Pasangan perlu membangun komunikasi yang jujur, menghormati batasan dalam pergaulan, serta menyelesaikan persoalan tanpa mengabaikan kebutuhan emosional satu sama lain.
Rumah tangga bukan hanya tempat berbagi kehidupan, tetapi juga ruang untuk menjalankan amanah dan beribadah kepada Allah. Perhatian kepada pasangan, mendidik anak, mencari nafkah halal, serta menjaga keharmonisan dapat menjadi bagian dari amal kebaikan.
Melalui doa, suami dan istri memohon agar setiap langkah dalam rumah tangga mendapat keberkahan dan keridhaan Allah SWT.
Baca Juga: Sering Terlewatkan: Kapan Sebenarnya Jam Paling Utama untuk Memanjatkan Doa di Hari Jumat?
Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dhurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā dalam Surah Al-Furqan ayat 74. Doa ini memohon agar pasangan dan keturunan menjadi penyejuk hati serta bagian dari keluarga yang bertakwa.
Doa dapat dibaca kapan saja. Seorang Muslim dapat berdoa setelah salat, ketika sujud, pada sepertiga malam terakhir, atau pada waktu lain yang dirasa tepat. Waktu-waktu tersebut merupakan kesempatan untuk memperbanyak doa, bukan jaminan bahwa permohonan akan langsung terwujud.
Doa perlu disertai ikhtiar. Pasangan dapat membangun komunikasi yang baik, menyediakan waktu bersama, saling menghargai, dan membicarakan persoalan rumah tangga secara terbuka. Doa dan usaha hendaknya berjalan beriringan.
Boleh. Seseorang dapat mendoakan kebaikan bagi pasangan tanpa harus memberitahukannya. Doa tersebut hendaknya ditujukan untuk kebaikan bersama, menjaga komitmen, dan memperbaiki hubungan, bukan untuk memaksakan kehendak atau mendominasi pasangan.
Selain berdoa, pasangan dapat memperbanyak istigfar, bersedekah, menjaga salat, membaca Al-Qur’an, dan membangun kebiasaan ibadah bersama. Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga komunikasi, saling menghargai, serta memenuhi hak dan kewajiban masing-masing.
Doa agar pasangan selalu mengutamakan keluarga daripada godaan dunia merupakan ikhtiar untuk memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT. Doa-doa dalam Al-Qur’an, seperti Surah Al-Furqan ayat 74 dan Ali ‘Imran ayat 8, dapat menjadi pegangan dalam membangun keluarga yang penuh ketenteraman.
Namun, keharmonisan rumah tangga tidak terbentuk hanya melalui doa. Suami dan istri juga perlu menjaga komitmen, menyeimbangkan urusan dunia dengan tanggung jawab keluarga, serta menumbuhkan kasih sayang melalui tindakan sehari-hari.
Dengan doa dan usaha yang berkelanjutan, pasangan diharapkan mampu menjadikan keluarga sebagai tempat bertumbuh dalam kebaikan, bukan sesuatu yang dikorbankan demi kesenangan dunia yang sementara.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir