Beasiswa
Rahman Abdullah

Pesantren Kini Punya Akses Pelatihan Vokasi Gratis, Santri Bisa Dibekali Keahlian Kerja

Pesantren Kini Punya Akses Pelatihan Vokasi Gratis, Santri Bisa Dibekali Keahlian Kerja

07 Oktober 2026 | 15:44

KebonCinta.com-- Pesantren kini tidak hanya didorong mencetak lulusan yang kuat dalam ilmu agama. Akses terhadap keterampilan kerja dan kewirausahaan juga mulai diperluas agar santri, alumni, serta masyarakat di sekitar pesantren memiliki bekal yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Langkah tersebut dilakukan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama melalui kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Kerja sama ini membuka kesempatan bagi pesantren untuk mengakses pelatihan vokasi yang dapat dikembangkan sesuai potensi wilayah masing-masing.

Program tersebut menggunakan skema Tailor Made Training (TMT) yang dikembangkan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang. TMT menjadi bagian dari Program Pelatihan Vokasi Nasional sekaligus Program Stimulus Ekonomi Semester II Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga: Kemenag Usulkan Bantuan Kesejahteraan Guru Non-ASN hingga Rp37,95 Triliun, Ini 3 Skemanya 

Pesantren Bisa Menentukan Jenis Pelatihan

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan kolaborasi lintas kementerian diperlukan agar potensi pesantren tidak berhenti pada bidang pendidikan dan dakwah.

Menurutnya, pesantren juga mempunyai peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, santri dan alumni perlu mendapatkan kesempatan mengembangkan keterampilan yang bisa digunakan setelah menyelesaikan pendidikan.

Bekal vokasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan, membangun usaha mandiri, ataupun memperkuat unit usaha yang telah dikembangkan pesantren.

Konsep TMT memberikan keleluasaan kepada pesantren untuk mengusulkan pelatihan berdasarkan kebutuhan. Artinya, setiap pesantren tidak harus mengikuti jenis pelatihan yang sama.

Direktur Pemberdayaan Pesantren Yusi Damayanti menjelaskan, pesantren dapat memetakan potensi usaha, kebutuhan masyarakat, hingga peluang pekerjaan di wilayahnya sebelum menentukan pelatihan yang akan diajukan.

Santri, Alumni hingga Masyarakat Bisa Ikut

Peserta program juga memiliki cakupan yang cukup luas. Pelatihan tidak hanya ditujukan kepada santri tingkat akhir.

Alumni yang belum bekerja atau ingin mengganti bidang pekerjaan dapat memanfaatkan program tersebut. Ustaz, pengelola unit usaha pesantren, serta masyarakat di sekitar lingkungan pesantren juga dapat menjadi peserta.

Dengan sasaran tersebut, program diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta yang siap masuk dunia kerja. Pelatihan juga diarahkan untuk melahirkan wirausahawan baru sekaligus membantu unit usaha pesantren berkembang lebih produktif.

Jenis keterampilan yang dapat diusulkan pun beragam. Beberapa di antaranya barista, menjahit, pemasaran digital, otomotif, teknik listrik, hingga operator alat berat.

Baca Juga: Lomba Hari Santri Nasional 2026 Se-Jawa Barat Dibuka! Ada 5 Cabang Lomba, Hadiah Puluhan Juta Menanti 

Pelatihan Gratis dan Peserta Dapat Uang Saku

Kepala BBPVP Serang Kemnaker Ady Nugroho menjelaskan bahwa TMT merupakan bagian dari Program Pelatihan Vokasi Nasional. Program ini dirancang antara lain untuk membantu mengurangi pengangguran, termasuk bagi lulusan SMA/SMK dan pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja.

Pada 2026, Program Pelatihan Vokasi Nasional menargetkan 270.000 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 126.442 peserta dialokasikan untuk skema TMT melalui 21 unit pelaksana teknis pelatihan vokasi Kemnaker.

Pelaksanaan program ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.

Peserta tidak dikenakan biaya pelatihan. Selain mendapatkan pelatihan, peserta juga memperoleh uang saku Rp50.000 per hari dan konsumsi selama mengikuti kegiatan.

Namun, program ini bukan bantuan dana yang diberikan langsung kepada pesantren. Pelatihan diselenggarakan oleh balai pelatihan vokasi bersama pesantren sesuai kebutuhan yang telah diajukan.

Cara Pesantren Mengakses Program

Pesantren yang ingin mengikuti program dapat mengajukan proposal secara daring melalui sistem e-Proposal Kemnaker. Syarat awalnya, pesantren perlu memiliki akun SIAPkerja.

Pesantren juga disarankan berkoordinasi dengan BBPVP atau unit pelaksana teknis vokasi terdekat. Koordinasi tersebut penting untuk memetakan kebutuhan keterampilan, peluang kerja di daerah, jumlah calon peserta, serta rencana tindak lanjut setelah pelatihan.

Baca Juga: Hari Santri 2026, Santri Didorong Jadi Penggerak Indonesia Menuju Indonesia Emas 

Dalam skema ini, pesantren berperan menyiapkan peserta, tempat, pendamping, dan rencana pengembangan setelah pelatihan selesai.

Kolaborasi Kemenag dan Kemnaker tersebut pada akhirnya membuka peluang agar pesantren semakin mandiri. Santri tidak hanya membawa pulang pengetahuan dari pesantren, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat menjadi modal untuk bekerja, berwirausaha, dan ikut menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitarnya.***

Tags:
pesantren Santri vokasi

Komentar Pengguna