E. Evaluasi
Checklist tersebut merupakan instrumen pendukung internal yang perlu disesuaikan dengan jenis laboratorium dan risiko kegiatan.
Keselamatan laboratorium tidak boleh dipandang sebagai persyaratan administratif yang hanya diperiksa ketika terdapat kunjungan atau penilaian sekolah.
Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh warga sekolah dapat melaksanakan pembelajaran praktik dengan risiko yang telah dikenali dan dikendalikan secara memadai.
Guru perlu memahami bahaya kegiatan, sedangkan murid perlu mengetahui prosedur penggunaan alat, batasan tindakan, dan cara melaporkan kondisi tidak aman.
Pengelola laboratorium mempunyai peran penting dalam memastikan bahan, peralatan, fasilitas keselamatan, dan administrasi pendukung berada dalam kondisi yang sesuai.
Namun, tanggung jawab keselamatan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu orang. Kepala sekolah, guru, pengelola, dan pengguna mempunyai peran sesuai kewenangan masing-masing.
Melalui identifikasi bahaya, penilaian risiko, penerapan SOP, pemeriksaan fasilitas, dan evaluasi insiden, sekolah dapat membangun budaya praktikum yang lebih aman.
Dengan begitu, laboratorium tidak hanya menjadi tempat percobaan, tetapi juga sarana pembelajaran yang mengembangkan ketelitian, tanggung jawab, disiplin, dan kesadaran terhadap keselamatan diri serta lingkungan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir