KebonCinta.com - Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMA, MA, dan SMK, strategi belajar menjadi faktor penting bagi siswa kelas XII.
Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, mengevaluasi penguasaan materi dinilai lebih efektif sebagai langkah awal dibandingkan sekadar memperbanyak latihan soal tanpa mengetahui letak kesulitan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadwalkan pelaksanaan utama TKA pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 sesuai pembagian gelombang.
Sebelumnya, gladi bersih berlangsung pada 5–18 Oktober 2026. Sementara itu, pelaksanaan susulan dijadwalkan pada 16–29 November 2026 bagi peserta yang memenuhi ketentuan.
Baca Juga: Materi TKA Ekonomi: Panduan Belajar dan Strategi Persiapan untuk Siswa
Jadwal tersebut membuat siswa perlu memanfaatkan waktu belajar secara terarah. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah melakukan diagnosis kemampuan melalui tes awal atau tryout.
Hasilnya dapat digunakan untuk mengidentifikasi materi yang sudah dikuasai dan bagian yang masih membutuhkan penguatan.
Baca Juga: Gladi Bersih TKA 2026 Berakhir 18 Oktober, Cek Jadwal Keikutsertaan dari Sekolah
Pembina Akademik Exademy, Frika Faizi, menilai pemetaan kemampuan membantu siswa mengalokasikan waktu belajar berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Dengan demikian, siswa tidak harus memperlakukan seluruh mata pelajaran dengan porsi latihan yang sama, melainkan dapat memprioritaskan topik yang paling memengaruhi hasil evaluasi mereka.
Baca Juga: Kemenkes: 6.549 Puskesmas Sudah Layani Kesehatan Jiwa, Ditargetkan 100 Persen dalam Dua Tahun
TKA merupakan evaluasi kemampuan akademik berdasarkan mata pelajaran.
Peserta jenjang SMA, MA, dan SMK mengikuti tiga mata pelajaran wajib, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, serta mata pelajaran pilihan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hasil TKA dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi,
termasuk jalur prestasi dan jalur mandiri pada perguruan tinggi yang menggunakannya.
Karena itu, persiapan tidak hanya membutuhkan ketekunan, tetapi juga pemahaman terhadap karakter soal dan materi yang diujikan.
Mengandalkan hafalan rumus tanpa memahami konsep berisiko menyulitkan siswa ketika menghadapi soal dengan bentuk atau konteks berbeda.
Sebaliknya, penguasaan konsep membantu peserta menghubungkan informasi, menentukan strategi penyelesaian, dan menalar persoalan secara lebih sistematis.
Setelah fondasi materi diperkuat, latihan dengan batas waktu dapat digunakan untuk membiasakan siswa bekerja secara efisien.
Ketepatan menjawab tetap perlu menjadi prioritas agar kecepatan tidak justru meningkatkan kesalahan.
Dalam program persiapannya, Exademy menerapkan empat tahapan belajar.
Tahap pertama adalah diagnostic, yakni memetakan kemampuan siswa pada mata pelajaran yang relevan dengan jurusan tujuan.
Tahap kedua berupa penguatan konsep yang belum dikuasai.
Tahap berikutnya adalah drilling, yaitu latihan soal berdasarkan topik disertai pembahasan.
Tahap terakhir berupa tryout untuk mengevaluasi kesiapan siswa melalui simulasi yang menyerupai kondisi ujian.
Pendekatan tersebut dapat menjadi acuan belajar mandiri, meskipun siswa tetap perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Hasil latihan sebaiknya tidak hanya dilihat dari skor akhir, tetapi juga dari jenis kesalahan yang berulang dan konsep yang belum dipahami.
Gladi bersih juga dapat dimanfaatkan untuk mengenali mekanisme ujian berbasis komputer serta mengurangi kebingungan teknis saat pelaksanaan.
Siswa dapat menggunakan hasil simulasi dan latihan berkala untuk memperbaiki strategi belajar sebelum memasuki jadwal ujian utama.
Pada akhirnya, persiapan TKA bukan sekadar perlombaan menyelesaikan sebanyak mungkin soal.
Kemampuan mengenali kelemahan, memperbaiki pemahaman, dan mengevaluasi kemajuan secara konsisten dapat membantu siswa menggunakan waktu yang tersisa dengan lebih efektif.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir