktu konsumsinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi, aktivitas, dan kenyamanan masing-masing orang.
Berikut beberapa waktu yang bisa dipertimbangkan untuk mengonsumsi susu.
Minum susu ketika sarapan, makan siang, atau makan malam dapat menjadi cara sederhana untuk menambah asupan nutrisi harian.
Dalam satu gelas susu sapi utuh berukuran sekitar 240 mililiter, terkandung kurang lebih 149 kalori, 8 gram protein, 8 gram lemak, dan 12 gram karbohidrat.
Susu juga menyediakan sejumlah vitamin dan mineral penting, seperti kalsium, magnesium, kalium, serta vitamin D.
Kalsium berperan dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi. Sementara itu, magnesium dan kalium membantu mendukung fungsi otot, saraf, serta pengaturan tekanan darah.
Menambahkan susu ke dalam menu makan bisa membantu melengkapi kebutuhan gizi, terutama jika asupan nutrisi dari makanan sehari-hari belum mencukupi.
Bagi orang yang rutin berolahraga, susu dapat menjadi salah satu pilihan minuman setelah latihan.
Kandungan protein di dalamnya membantu proses perbaikan dan pembentukan jaringan otot yang mengalami tekanan selama aktivitas fisik. Selain itu, susu juga menyediakan cairan dan sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh setelah berolahraga.
Sebuah penelitian terhadap perempuan muda yang menjalani latihan kekuatan menemukan bahwa konsumsi susu bebas lemak setelah latihan berkaitan dengan peningkatan massa otot dan penurunan lemak tubuh yang lebih besar dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya.
Meski demikian, hasil penelitian tersebut tidak berarti susu secara otomatis membuat berat badan turun atau otot terbentuk. Perubahan komposisi tubuh tetap dipengaruhi oleh keseimbangan kalori, pola makan, intensitas latihan, dan konsistensi aktivitas fisik.
Sebagian orang memilih minum susu menjelang tidur karena dianggap dapat membantu tubuh beristirahat.
Selain menjadi sumber protein, susu juga mengandung sejumlah zat gizi yang dibutuhkan tubuh selama proses pemulihan. Mengonsumsinya pada malam hari dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin memenuhi kebutuhan protein harian, terutama jika asupan dari makanan sebelumnya belum mencukupi.
Namun, belum ada bukti kuat bahwa minum susu sebelum tidur merupakan waktu terbaik bagi semua orang. Jika susu justru membuat perut terasa tidak nyaman atau mengganggu kualitas tidur, sebaiknya pilih waktu konsumsi lain.
Susu juga bisa dinikmati sebagai camilan di sela-sela aktivitas.
Kandungan protein dan lemak di dalamnya dapat membantu memberikan rasa kenyang. Hal ini menjadikan susu sebagai alternatif camilan dibandingkan minuman yang tinggi gula tetapi rendah zat gizi.
Agar lebih seimbang, susu dapat dipadukan dengan buah, oatmeal, atau makanan sumber serat lainnya. Kombinasi tersebut bisa menjadi pilihan ketika kamu membutuhkan tambahan energi di antara waktu makan.
Jawabannya bergantung pada kebutuhan masing-masing orang. Jika ingin melengkapi asupan nutrisi, susu bisa dikonsumsi bersama makanan. Jika ingin mendukung pemulihan setelah latihan, susu dapat menjadi pilihan setelah berolahraga.
Sementara itu, tidak ada kewajiban untuk meminumnya pada pagi atau malam hari. Hal terpenting adalah memperhatikan jumlah konsumsi, memilih jenis susu yang sesuai, serta memastikan tubuh dapat mencernanya dengan baik.
Dengan memahami kebutuhan tubuh, susu dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang tanpa harus terpaku pada jam tertentu.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir