KebonCinta.com — Tradisi keilmuan ulama perempuan dan pendidikan pesantren Indonesia menjadi perhatian peserta International Short Course 2026 yang diselenggarakan pada 2–9 November 2026 di Jakarta dan Cirebon.
Kegiatan akademik internasional tersebut resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Senin, 2 November 2026.
Program ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, peneliti, dan pemerhati pendidikan Islam untuk mempelajari kontribusi ulama perempuan dalam pengembangan ilmu keislaman, keadilan, dan transformasi sosial.
DIIKUTI 18 PESERTA DARI ENAM NEGARA
Baca Juga: Sering Merasa Begah Setelah Makan Malam? Coba Minum Air Jahe Lemon, Ini 5 Manfaatnya
Berdasarkan publikasi resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, International Short Course 2026 diikuti 18 peserta terpilih.
Jumlah tersebut terdiri atas 14 perempuan dan empat laki-laki yang berasal dari Aljazair, Maroko, Pakistan, Gambia, Filipina, dan Indonesia.
Kegiatan ini mengusung tema "Learning Islam Through Women Ulama: Knowledge, Justice, and Social Transformation in Indonesia".
Program dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui perkuliahan, tetapi juga memahami pengalaman kehidupan masyarakat dan tradisi pendidikan pesantren secara langsung.
MENTERI AGAMA BUKA KEGIATAN DI ISTIQLAL
Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai Indonesia memiliki pengalaman penting dalam pengembangan pendidikan kader ulama perempuan.
Menurutnya, pendidikan keislaman di Indonesia tumbuh melalui interaksi antara tradisi keilmuan, budaya lokal, institusi pendidikan, serta kehidupan masyarakat.
Pengalaman tersebut dianggap dapat memberikan pelajaran kepada masyarakat internasional mengenai perkembangan pemikiran Islam dalam kehidupan sosial.
Dalam pembukaan kegiatan, Menteri Agama juga menyoroti pentingnya regenerasi ulama perempuan yang berperan dalam pengembangan pemikiran keagamaan dan penyelesaian persoalan masyarakat.
MELIBATKAN UIN JAKARTA DAN UIN CIREBON
International Short Course 2026 diselenggarakan melalui kerja sama sejumlah lembaga pendidikan dan penelitian.
Di antaranya adalah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Program ini juga melibatkan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal, Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Social Trust Fund UIN Jakarta, serta Peace Research Institute Oslo (PRIO) dari Norwegia.
Kolaborasi tersebut mempertemukan perspektif akademik, tradisi pendidikan pesantren, dan pengalaman penelitian internasional.
PESERTA DIJADWALKAN BELAJAR DI PESANTREN CIREBON
Salah satu agenda utama kegiatan adalah kunjungan dan pembelajaran langsung di lingkungan pesantren wilayah Cirebon.
Berdasarkan jadwal yang diterbitkan LP2M UIN Jakarta, peserta direncanakan berangkat ke Cirebon pada Kamis, 5 November 2026.
Pada hari tersebut, peserta dijadwalkan mengikuti pengenalan lingkungan Pesantren Kebon Jambu serta dialog dengan ulama perempuan.
Kegiatan berlanjut pada Jumat, 6 November, melalui pengalaman pembelajaran pesantren, aktivitas pemberdayaan perempuan, dan refleksi bersama.
Program tinggal dan belajar di pesantren ini dimaksudkan agar peserta memahami kehidupan pendidikan Islam dari pengalaman komunitas secara langsung.
Namun, agenda 5–6 November tersebut masih merupakan jadwal kegiatan mendatang berdasarkan informasi per 3 November, bukan laporan kunjungan yang sudah selesai.
KAJIAN KEISLAMAN DILANJUTKAN DI UIN CIREBON
Setelah kegiatan di pesantren, peserta direncanakan mengunjungi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada Sabtu, 7 November 2026.
Agenda akademik mencakup pembahasan metodologi keilmuan ulama perempuan, termasuk maqasid al-syariah, mubadalah, serta ijtihad kolektif.
Kajian tersebut menjadi bagian dari pembelajaran tentang cara pemikiran keislaman diterapkan untuk menjawab persoalan kehidupan masyarakat.
Melalui diskusi akademik dan pengalaman lapangan, peserta diharapkan dapat mengenal kekayaan tradisi Islam Indonesia yang berkembang di berbagai lingkungan pendidikan.
PROGRAM BERLANGSUNG HINGGA 9 NOVEMBER
Rangkaian kegiatan juga dijadwalkan mencakup kunjungan budaya di wilayah Cirebon pada 8 November sebelum peserta kembali ke Jakarta.
Pada 9 November, agenda akan ditutup melalui presentasi peserta, refleksi pembelajaran, dan penyerahan sertifikat.
Jadwal tersebut masih dapat mengikuti penyesuaian dari penyelenggara.
Pendaftaran program tahun ini telah ditutup sebelum pelaksanaan dimulai, sehingga kegiatan November bukan pembukaan pendaftaran peserta baru.
Informasi selengkapnya dapat diperiksa melalui situs https://lp2m.uinjkt.ac.id dan pengumuman UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
PESANTREN INDONESIA MENJADI RUANG PEMBELAJARAN GLOBAL
Pelibatan pesantren Cirebon dalam kegiatan internasional tersebut memperlihatkan perhatian terhadap tradisi pendidikan Islam yang tumbuh di tengah masyarakat.
Program ini memberikan kesempatan kepada peserta dari berbagai negara untuk mempelajari cara pesantren, akademisi, dan ulama perempuan membangun tradisi keilmuan.
Keterlibatan perguruan tinggi keagamaan dan komunitas pesantren juga diharapkan memperluas jejaring penelitian serta kerja sama akademik lintas negara.
Pelaksanaan kegiatan yang telah dimulai pada 2 November menjadi langkah untuk memperkenalkan pendidikan Islam Indonesia kepada masyarakat internasional melalui pengalaman akademik dan sosial.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir