KEBONCINTA.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat infrastruktur pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada tahun anggaran 2026, sebanyak 603 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dipastikan mendapatkan bantuan revitalisasi dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp232 miliar.
Program tersebut menyasar satuan PAUD yang terdampak bencana alam seperti gempa bumi maupun sekolah yang kondisi bangunannya mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.
Berdasarkan data Kemendikdasmen per 7 September 2026, anggaran yang dialokasikan khusus untuk revitalisasi PAUD di NTT mencapai sekitar Rp232,46 miliar.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan sangat besar dibandingkan program serupa pada 2025. Pada tahun sebelumnya, revitalisasi di NTT baru menjangkau 43 satuan PAUD dengan nilai bantuan sekitar Rp15,83 miliar.
Revitalisasi 603 PAUD tersebut merupakan bagian dari program yang lebih luas. Pemerintah pada 2026 menargetkan revitalisasi sebanyak 1.487 satuan pendidikan di seluruh wilayah NTT dengan total alokasi anggaran mencapai sekitar Rp1,208 triliun.
Pemerintah menilai perbaikan sarana pendidikan menjadi bagian penting dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak.
Perhatian terhadap PAUD juga berkaitan dengan posisi pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pendidikan. Pada masa tersebut, anak mulai mengembangkan kemampuan dasar seperti bahasa, motorik, kemampuan sosial, karakter, hingga literasi dan numerasi awal.
Program revitalisasi juga diharapkan membantu pemerataan layanan pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T.
Kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak pulau membuat pemerataan fasilitas pendidikan menjadi tantangan tersendiri. Sebagian sekolah harus menghadapi kondisi bangunan yang kurang layak maupun dampak bencana yang terjadi di wilayah tersebut.
Dengan dukungan anggaran pemerintah pusat, satuan pendidikan penerima manfaat nantinya diharapkan memiliki ruang belajar dan fasilitas pendukung yang lebih baik.
Revitalisasi sekolah tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik. Peningkatan fasilitas diharapkan memberikan dampak terhadap kenyamanan guru dan peserta didik serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Pemerintah juga mengaitkan program tersebut dengan upaya mendukung Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum pendidikan dasar.
Dengan peningkatan jumlah PAUD yang mendapatkan bantuan pada 2026, pemerintah berharap semakin banyak anak di NTT mendapatkan akses terhadap layanan pendidikan usia dini yang aman dan berkualitas.