Pendidikan
Hilmi An Naufal

Pembinaan Pramuka Diminta Masuk Kampus, Prabowo Tekankan Karakter Generasi Muda

Pembinaan Pramuka Diminta Masuk Kampus, Prabowo Tekankan Karakter Generasi Muda

15 Agustus 2026 | 07:22

Keboncinta.com - Presiden Prabowo Subianto mendorong pembinaan Gerakan Pramuka tidak hanya berlangsung selama generasi muda berada di bangku sekolah. Kegiatan kepramukaan dinilai perlu terus diperkuat hingga jenjang perguruan tinggi sebagai bagian dari pembentukan karakter anak muda Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan dalam rangka Peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam kegiatan itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir hadir mewakili Presiden sekaligus membacakan amanat Prabowo.

Prabowo memandang Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mempunyai disiplin, kepemimpinan, kepedulian terhadap sesama, serta semangat gotong royong.

Pramuka Tak Cukup Hanya Jadi Kegiatan Ekstrakurikuler

Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa Pramuka seharusnya tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan tambahan atau ekstrakurikuler di lingkungan sekolah.

Gerakan tersebut dinilai memiliki fungsi lebih luas karena dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman, membangun keberanian, melatih kemampuan bekerja sama, dan mengembangkan kepemimpinan.

Prabowo juga menilai tantangan yang dihadapi anak muda terus berubah seiring perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Kondisi tersebut membuat pembinaan karakter dinilai semakin penting agar generasi muda memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman.

Karena itu, Pramuka diharapkan semakin aktif dan mampu menyesuaikan kegiatan dengan kehidupan serta kebutuhan generasi muda saat ini.

Pembinaan Karakter Harus Berlanjut sampai Perguruan Tinggi

Salah satu poin yang mendapat perhatian adalah keberlanjutan pembinaan setelah siswa menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.

Prabowo menilai proses pembentukan generasi muda berlangsung dalam waktu panjang. Karena itu, pembinaan karakter tidak semestinya berhenti ketika seseorang lulus SMA atau sederajat, tetapi perlu diteruskan selama mereka menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Dorongan tersebut membuka ruang yang lebih besar bagi kegiatan kepramukaan di lingkungan kampus.

Mahasiswa dapat dilibatkan dalam berbagai aktivitas yang menekankan kepemimpinan, pengabdian masyarakat, kerja sama, kemandirian hingga kemampuan menghadapi persoalan nyata di lingkungan sekitar.

Pembinaan Pramuka di perguruan tinggi sebenarnya sejalan dengan rentang keanggotaan Gerakan Pramuka. Dalam struktur kepramukaan, terdapat kelompok Pramuka Pandega yang berada pada rentang usia 21 hingga 25 tahun, sehingga aktivitas kepramukaan juga dapat menjangkau kalangan mahasiswa.

Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek Diminta Terlibat

Untuk memperkuat pembinaan tersebut, Prabowo meminta keterlibatan kementerian yang menangani pendidikan.

Pembinaan sejak sekolah hingga perguruan tinggi disebut membutuhkan sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Kolaborasi itu menjadi penting karena pendidikan karakter tidak hanya berlangsung melalui materi yang disampaikan di dalam ruang kelas.

Menurut arahan Presiden, karakter terbentuk melalui proses yang panjang, termasuk latihan, pengalaman langsung, keteladanan, serta lingkungan yang mendukung.

Pramuka dinilai mempunyai ruang untuk memperkuat berbagai aspek tersebut karena banyak kegiatannya menuntut peserta untuk bekerja dalam kelompok, menyelesaikan persoalan, memimpin, mengikuti aturan, serta berkontribusi kepada masyarakat.

Disiplin dan Gotong Royong Tetap Relevan

Meski tantangan generasi muda terus berubah, nilai dasar yang dibawa Gerakan Pramuka dinilai masih relevan.

Disiplin, gotong royong, kepemimpinan, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama menjadi sejumlah nilai yang kembali ditekankan dalam peringatan Hari Pramuka ke-65. Kemenpora juga menyebut momentum tersebut sebagai upaya meneguhkan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

Prabowo menginginkan generasi muda Indonesia memiliki karakter patriotik, gigih menghadapi tantangan dan mempunyai empati kepada orang lain. Karakter tersebut dinilai penting dalam mempersiapkan anak muda menghadapi perubahan sosial maupun perkembangan teknologi.

Pada saat yang sama, Gerakan Pramuka juga dituntut mampu berkembang.

Kegiatan yang diselenggarakan perlu semakin dekat dengan dunia anak muda sehingga Pramuka dapat menjadi tempat yang menarik untuk belajar, mengembangkan kemampuan, menguji keberanian, serta melakukan kegiatan yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Pramuka Didorong Jadi Pilar Pembentukan Karakter

Kementerian Pemuda dan Olahraga sebelumnya juga menempatkan Pramuka sebagai salah satu unsur penting dalam pembangunan karakter generasi muda.

Dalam komunikasi antara Kemenpora dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, pemerintah menyatakan dukungan terhadap program yang dapat memperkuat peran Pramuka dalam pembinaan anak muda.

Dorongan agar Pramuka diperkuat hingga lingkungan perguruan tinggi sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan karakter dipandang sebagai proses berkelanjutan.

Sekolah menjadi salah satu tempat pembentukannya, tetapi proses tersebut tidak berhenti ketika siswa memasuki dunia kampus.

Dengan melibatkan sekolah, perguruan tinggi, pemerintah dan Gerakan Pramuka, pembinaan generasi muda diharapkan dapat berlangsung lebih terintegrasi.

Pramuka pun diarahkan bukan sekadar menjadi kegiatan berseragam atau aktivitas tambahan, melainkan ruang bagi generasi muda untuk melatih disiplin, kepemimpinan, gotong royong dan kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna