KebonCinta.com – Dunia game online kini tidak lagi sekadar menjadi tempat bermain. Bagi banyak anak dan remaja, platform seperti Roblox juga menjadi ruang untuk berinteraksi, berkomunikasi, membuat karya, hingga bertemu pengguna lain dari berbagai negara.
Karena itu, persoalan keamanan anak di dalam platform game semakin mendapat perhatian pemerintah.
Di Indonesia, pemerintah telah memperketat aturan mengenai perlindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Salah satu platform yang masuk dalam penerapan kebijakan tersebut adalah Roblox.
Setelah melalui pembahasan dengan pemerintah Indonesia, Roblox menyatakan komitmennya untuk menyesuaikan sistem dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Komitmen tersebut kemudian berkembang menjadi langkah konkret berupa penerapan sejumlah fitur perlindungan bagi pengguna anak.
Pembahasan antara pemerintah Indonesia dan Roblox sebenarnya sudah berlangsung sejak 2025.
Pada Agustus 2025, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta Roblox memperbaiki sistemnya agar lebih sesuai dengan aturan perlindungan anak di Indonesia.
Pemerintah saat itu menyoroti sejumlah persoalan, termasuk komunikasi antarpengguna anak, konten buatan pengguna yang dianggap tidak sesuai, serta kebutuhan untuk memperjelas sistem kontrol orang tua.
Sebulan kemudian, Roblox menyampaikan komitmen resmi untuk mendukung Indonesia dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak.
Dalam surat yang disampaikan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital, Roblox juga menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan Indonesia Game Rating System (IGRS) untuk meninjau klasifikasi game dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari proses yang kemudian berlanjut pada penerapan PP TUNAS.
Pada 30 April 2026, Komdigi menyampaikan perkembangan terbaru mengenai kepatuhan Roblox.
Pemerintah menyebut Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan regulasi perlindungan anak hingga ke platform game melalui PP TUNAS. Roblox juga disebut sebagai platform global pertama yang menyatakan kepatuhan terhadap regulasi tersebut dalam konteks perlindungan anak melalui aturan itu.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan Roblox telah mulai menerapkan sejumlah fitur utama untuk memenuhi ketentuan pemerintah.
Salah satunya adalah verifikasi usia bagi pengguna di Indonesia.
Langkah tersebut menjadi penting karena usia pengguna menentukan fitur dan jenis konten yang dapat diakses.
Salah satu perubahan yang mendapat perhatian adalah sistem komunikasi.
Menurut Komdigi, pengguna Roblox di Indonesia yang tidak melakukan verifikasi usia akan kehilangan akses terhadap fitur komunikasi seperti chat. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko interaksi antara anak dengan pengguna yang tidak dikenal.
Kebijakan ini sejalan dengan arah pengembangan sistem keamanan Roblox secara global.
Pada 2026, Roblox memperkenalkan sistem akun berbasis usia yang memisahkan pengalaman pengguna berdasarkan kelompok umur. Sistem tersebut menggabungkan pemeriksaan usia, peringkat konten, pengawasan game, serta kontrol orang tua.
Dengan pendekatan tersebut, anak tidak lagi mendapatkan pengalaman digital yang sepenuhnya sama dengan pengguna dewasa.
Dalam sistem terbaru, Roblox memperkenalkan dua jenis akun untuk pengguna berusia di bawah 16 tahun, yaitu Roblox Kids dan Roblox Select.
Roblox Kids ditujukan bagi pengguna berusia lebih muda, sedangkan Roblox Select diperuntukkan bagi kelompok usia berikutnya. Pembagian tersebut digunakan untuk menentukan akses terhadap game, komunikasi, dan pengaturan keamanan.
Untuk pengguna yang lebih muda, pembatasan dibuat lebih ketat.
Roblox menjelaskan bahwa akun untuk anak memiliki katalog game yang telah melewati proses pemeriksaan tambahan. Fitur komunikasi juga dibatasi dan orang tua mendapatkan kendali yang lebih besar terhadap aktivitas anak.
Sistem tersebut kini telah tersedia secara global setelah Roblox mengumumkan peluncurannya pada Juni 2026.
Perlindungan anak di Roblox juga tidak hanya berkaitan dengan fitur chat.
Konten game turut mendapatkan perhatian.
Roblox menerapkan sistem pemeriksaan berlapis untuk menentukan apakah sebuah game sesuai bagi pengguna yang lebih muda.
Dalam sistem tersebut, game dinilai berdasarkan peringkat usia dan melewati proses peninjauan tambahan sebelum tersedia bagi pengguna Roblox Kids maupun Roblox Select.
Roblox juga menerapkan persyaratan tambahan bagi pengembang yang ingin membuat game tersedia untuk pengguna berusia di bawah 16 tahun.
Game yang masuk dalam katalog anak dan remaja harus memenuhi standar tertentu.
Selain pemeriksaan awal, Roblox menyatakan bahwa game juga akan melalui peninjauan berkelanjutan untuk mendeteksi konten yang melanggar kebijakan.
Perubahan sistem tersebut juga memberikan peran lebih besar kepada orang tua.
Melalui fitur parental controls, orang tua dapat mengatur berbagai aspek pengalaman anak di Roblox.
Beberapa pengaturan yang tersedia mencakup pembatasan game, pengaturan komunikasi, pemantauan waktu layar, daftar teman, serta pengelolaan pengeluaran.
Dengan demikian, orang tua tidak hanya mengetahui bahwa anak bermain Roblox.
Mereka juga dapat ikut menentukan bagaimana anak menggunakan platform tersebut.
Pendekatan ini menjadi penting karena keamanan anak di internet tidak hanya bergantung pada sistem otomatis milik platform.
Pengawasan dari keluarga tetap diperlukan.
Verifikasi usia menjadi salah satu bagian utama dari sistem keamanan Roblox terbaru.
Roblox menjelaskan bahwa pengguna dapat melakukan pemeriksaan usia melalui beberapa metode yang tersedia, termasuk verifikasi identitas resmi atau teknologi Facial Age Estimation.
Teknologi tersebut digunakan untuk memperkirakan usia pengguna melalui perangkat dan kemudian menentukan kategori akun yang sesuai. Roblox menyatakan gambar dan video yang digunakan dalam proses tersebut dihapus setelah diproses.
Verifikasi ini menjadi semakin penting karena fitur tertentu, terutama komunikasi, kini dikaitkan dengan usia pengguna.
Dengan begitu, sekadar memasukkan tanggal lahir saat membuat akun tidak lagi menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan pengalaman pengguna.
Kebijakan tersebut tidak muncul tanpa dasar.
PP TUNAS dibuat karena pemerintah melihat anak menghadapi berbagai risiko ketika menggunakan layanan digital.
Dalam penjelasan resmi regulasi tersebut, anak dinilai belum selalu mempunyai kemampuan untuk memahami seluruh risiko yang muncul ketika menggunakan teknologi digital.
Risiko tersebut dapat berkaitan dengan privasi, keselamatan, kesejahteraan, hingga eksploitasi.
Karena itu, penyelenggara platform tidak cukup hanya menyediakan layanan.
Mereka juga mempunyai tanggung jawab untuk menerapkan sistem yang memperhatikan keselamatan pengguna anak.
Pemerintah Indonesia mulai menerapkan aturan turunan PP TUNAS secara bertahap pada Maret 2026.
Melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, pemerintah menetapkan pembatasan akses akun anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi.
Roblox termasuk salah satu platform yang masuk dalam tahap awal implementasi.
Pemerintah menjelaskan kebijakan tersebut dibuat karena anak menghadapi berbagai ancaman di internet, mulai dari konten berbahaya, perundungan siber, penipuan hingga risiko kecanduan digital.
Dengan adanya aturan tersebut, platform tidak bisa lagi sepenuhnya menyerahkan persoalan keamanan anak kepada orang tua.
Ada kewajiban yang harus dijalankan oleh penyedia layanan.
Besarnya perhatian pemerintah juga berkaitan dengan jumlah pengguna Roblox di Indonesia.
Dalam keterangan Komdigi pada April 2026, pemerintah memperkirakan terdapat sekitar 45 juta pengguna Roblox di Indonesia, dengan sekitar 23 juta di antaranya merupakan anak berusia di bawah 16 tahun.
Angka tersebut menunjukkan betapa besar skala persoalan yang harus diperhatikan.
Jika sebuah platform memiliki jutaan pengguna anak, satu perubahan kebijakan keamanan dapat berdampak terhadap aktivitas digital dalam jumlah sangat besar.
Karena itu, sistem perlindungan tidak bisa hanya mengandalkan laporan ketika masalah sudah terjadi.
Pencegahan menjadi bagian penting.
Perubahan aturan ini bukan berarti Roblox sepenuhnya dilarang bagi anak.
Yang berubah adalah bagaimana akses mereka diatur.
Pengguna muda mendapatkan pengalaman yang lebih sesuai usia, sementara orang tua memiliki kontrol lebih besar.
Game juga harus melewati proses pemeriksaan tertentu agar dapat tersedia untuk kelompok usia tertentu.
Artinya, tujuan kebijakan bukan sekadar menjauhkan anak dari game.
Pemerintah ingin memastikan aktivitas bermain berlangsung dalam lingkungan digital yang mempunyai perlindungan lebih baik.
Hal tersebut juga sejalan dengan pendekatan Roblox yang menyebut perlindungan berbasis usia sebagai bagian dari pengembangan sistem keamanannya.
Kepatuhan terhadap regulasi bukan berarti persoalan keamanan langsung selesai.
Dunia digital berubah sangat cepat.
Jenis game baru terus bermunculan, komunikasi pengguna berkembang, sementara teknologi seperti AI juga semakin mudah digunakan.
Karena itu, sistem keamanan harus terus diperbarui.
Roblox sendiri menyatakan bahwa proses peninjauan terhadap game dilakukan secara berkelanjutan. Platform tersebut juga terus mengembangkan sistem untuk mendeteksi perilaku dan konten yang berpotensi membahayakan pengguna.
Pemerintah pun menyatakan status kepatuhan platform bersifat dinamis dan akan terus dipantau.
Dalam penerapan PP TUNAS, Komdigi menegaskan bahwa platform yang beroperasi di Indonesia wajib mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.
Meskipun platform telah menambahkan berbagai fitur keamanan, orang tua tetap memiliki peran penting.
Kontrol orang tua sebaiknya tidak hanya digunakan ketika terjadi masalah.
Orang tua dapat berdiskusi dengan anak mengenai siapa yang boleh diajak berkomunikasi, jenis game yang sesuai, berapa lama waktu bermain, dan informasi apa saja yang tidak boleh dibagikan kepada orang lain.
Roblox sendiri merekomendasikan orang tua untuk aktif mendampingi anak ketika menggunakan platform digital.
Pendampingan seperti ini membuat teknologi tidak hanya menjadi urusan aturan dan aplikasi.
Anak juga belajar memahami alasan di balik setiap batasan.
Langkah Indonesia terhadap Roblox menunjukkan bahwa perlindungan anak di ruang digital semakin menjadi perhatian serius.
Pemerintah menetapkan aturan.
Platform melakukan penyesuaian.
Orang tua menjalankan pengawasan.
Sementara anak perlu mendapatkan edukasi agar mampu menggunakan teknologi dengan lebih bijak.
Keempat unsur tersebut saling melengkapi.
Regulasi tanpa penerapan teknologi akan sulit memberikan hasil maksimal. Sebaliknya, fitur keamanan tanpa edukasi pengguna juga tidak cukup untuk menghilangkan seluruh risiko.
Karena itu, kepatuhan Roblox terhadap aturan Indonesia dapat menjadi salah satu contoh bagaimana regulasi nasional mulai memengaruhi cara platform global merancang pengalaman digital bagi anak.
Pada akhirnya, tujuan utamanya bukan membuat anak jauh dari teknologi.
Yang lebih penting adalah memastikan mereka tetap dapat bermain, belajar, berkomunikasi, dan berkarya di internet dengan perlindungan yang lebih baik.