Perhatikan tanda-tanda seperti bercak air pada plafon, cat menggelembung, dinding terasa basah, atau muncul noda gelap di sudut ruangan.
Jika menemukan tanda tersebut, segera cari dan perbaiki sumber kebocorannya. Membersihkan bagian yang terlihat saja tidak cukup apabila air masih terus merembes.
Material yang basah sebaiknya segera dikeringkan. Jika memungkinkan, lakukan dalam waktu 24-48 jam untuk membantu mengurangi risiko pertumbuhan jamur.
6. Beri Jarak antara Furnitur dan Dinding
Lemari besar, sofa, dan tempat tidur yang menempel terlalu rapat pada dinding dapat menghambat pergerakan udara.
Area di belakang furnitur pun berisiko menjadi tempat berkumpulnya kelembapan, terutama jika berada di dekat dinding luar yang sering terkena hujan.
Cobalah memberikan sedikit jarak agar udara dapat bergerak lebih leluasa. Sesekali, periksa bagian belakang lemari, bawah kasur, dan sudut ruangan untuk memastikan tidak ada permukaan yang basah atau berjamur.
Jika menemukan kelembapan, cari penyebabnya dan segera lakukan pengeringan.
7. Gunakan Produk Penyerap Kelembapan
Untuk area kecil seperti lemari pakaian, rak sepatu, dan kotak penyimpanan, produk penyerap kelembapan dapat menjadi pilihan praktis.
Produk tersebut membantu mengurangi sebagian uap air di area sekitarnya sehingga barang-barang yang disimpan tidak mudah berbau apek.
Pilih produk sesuai ukuran tempat penyimpanan dan ikuti petunjuk penggunaannya. Jangan lupa mengganti atau membuang isinya sesuai ketentuan produk.
Namun, penyerap kelembapan bukan solusi utama untuk ruangan yang sangat lembap atau mengalami kebocoran. Tetap periksa sumber air dan pastikan barang-barang di dalam rumah tersimpan dalam keadaan kering.
Mengurangi kelembapan rumah saat musim hujan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengatur sirkulasi udara, memastikan pakaian kering, hingga memeriksa kebocoran. Dengan perawatan yang tepat, rumah dapat tetap terasa nyaman meskipun hujan turun hampir setiap hari.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir