Seseorang yang mengalami sakit dalam waktu lama mungkin bertanya mengapa ujian tersebut belum berakhir. Pertanyaan semacam itu dapat muncul karena kelelahan fisik maupun mental.
Melalui doa dan zikir, seorang Muslim diajak untuk terus mengingat kasih sayang Allah. Penyakit tidak otomatis menjadi tanda bahwa Allah membenci seseorang. Karena itu, hendaknya seorang hamba tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa penderitaan yang dialaminya merupakan hukuman.
Islam memberikan perhatian besar terhadap orang yang mengalami sakit dan bersabar dalam menghadapinya. Sejumlah hadis menjelaskan bahwa penderitaan yang dialami seorang Muslim dapat menjadi sebab penghapusan dosa dan peningkatan derajat.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seorang Muslim tidak ditimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, gangguan, maupun kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus sebagian kesalahannya karena hal tersebut.
Hadis ini memberikan harapan bahwa penderitaan yang dialami tidak selalu sia-sia. Dengan izin Allah, rasa sakit dapat menjadi sebab penghapusan dosa bagi seorang Muslim.
Rasulullah SAW bersabda bahwa apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, Dia akan mengujinya. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Namun, bukan berarti setiap orang yang sakit pasti lebih baik daripada orang yang sehat. Pesan utamanya adalah bahwa ujian dapat menjadi jalan kebaikan apabila dihadapi dengan iman, kesabaran, dan sikap yang diridai Allah.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa apabila seorang hamba sakit atau bepergian, Allah tetap mencatat pahala amal yang biasa dikerjakannya ketika sehat dan tidak sedang bepergian.
Hadis ini menjadi kabar gembira bagi orang yang sakit sehingga tidak mampu menjalankan sebagian kebiasaan ibadah atau aktivitas kebaikannya seperti sebelumnya.
Allah mengetahui keterbatasan hamba-Nya. Karena itu, seseorang yang sedang sakit tetap dapat beribadah sesuai kemampuan, tanpa memaksakan diri hingga membahayakan kesehatannya.
Baca Juga: Belum Juga Ketemu Jodoh? Coba Panjatkan Doa Para Nabi Ini di Sepertiga Malam Terakhir
Ya. Doa Nabi Ayyub AS dalam Surah Al-Anbiya' ayat 83 dapat diamalkan oleh siapa saja yang sedang menghadapi sakit atau kesulitan. Doa ini mengandung pengakuan atas kelemahan manusia dan harapan terhadap rahmat Allah.
Beberapa ikhtiar yang dapat dilakukan adalah menjaga salat sesuai kemampuan, memperbanyak zikir dan istigfar, membaca Al-Qur'an, serta berdoa memohon kesabaran dan pertolongan Allah.
Selain itu, jangan ragu meminta dukungan keluarga dan berkonsultasi dengan tenaga medis. Menjaga kesehatan mental juga merupakan bagian penting dari ikhtiar menghadapi penyakit berkepanjangan.
Tidak tepat menyimpulkan bahwa setiap penyakit berkepanjangan merupakan azab. Penyakit dapat menjadi ujian kehidupan, dan orang-orang saleh pun dapat mengalaminya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir