KebonCinta.com - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon akan menggelar kegiatan Lelana Rihlah Wali Perempuan Babad Tanah Cirebon pada Minggu, 8 November 2026. Kegiatan ini menjadi upaya mengenalkan kembali kiprah perempuan dalam perjalanan sejarah dan peradaban Cirebon yang selama ini belum banyak mendapat perhatian.
Kegiatan tersebut akan menelusuri jejak lima tokoh perempuan yang memiliki peran dalam sejarah awal Cirebon, yakni Nyi Mas Endang Geulis, Nyimas Pakungwati, Nyimas Gandasari, Nyimas Baduran, dan Nyimas Rara Santang.
Ketua Pelaksana, Sahabat Shofuro, mengatakan bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam sejarah berdirinya Cirebon. Mereka bukan sekadar pendamping tokoh laki-laki, melainkan turut mengambil bagian dalam membuka wilayah, menyebarkan Islam, hingga menjaga keberlangsungan peradaban.
"Perempuan bukan hanya pendamping dalam sejarah Cirebon. Mereka adalah pembuka jalan, pembabat hutan, penyebar Islam, dan penjaga peradaban," ujar Shofuro.
Menurutnya, selama ini sejarah Cirebon lebih banyak diceritakan melalui sosok laki-laki. Padahal, terdapat perempuan-perempuan hebat yang turut berperan dalam membabat alas, menyiapkan padukuhan, menyebarkan Islam, serta merawat kehidupan masyarakat.
"Di belakang berdirinya Cirebon, ada perempuan-perempuan hebat yang membabat alas, menyiapkan padukuhan, menyebarkan Islam, dan merawat peradaban. Lewat Lelana Rihlah ini, kami ingin mengembalikan nama mereka ke tempat yang semestinya, sebagai teladan, bukan hanya sebagai cerita pinggir," lanjutnya.
Tidak sekadar mengunjungi tempat-tempat bersejarah, kegiatan ini juga dirancang sebagai perjalanan ziarah, edukasi, dan refleksi sejarah. Dalam setiap persinggahan, peserta akan mengikuti pembacaan tawasul, tahlil, dan doa sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, sekaligus menyimak ulasan sejarah dan perjalanan hidup masing-masing tokoh perempuan.
Rangkaian pembacaan tawasul, tahlil, doa, dan pengulasan sejarah tersebut akan dipandu oleh Najhah Barnamij, Thoatillah Ja'far, Aisyah Kriyani, Tasrifah, Uswatun Hasanah, Qurrotul Aini, dan Hafidzoh Palalo dari Fatayat NU Kabupaten Cirebon.
Kegiatan dijadwalkan dimulai dengan titik kumpul di Pondok Pesantren KHAS Kempek pada pukul 08.00 WIB. Selanjutnya, peserta akan mengikuti perjalanan napak tilas sesuai rangkaian agenda yang telah disiapkan panitia.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon, Sahabat Najhah Barnamij, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenalkan kembali sejarah perjuangan perempuan sekaligus menumbuhkan kesadaran kader dalam merawat warisan sejarah lokal.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak kader untuk tidak hanya mengenal nama-nama perempuan yang memiliki peran dalam sejarah Cirebon, tetapi juga memahami nilai perjuangan, keteladanan, dan kontribusi mereka dalam membangun peradaban.
Momentum Hari Pahlawan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan juga memiliki tempat penting dalam perjalanan sejarah bangsa," ujar Najhah.
Ia berharap, kegiatan napak tilas tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran dan refleksi bagi kader Fatayat NU agar semangat perjuangan perempuan terdahulu terus hidup dan menginspirasi gerakan perempuan masa kini.
Dengan demikian, jejak perempuan dalam sejarah Cirebon tidak berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi terus hidup sebagai bagian dari ingatan kolektif dan sumber inspirasi bagi generasi perempuan masa kini.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir