Opini
Dewi Safitri

Penelitian Ungkap Aktivitas Otak Menjelang Kematian, Benarkah Manusia Mengalami Kilas Balik Kehidupan?

Penelitian Ungkap Aktivitas Otak Menjelang Kematian, Benarkah Manusia Mengalami Kilas Balik Kehidupan?

06 November 2026 | 22:25

KebonCinta.com - Apa yang terjadi pada otak manusia ketika mendekati kematian masih menjadi salah satu pertanyaan besar dalam dunia ilmu pengetahuan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas otak tidak serta-merta berhenti ketika jantung mulai kehilangan fungsinya. Bahkan, terdapat temuan yang mengindikasikan munculnya pola aktivitas saraf yang berkaitan dengan proses mengingat kembali pengalaman hidup.

Fenomena tersebut menjadi perhatian setelah sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Aging Neuroscience pada 2022 menemukan adanya peningkatan aktivitas gelombang otak menjelang dan sesaat setelah kematian seorang pasien.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Otak Tetap Tajam dan Meningkatkan Kemampuan Berpikir 

Temuan ini menarik karena penelitian tersebut sebenarnya tidak dirancang untuk mengamati proses kematian. Tim ahli saraf awalnya melakukan pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) terhadap seorang pria berusia 87 tahun asal Kanada yang memiliki riwayat epilepsi. Pemeriksaan dilakukan untuk memantau aktivitas listrik otak pasien.

Namun, ketika proses perekaman berlangsung, pasien mengalami serangan jantung dan kemudian meninggal dunia. Berdasarkan pertimbangan keluarga serta status Do-Not-Resuscitate (DNR), tim medis tidak melakukan tindakan resusitasi.

Baca Juga: Ini Dia 5 Kelompok Makanan yang Baik untuk Otak, Bantu Jaga Daya Ingat dan Konsentrasi 

Situasi tersebut secara tidak terduga memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk mengamati perubahan aktivitas otak pada fase menjelang, saat, dan sesaat setelah kematian. Rekaman EEG yang diperoleh mencakup aktivitas otak selama kurang lebih 15 menit.

Gelombang Gamma dan Dugaan Kilas Balik Kehidupan

Salah satu temuan penting dalam pengamatan tersebut adalah perubahan aktivitas gelombang otak, khususnya gelombang gamma, sekitar 30 detik sebelum dan sesudah jantung berhenti berdetak.

Baca Juga: Ingin Otak Lebih Cerdas dan Fokus? Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Dilatih Setiap Hari 

Gelombang gamma merupakan jenis gelombang otak dengan frekuensi tinggi yang berkaitan dengan sejumlah proses kognitif, termasuk perhatian, pemrosesan informasi, dan pembentukan serta pemanggilan kembali ingatan. Aktivitas ini juga banyak dikaitkan dengan kerja hipokampus, yaitu bagian otak yang memiliki peran penting dalam fungsi memori.

Selain gelombang gamma, peneliti juga mengamati perubahan pada gelombang delta, theta, alfa, dan beta. Kombinasi aktivitas tersebut menunjukkan pola yang memiliki kemiripan dengan kondisi otak ketika seseorang sedang mengingat pengalaman atau berada dalam keadaan mental tertentu.

Salah satu peneliti, Dr. Ajmal Zemmar, menjelaskan bahwa aktivitas osilasi saraf yang berkaitan dengan pemanggilan kembali ingatan membuka kemungkinan bahwa otak sedang memproses kembali pengalaman-pengalaman penting menjelang kematian.

Temuan ini kemudian memunculkan dugaan mengenai fenomena life review atau kilas balik kehidupan. Fenomena tersebut merujuk pada pengalaman ketika seseorang merasa kembali mengingat berbagai peristiwa dalam kehidupannya, mulai dari pengalaman masa lalu hingga kejadian yang dianggap bermakna.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai gambaran pengalaman subjektif seseorang yang sedang meninggal. EEG hanya merekam aktivitas listrik otak, bukan isi pikiran, ingatan, ataupun pengalaman yang benar-benar dirasakan pasien.

Fenomena Serupa Ditemukan pada Hewan

Indikasi peningkatan aktivitas gelombang gamma menjelang kematian ternyata tidak hanya ditemukan pada manusia. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 2013 juga mengamati fenomena serupa pada tikus.

Dalam penelitian tersebut, tikus yang berada dalam kondisi menjelang kematian menunjukkan peningkatan aktivitas gelombang gamma secara signifikan. Temuan ini memperlihatkan adanya pola aktivitas saraf yang menarik untuk dikaji lebih lanjut, khususnya dalam memahami respons otak mamalia ketika menghadapi fase akhir kehidupan.

Kesamaan temuan pada manusia dan hewan tersebut mendorong munculnya hipotesis bahwa otak mamalia mungkin tetap memperlihatkan aktivitas tertentu pada saat-saat terakhir sebelum kematian.

Penelitian Masih Memerlukan Pembuktian Lebih Lanjut

Meskipun memberikan perspektif baru mengenai aktivitas otak menjelang kematian, hasil penelitian tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa setiap manusia mengalami kilas balik kehidupan sebelum meninggal.

Penelitian pada pasien berusia 87 tahun tersebut hanya melibatkan satu kasus dengan kondisi medis tertentu, yakni epilepsi. Karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan pengamatan yang lebih luas untuk mengetahui apakah pola aktivitas serupa juga terjadi pada individu lain.

Selain itu, perubahan aktivitas gelombang otak tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang sedang mengalami kesadaran atau mengingat kembali kehidupannya. Aktivitas listrik otak dan pengalaman subjektif merupakan dua hal yang perlu dibedakan dalam kajian ilmu saraf.

Dengan demikian, penelitian ini memberikan petunjuk penting bahwa proses menjelang kematian masih menyimpan sejumlah mekanisme biologis yang belum sepenuhnya dipahami. Alih-alih menjadi jawaban akhir tentang apa yang dialami manusia sebelum meninggal, temuan tersebut justru membuka ruang penelitian lebih jauh mengenai hubungan antara otak, memori, kesadaran, dan kematian.

Tags:
penelitian neuroscience gelombang gamma pengalaman mendekati kematian aktivitas otak

Komentar Pengguna