KebonCinta.com — Minat siswa mengikuti Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat sebanyak 4.215.314 murid jenjang SMA, SMK, MA dan sederajat telah melakukan pendaftaran TKA 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.863.957 murid telah menyelesaikan seluruh proses pendaftaran secara lengkap.
Jumlah pendaftar lengkap meningkat sebanyak 345.790 siswa dibandingkan TKA 2025 yang mencatat 3.518.167 peserta.
Secara persentase, kenaikannya mencapai sekitar 9,8 persen.
Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Kemendikdasmen Toni Toharudin menilai kenaikan tersebut menunjukkan partisipasi sekolah dan peserta didik semakin luas.
“Jumlah calon pendaftar TKA meningkat hampir 10 persen,” ujar Toni.
Ia menjelaskan angka peserta masih berpotensi mengalami perubahan karena pemerintah masih menyelesaikan sejumlah data residu.
Pemutakhiran dilakukan untuk memastikan data calon peserta benar-benar lengkap sebelum masuk ke tahap pelaksanaan.
Pendaftaran TKA untuk jenjang SMA dan sederajat sendiri telah ditutup pada 27 September 2026.
Setelah pendaftaran ditutup, Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah dan satuan pendidikan mulai mempersiapkan pelaksanaan ujian.
Persiapan mencakup kesiapan sekolah, perangkat teknologi, jaringan, sistem ujian hingga koordinasi dengan berbagai lembaga terkait.
Pelaksanaan utama TKA 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November.
Sekolah karena itu masih mempunyai waktu untuk memastikan seluruh fasilitas yang akan digunakan dapat berjalan dengan baik.
TKA dirancang untuk memberikan informasi mengenai capaian kemampuan akademik peserta didik.
Hasil asesmen dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk melihat kesiapan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Namun pemerintah menegaskan TKA bukan ujian kelulusan.
Kelulusan siswa tetap ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan ketentuan dan proses penilaian yang berlaku.
Artinya, hasil TKA tidak secara otomatis menentukan seorang siswa lulus atau tidak dari sekolah.
TKA juga tidak menggantikan seluruh bentuk penilaian yang selama ini dilakukan guru.
Meski demikian, hasil tes dapat memberikan gambaran tambahan mengenai kemampuan akademik siswa.
Bagi peserta, persiapan sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan menghafalkan banyak materi dalam waktu singkat.
Siswa dapat memperbanyak latihan soal sekaligus memahami konsep yang menjadi dasar setiap materi.
Istirahat yang cukup juga tetap penting agar kondisi tubuh dan konsentrasi terjaga ketika ujian berlangsung.
Sekolah dan orang tua diharapkan ikut menciptakan suasana persiapan yang tidak memberikan tekanan berlebihan kepada siswa.
Dengan lebih dari 4,2 juta pendaftar, pelaksanaan TKA 2026 akan menjadi salah satu kegiatan asesmen pendidikan dengan jumlah peserta sangat besar.
Kemendikdasmen kini fokus memastikan seluruh data dan infrastruktur siap sebelum jutaan siswa mulai mengikuti tes pada akhir Oktober.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir