KebonCinta.com - Kementerian Agama menghadirkan lima program pelatihan melalui Massive Open Online Course (MOOC) Pintar dalam rangka menyambut Hari Santri 2026. Program tersebut mencakup pengembangan keterampilan digital hingga penguatan pengelolaan pesantren.
Inisiatif ini melibatkan Direktorat Jenderal Pesantren dan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag.
Pilihan materi menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi komunitas pesantren mencakup kebutuhan santri sekaligus pengelola lembaga.
Program yang diperkenalkan meliputi Santri Mahir Artificial Intelligence (AI), Santri Menjadi Content Creator, Manajemen Data E-Ijazah Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Sosialisasi Penyelenggaraan UAN PKPPS, dan Pengelolaan Akuntabilitas BOS Pesantren.
Dua program pertama berkaitan dengan keterampilan teknologi dan komunikasi. Sementara itu, tiga program lainnya membahas kebutuhan administrasi, penyelenggaraan ujian, dan tata kelola keuangan.
Pembagian tersebut dapat membantu calon peserta mengenali pelatihan yang paling dekat dengan kebutuhan belajarnya.
Baca Juga: Mengenal Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, Seruan Perjuangan yang Melatarbelakangi Hari Santri
Sebagai langkah praktis, calon peserta dapat mulai dengan menentukan tujuan mengikuti program.
Santri yang ingin mengembangkan kemampuan komunikasi dapat memeriksa informasi pelatihan content creator. Adapun pengelola lembaga dapat menelaah program yang berkaitan dengan tanggung jawab administrasinya.
Pilihan tersebut tetap perlu dicocokkan dengan sasaran dan ketentuan peserta pada halaman resmi masing-masing program.
Sebelum mengikuti pelatihan, calon peserta perlu membaca jadwal, materi, dan persyaratan yang ditampilkan melalui MOOC Pintar.
Informasi peluncuran tidak otomatis menjelaskan seluruh ketentuan pendaftaran. Karena itu, hindari mengandalkan poster atau pesan berantai yang tidak menyertakan sumber.
Baca Juga: 8 Ide Kegiatan Hari Santri Nasional 2026 yang Menarik untuk Sekolah dan Pesantren
Dengan memilih program yang sesuai, peserta dapat menyusun tujuan belajar lebih jelas dan menghubungkan materi pelatihan dengan kebutuhan sehari-hari di pesantren.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir