Pendidikan
M. Panji Maulana

Panduan Administrasi BK Sekolah 2026/2027: Program Tahunan, Asesmen Kebutuhan Siswa, dan Contoh Format

Panduan Administrasi BK Sekolah 2026/2027: Program Tahunan, Asesmen Kebutuhan Siswa, dan Contoh Format

31 Oktober 2026 | 15:37

KebonCinta.com – Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan bagian penting dari layanan pendidikan yang bertujuan membantu peserta didik mengembangkan potensi, memahami diri sendiri, membangun hubungan sosial yang sehat, menghadapi kesulitan belajar, serta merencanakan masa depan.

Namun, dalam praktiknya, layanan BK terkadang masih dipahami sebagai tempat menangani siswa yang melanggar tata tertib. Akibatnya, guru BK lebih sering dikaitkan dengan pemanggilan siswa, pencatatan pelanggaran, atau pemberian nasihat setelah terjadi masalah.

Padahal, ruang lingkup BK jauh lebih luas.

Layanan BK juga mencakup upaya pencegahan, pengembangan keterampilan, pendampingan pengambilan keputusan, serta penciptaan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik.

Sebagai contoh, sebuah SMP mempunyai 300 siswa yang tersebar dalam beberapa rombongan belajar. Hasil pemetaan awal menunjukkan sebagian siswa membutuhkan dukungan dalam mengatur waktu belajar, membangun komunikasi dengan teman, mengembangkan kepercayaan diri, dan memahami pilihan pendidikan lanjutan.

Apabila guru BK hanya menunggu siswa datang dengan masalah, berbagai kebutuhan tersebut mungkin tidak mendapatkan pelayanan secara terencana.

Sebaliknya, melalui asesmen kebutuhan, program tahunan, jadwal layanan, dan evaluasi, sekolah dapat memberikan dukungan yang lebih sistematis.

Pada tahun ajaran 2026/2027, penyelenggaraan BK perlu memperhatikan Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah serta Panduan Implementasi Bimbingan dan Konseling untuk Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah yang diterbitkan pemerintah pada 2022.

Kedua dokumen tersebut menjadi rujukan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi layanan BK sesuai karakteristik peserta didik.

Apa Itu Administrasi BK Sekolah?

Administrasi BK merupakan rangkaian kegiatan pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan layanan bimbingan serta konseling.

Tujuannya adalah memastikan layanan diselenggarakan berdasarkan kebutuhan siswa, memiliki sasaran yang jelas, dan dapat dievaluasi secara bertanggung jawab.

Administrasi BK dapat mencakup dokumen program, asesmen, jadwal, rencana layanan, jurnal pelaksanaan, serta laporan hasil evaluasi.

Namun, tidak seluruh dokumen dapat diperlakukan sebagai arsip biasa.

Catatan konseling individual dapat memuat informasi sensitif mengenai kehidupan pribadi, hubungan keluarga, pengalaman emosional, maupun persoalan yang disampaikan siswa secara rahasia.

Oleh karena itu, pengelolaan administrasi BK harus membedakan dokumen program yang dapat dibagikan kepada pihak terkait dengan catatan individual yang membutuhkan perlindungan khusus.

Dasar Hukum dan Pedoman Administrasi BK Tahun 2026

1. Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014

Peraturan ini mengatur penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling pada pendidikan dasar dan menengah.

BK diberikan untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik secara optimal, termasuk aspek pribadi, sosial, belajar, dan karier.

Pasal 10 mengatur rasio satu konselor atau guru BK melayani 150 konseli atau peserta didik pada jenjang SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK.

Rasio tersebut merupakan ketentuan penyelenggaraan layanan, bukan batas maksimal siswa yang boleh meminta bantuan atau alasan menolak layanan kepada siswa lainnya.

2. Panduan Implementasi BK Tahun 2022

Panduan resmi Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan menjelaskan prinsip, strategi, serta contoh perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi BK.

Panduan ini membahas layanan dasar, peminatan dan perencanaan individual, layanan responsif, serta dukungan sistem.

3. Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025

Peraturan tentang Standar Pengelolaan menjadi rujukan dalam menghubungkan program BK dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pendidikan di sekolah.

4. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi

Catatan layanan BK yang memuat informasi pribadi siswa harus dikelola secara aman.

Informasi tentang kondisi kesehatan, pengalaman pribadi, atau hal sensitif lainnya memerlukan perlindungan yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Sekolah harus membatasi akses berdasarkan kebutuhan dan kewenangan.

Empat Bidang Layanan BK yang Perlu Dipahami

Pelayanan BK mencakup empat bidang perkembangan utama.

Bidang Pribadi

Membantu siswa memahami potensi diri, mengenali emosi, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan kemampuan mengambil keputusan.

Bidang Sosial

Mendukung keterampilan komunikasi, kerja sama, empati, penyelesaian konflik, serta hubungan yang sehat dengan orang lain.

Bidang Belajar

Membantu siswa mengembangkan kebiasaan belajar, mengatur waktu, memahami hambatan belajar, dan membangun strategi pembelajaran.

Bidang Karier

Mendukung pengenalan minat, potensi, pilihan pendidikan lanjutan, serta perencanaan masa depan sesuai tahap perkembangan siswa.

Keempat bidang tersebut dapat saling berkaitan.

Misalnya, siswa yang mengalami kesulitan belajar mungkin juga membutuhkan dukungan dalam mengelola emosi atau berkomunikasi dengan guru.

Karena itu, layanan BK perlu melihat kebutuhan peserta didik secara menyeluruh.

Empat Komponen Program BK

Selain empat bidang layanan, guru BK perlu memahami empat komponen penyelenggaraan program.

KomponenTujuan utamaContoh kegiatan
Layanan dasarMengembangkan kompetensi dan keterampilan seluruh siswaBimbingan klasikal tentang strategi belajar
Peminatan dan perencanaan individualMembantu perencanaan perkembangan diriPendampingan pilihan pendidikan lanjutan
Layanan responsifMerespons kebutuhan yang memerlukan bantuanKonseling individual sesuai kebutuhan
Dukungan sistemMendukung mutu penyelenggaraan BKKolaborasi guru, orang tua, dan pengembangan kompetensi

Keempat komponen tersebut tidak boleh disamakan dengan empat bidang perkembangan.

Sebagai contoh, layanan dasar dapat membahas bidang pribadi, sosial, belajar, maupun karier.

Langkah 1: Melakukan Asesmen Kebutuhan Siswa

Penyusunan program BK sebaiknya dimulai dengan pemetaan kebutuhan peserta didik.

Guru BK dapat menggunakan angket, observasi, wawancara, diskusi dengan guru, serta informasi pendidikan yang relevan dan diperoleh secara sah.

Asesmen bertujuan memahami kebutuhan, bukan memberi label negatif atau diagnosis kepada siswa.

Contoh Angket Kebutuhan BK

ANGKET PEMETAAN KEBUTUHAN LAYANAN BK

Nama Sekolah: ....................................

Kelas: ....................................

Periode: ....................................

Petunjuk: Berikan tanggapan sesuai pengalaman belajar dan kebutuhan pendampingan. Angket ini bukan ujian dan tidak digunakan untuk menghukum siswa.

Pilihan jawaban: Sangat Membutuhkan, Membutuhkan, Belum Membutuhkan.

No.PernyataanBidang
1Saya ingin belajar mengatur waktu dengan lebih baikBelajar
2Saya ingin lebih percaya diri menyampaikan pendapatPribadi
3Saya ingin memahami cara menyelesaikan konflik dengan temanSosial
4Saya ingin mengetahui pilihan pendidikan setelah lulusKarier
5Saya membutuhkan strategi menghadapi tekanan tugas sekolahPribadi dan belajar
6Saya ingin meningkatkan keterampilan bekerja samaSosial

Penggunaan identitas siswa pada angket perlu disesuaikan dengan tujuan dan tingkat kerahasiaan yang diperlukan.

Untuk pemetaan program umum, angket anonim dapat dipertimbangkan apabila tidak diperlukan tindak lanjut individual.

Jika angket memuat pertanyaan sensitif, guru harus memastikan metode, tujuan, penyimpanan, dan prosedur tindak lanjut sesuai kompetensi serta perlindungan siswa.

Langkah 2: Mengolah Hasil Asesmen Kebutuhan

Setelah angket dikumpulkan, guru BK dapat menghitung jumlah siswa yang memilih setiap kebutuhan.

Sebagai contoh, 100 siswa mengikuti pemetaan kebutuhan.

Hasilnya sebagai berikut.

REKAP HASIL ASESMEN BK (SIMULASI)

KebutuhanJumlah siswaPersentase
Manajemen waktu belajar6565%
Kepercayaan diri5050%
Komunikasi pertemanan4545%
Perencanaan pendidikan lanjutan6060%
Strategi menghadapi tekanan belajar4040%

Setiap siswa dapat memilih lebih dari satu kebutuhan. Karena itu, jumlah persentase pada tabel tidak harus sama dengan 100 persen.

Data tersebut merupakan simulasi.

Dari hasil tersebut, guru BK dapat mempertimbangkan manajemen waktu belajar dan perencanaan pendidikan lanjutan sebagai tema layanan dasar prioritas.

Namun, kebutuhan yang dialami lebih sedikit siswa tidak boleh otomatis diabaikan, terutama jika berkaitan dengan keselamatan atau kebutuhan responsif yang mendesak.

Langkah 3: Menentukan Prioritas Program BK

Prioritas ditetapkan berdasarkan hasil asesmen, tahap perkembangan siswa, kebutuhan sekolah, dan urgensi pelayanan.

Pengelola dapat membedakan kebutuhan program untuk seluruh siswa dengan kebutuhan yang memerlukan pendampingan individual.

Sebagai contoh, banyak siswa mengalami kesulitan mengelola waktu belajar.

Guru BK dapat merancang bimbingan klasikal mengenai strategi membuat jadwal belajar dan menentukan prioritas.

Sementara itu, siswa yang meminta pendampingan individual dapat memperoleh layanan sesuai kebutuhan dan kewenangan guru BK.

Sekolah tidak sebaiknya menunggu hasil angket tahunan apabila muncul persoalan keselamatan yang memerlukan penanganan segera.

Langkah 4: Membuat Program Tahunan BK

Program tahunan merupakan rencana umum penyelenggaraan layanan selama satu tahun ajaran.

Contoh Program Tahunan BK 2026/2027

PROGRAM TAHUNAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Tahun Ajaran: 2026/2027

Guru BK: ....................................

Sasaran: Peserta didik kelas VII, VIII, dan IX.

PeriodeFokus programKomponen
Juli–Agustus 2026Pemetaan kebutuhan dan adaptasi sekolahLayanan dasar, dukungan sistem
September–Oktober 2026Kebiasaan belajar dan pengelolaan waktuLayanan dasar
November–Desember 2026Komunikasi dan hubungan sosialLayanan dasar, responsif sesuai kebutuhan
Januari–Februari 2027Penguatan potensi dan perencanaan diriPerencanaan individual
Maret–April 2027Pilihan pendidikan lanjutanPeminatan dan perencanaan individual
Mei–Juni 2027Evaluasi, tindak lanjut, dan laporanSeluruh komponen sesuai kebutuhan

Jadwal tersebut merupakan contoh internal.

Layanan responsif tetap tersedia ketika dibutuhkan dan tidak hanya diberikan pada bulan tertentu.

Langkah 5: Menyusun Program Semester BK

Program semester merupakan penjabaran program tahunan menjadi kegiatan yang lebih operasional.

Dokumen dapat memuat nama layanan, tujuan, sasaran, bidang, komponen, metode, waktu, serta indikator evaluasi.

Contoh Program Semester Ganjil

PROGRAM SEMESTER BK

Nama Sekolah: ....................................

Semester: Ganjil 2026/2027

Kegiatan 1

Tema: Mengenal Lingkungan Belajar Baru

Sasaran: Kelas VII

Bidang: Pribadi dan sosial

Komponen: Layanan dasar

Metode: Bimbingan klasikal dan diskusi

Indikator: Siswa dapat mengidentifikasi sumber bantuan yang tersedia di sekolah.

Kegiatan 2

Tema: Manajemen Waktu Belajar

Sasaran: Kelas VII dan VIII

Bidang: Belajar

Komponen: Layanan dasar

Indikator: Siswa mampu menyusun contoh rencana belajar yang realistis.

Kegiatan 3

Tema: Komunikasi dan Pertemanan Sehat

Sasaran: Kelas VIII

Bidang: Sosial

Komponen: Layanan dasar

Indikator: Siswa dapat menjelaskan cara berkomunikasi secara saling menghormati.

Kegiatan 4

Tema: Mengenali Potensi dan Minat

Sasaran: Kelas IX

Bidang: Pribadi dan karier

Komponen: Peminatan dan perencanaan individual

Indikator: Siswa mampu mengidentifikasi beberapa pilihan pendidikan lanjutan yang relevan.

Kegiatan dapat disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan dan kalender sekolah.

Langkah 6: Membuat Rencana Pelaksanaan Layanan BK

Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) membantu guru BK menyiapkan kegiatan secara sistematis.

RPL berbeda dari RPP atau modul ajar mata pelajaran, meskipun keduanya mempunyai unsur perencanaan yang dapat saling menyerupai.

Contoh RPL BK

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BK

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Tahun Ajaran: 2026/2027

Kelas: VII

Tema: Manajemen Waktu Belajar

Bidang: Belajar

Komponen: Layanan dasar

Strategi: Bimbingan klasikal

Alokasi Waktu: 1 pertemuan sesuai jadwal sekolah.

Tujuan Layanan

Peserta didik mampu mengidentifikasi kegiatan harian yang perlu diprioritaskan serta menyusun rencana belajar sederhana.

Materi

Pengertian prioritas, pembagian waktu, kebiasaan belajar, dan waktu istirahat.

Langkah Pembukaan

Guru BK mengajak siswa mengidentifikasi kegiatan harian yang sering dilakukan.

Kegiatan Inti

Siswa mendiskusikan contoh jadwal, membedakan kegiatan penting dan mendesak, kemudian menyusun rencana belajar yang realistis.

Penutup

Siswa melakukan refleksi tentang perubahan kecil yang ingin dicoba.

Evaluasi Proses

Memeriksa partisipasi dan keterlibatan siswa sesuai kegiatan.

Evaluasi Hasil

Menilai kemampuan siswa menyusun rencana sederhana berdasarkan kriteria kegiatan, bukan berdasarkan informasi pribadi yang tidak relevan.

Tindak Lanjut

Memberikan dukungan tambahan bagi siswa yang membutuhkan pendampingan.

Format tersebut merupakan contoh operasional. Pelaksanaan perlu disesuaikan dengan karakteristik siswa.

Langkah 7: Membuat Jadwal Pelayanan BK

Jadwal diperlukan agar layanan terkoordinasi dengan kegiatan pembelajaran.

Namun, guru BK perlu menyediakan mekanisme layanan responsif ketika terdapat kebutuhan yang mendesak.

Contoh jadwal operasional:

HariKegiatan utama
SeninBimbingan klasikal sesuai jadwal
SelasaKonsultasi dan layanan individual terjadwal
RabuLayanan kelompok sesuai kebutuhan
KamisKolaborasi dengan wali kelas dan guru
JumatEvaluasi program dan administrasi

Jadwal tersebut hanya ilustrasi dan bukan pembagian hari yang diwajibkan nasional.

Isi layanan individual tidak boleh ditampilkan pada jadwal publik dengan mencantumkan persoalan pribadi siswa.

Langkah 8: Membuat Buku Jurnal Layanan BK

Jurnal layanan digunakan untuk mencatat kegiatan yang benar-benar dilaksanakan.

Contoh Jurnal Layanan

JURNAL KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Nama Sekolah: ....................................

Guru BK: ....................................

Periode: ....................................

TanggalJenis LayananSasaranTema UmumStatus
03/08/2026Bimbingan klasikalVII-AAdaptasi sekolahTerlaksana
10/08/2026Bimbingan klasikalVII-BKebiasaan belajarTerlaksana
12/08/2026KonsultasiTerbatasTidak dicantumkan secara terbukaTerlaksana

Jurnal umum cukup mencatat informasi administratif yang diperlukan.

Detail masalah, pernyataan siswa, dan catatan sesi konseling tidak boleh dimasukkan ke jurnal bersama yang dapat diakses banyak pihak.

Baca Juga: Panduan Menyusun RKS, RKJM, dan RKT Sekolah, Lengkap dengan Contoh Format dan Evaluasi Program

Langkah 9: Membuat Register Layanan Konseling Individual

Layanan konseling individual membutuhkan pencatatan administratif dan dokumentasi profesional yang sesuai.

Dokumen tersebut harus dikelola dengan sangat hati-hati karena dapat memuat informasi sensitif mengenai siswa.

Contoh Register Administratif Terbatas

REGISTER LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL

Nomor Layanan: ....................................

Kode Konseli: ....................................

Tanggal Layanan: ....................................

Guru BK/Konselor: ....................................

Jenis Layanan: Konseling Individual

Status: Terlaksana / Dijadwalkan Ulang / Memerlukan Tindak Lanjut

Tanggal Tindak Lanjut jika Ada: ....................................

Lokasi Penyimpanan Catatan Profesional: ....................................

Akses: Terbatas bagi pihak berwenang.

Register tersebut tidak memuat kronologi pribadi atau isi pembicaraan konseling.

Catatan sesi profesional disimpan secara terpisah dengan akses terbatas.

Guru BK perlu menerangkan kerahasiaan layanan dan batas-batasnya kepada siswa, termasuk keadaan ketika pengungkapan informasi tertentu diperlukan demi perlindungan keselamatan atau kewajiban hukum.

Kerahasiaan bukan berarti menutup informasi mengenai ancaman serius terhadap keselamatan anak dari mekanisme perlindungan yang semestinya.

Langkah 10: Mengembangkan Layanan Responsif

Layanan responsif diberikan untuk membantu kebutuhan yang memerlukan penanganan lebih cepat.

Contohnya siswa yang meminta bantuan menghadapi konflik pertemanan, tekanan belajar, atau persoalan penyesuaian diri.

Langkah awal dapat meliputi penerimaan permintaan bantuan, pemeriksaan kebutuhan, penentuan layanan yang sesuai, dan tindak lanjut.

Apabila terdapat indikasi risiko serius, kekerasan, atau masalah yang membutuhkan layanan di luar kompetensi guru BK, sekolah perlu menjalankan prosedur perlindungan dan rujukan kepada profesional atau instansi yang berwenang.

Guru BK tidak sebaiknya memberikan diagnosis medis atau psikologis apabila tidak memiliki kewenangan profesional untuk melakukannya.

Demikian pula, siswa tidak boleh dipaksa menceritakan pengalaman pribadi di hadapan teman sekelas.

Baca Juga: PISA 2025 Ungkap 24 Persen Siswa Indonesia Alami Perundungan, Lebih Tinggi dari Rata-Rata OECD

Langkah 11: Menyusun Administrasi Kolaborasi BK

Keberhasilan program BK membutuhkan kerja sama antara guru BK, kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, dan mitra profesional sesuai kebutuhan.

Namun, kolaborasi tidak berarti seluruh informasi pribadi siswa harus dibagikan.

Dalam koordinasi kegiatan, guru BK dapat menyampaikan kebutuhan dukungan yang relevan tanpa mengungkap detail sesi konseling yang tidak diperlukan.

Contoh Formulir Koordinasi

FORMULIR KOORDINASI LAYANAN BK

Nomor Koordinasi: ....................................

Tanggal: ....................................

Pihak yang Berkoordinasi: ....................................

Tujuan: ....................................

Topik Umum: ....................................

Dukungan yang Dibutuhkan: ....................................

Tindak Lanjut: ....................................

Penanggung Jawab: ....................................

Batas Penyelesaian: ....................................

Informasi Rahasia: Disimpan terpisah jika diperlukan dan dibagikan hanya sesuai dasar yang sah.

Langkah 12: Melaksanakan Evaluasi Program BK

Evaluasi program perlu membedakan hasil pelaksanaan kegiatan dengan perubahan atau manfaat yang dialami siswa.

Misalnya, guru BK merencanakan 20 sesi bimbingan klasikal selama satu semester.

Sebanyak 18 sesi terlaksana, sedangkan dua sesi dijadwalkan ulang.

Persentase keterlaksanaan:

18 ÷ 20 × 100% = 90%.

Angka tersebut menunjukkan keterlaksanaan layanan yang direncanakan, tetapi tidak otomatis berarti 90 persen masalah siswa telah terselesaikan.

Untuk mengevaluasi kualitas layanan, guru BK dapat menggunakan refleksi peserta, penilaian ketercapaian tujuan, observasi yang relevan, serta evaluasi tindak lanjut.

Penilaian harus berfokus pada perkembangan dan manfaat, bukan hanya jumlah siswa yang pernah mengikuti layanan.

Langkah 13: Membuat Laporan Bulanan BK

Laporan bulanan dapat membantu guru BK memantau kegiatan dan menyampaikan informasi program kepada kepala sekolah.

Contoh Laporan Bulanan

LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN BK

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Periode: Oktober 2026

Guru BK: ....................................

Jenis kegiatanDirencanakanTerlaksana
Bimbingan klasikal87
Bimbingan kelompok33
Kegiatan perencanaan individual44
Kolaborasi dan dukungan sistem32
Total1816

Persentase keterlaksanaan kegiatan terjadwal:

16 ÷ 18 × 100% = 88,89%.

Layanan responsif yang muncul sesuai kebutuhan selama periode tersebut dapat dicatat dalam rekap tersendiri dengan tetap melindungi kerahasiaan konseli.

Hasil Evaluasi: Sebagian besar kegiatan terjadwal terlaksana. Dua kegiatan membutuhkan penjadwalan ulang.

Rekomendasi: Meningkatkan koordinasi jadwal dengan guru dan wali kelas serta meninjau kebutuhan layanan berikutnya.

Data tersebut merupakan simulasi.

Laporan kepada kepala sekolah dapat menyampaikan capaian program, kebutuhan dukungan, kendala, dan rekomendasi tanpa membuka detail pribadi konseli yang tidak diperlukan.

Langkah 14: Membuat Laporan Tahunan BK

Laporan tahunan memberikan gambaran keseluruhan pelaksanaan program BK.

Dokumen dapat mencakup hasil asesmen kebutuhan, program yang terlaksana, evaluasi layanan, kolaborasi, serta rekomendasi tahun berikutnya.

CONTOH FORMAT LAPORAN TAHUNAN BK

Nama Sekolah: ....................................

Tahun Ajaran: ....................................

Guru BK: ....................................

A. Pendahuluan

Menjelaskan tujuan serta ruang lingkup pelaksanaan layanan.

B. Dasar Program

Memuat pedoman resmi, hasil asesmen, dan perencanaan sekolah.

C. Profil Kebutuhan Siswa

Memuat hasil pemetaan secara agregat.

D. Pelaksanaan Layanan

Memuat rekap layanan dasar, perencanaan individual, responsif, dan dukungan sistem.

E. Evaluasi

Memuat hasil penilaian proses, hasil, dan tindak lanjut program.

F. Kendala

Menjelaskan keterbatasan sarana, penjadwalan, kapasitas layanan, atau kebutuhan koordinasi.

G. Rekomendasi

Memuat prioritas perbaikan program.

H. Pengesahan

Guru BK: ....................................

Koordinator BK jika Ada: ....................................

Kepala Sekolah: ....................................

Catatan konseling individual tidak dilampirkan secara terbuka dalam laporan tahunan.

SOP Administrasi BK Sekolah

Untuk membangun alur yang konsisten, sekolah dapat menggunakan prosedur berikut.

Tahap 1 – Pemetaan Kebutuhan

Guru BK mengumpulkan informasi melalui instrumen yang sesuai dan metode yang sah.

Tahap 2 – Analisis

Data dikelompokkan untuk menentukan kebutuhan layanan umum dan individual.

Tahap 3 – Penyusunan Program

Guru BK menyusun program tahunan serta program semester.

Tahap 4 – Penyiapan Layanan

RPL dan kebutuhan fasilitas disiapkan.

Tahap 5 – Pelaksanaan

Layanan dilakukan sesuai kompetensi dan kebutuhan peserta didik.

Tahap 6 – Pencatatan

Jurnal umum dan dokumentasi profesional dicatat secara terpisah sesuai tingkat kerahasiaan.

Tahap 7 – Kolaborasi

Koordinasi dengan pihak lain dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kewenangan.

Tahap 8 – Tindak Lanjut

Siswa memperoleh dukungan lanjutan atau rujukan apabila diperlukan.

Tahap 9 – Evaluasi

Guru BK memeriksa keterlaksanaan dan manfaat layanan.

Tahap 10 – Pelaporan

Laporan program disampaikan secara proporsional dengan perlindungan data siswa.

Tahap 11 – Pengarsipan

Dokumen disimpan secara aman dan aksesnya dibatasi.

Tahap 12 – Perbaikan

Hasil evaluasi digunakan untuk menyusun program berikutnya.

Contoh Berita Acara Evaluasi Program BK

BERITA ACARA EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

Nomor: ....................................

Nama Sekolah: ....................................

Tahun Ajaran: ....................................

Periode Evaluasi: ....................................

Tanggal: ....................................

A. Dokumen yang Diperiksa

  • Program tahunan.
  • Program semester.
  • Hasil asesmen kebutuhan dalam bentuk agregat.
  • RPL BK.
  • Jurnal kegiatan.
  • Rekap layanan.
  • Evaluasi kegiatan.
  • Laporan program.
  • Rencana tindak lanjut.

B.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
administrasi BK sekolah program kerja guru BK asesmen kebutuhan siswa RPL BK jurnal layanan BK Bimbingan Konseling

Komentar Pengguna