KebonCinta.com — Persoalan sampah menjadi tantangan besar bagi Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka mencatat sekitar 90 ton sampah yang masuk dalam sistem pengelolaan harus diangkut setiap hari menuju Tempat Pemrosesan Akhir Heuleut.
Besarnya volume tersebut membuat ketersediaan kendaraan pengangkut menjadi bagian penting dari pelayanan kebersihan.
“Sampah yang harus kami angkut setiap hari cukup besar,” ujar Kepala DLH Majalengka Wawan Sarwanto.
Ia menjelaskan armada diperlukan agar proses pengangkutan dari berbagai titik pelayanan menuju TPA dapat berjalan secara maksimal.
Saat ini DLH Majalengka mengoperasikan sekitar 14 kendaraan untuk pengangkutan sampah.
Armada tersebut melayani sejumlah wilayah sebelum membawa sampah ke TPA Heuleut.
Pemerintah daerah kemudian mendapatkan tambahan satu unit dump truck.
Kendaraan itu berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR Bank BJB.
Tambahan armada diharapkan membantu menjaga kontinuitas pelayanan.
Baca Juga: Pelaksanaan Gladi Bersih TKA Memasuki Hari Kedua
Pasalnya, pengangkutan harus dilakukan setiap hari untuk menghindari penumpukan sampah di titik-titik pelayanan.
Namun persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah kendaraan.
Semakin banyak sampah yang dihasilkan masyarakat, semakin besar pula beban yang harus ditangani di TPA.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat.
Warga didorong mulai mengurangi timbulan sekaligus melakukan pemilahan sampah dari rumah.
Sampah organik dan anorganik yang dipisahkan sejak awal dapat memberikan pilihan pengelolaan yang lebih luas.
Sebagian sampah organik misalnya dapat diolah menjadi kompos.
Sementara material seperti botol plastik, kardus maupun logam masih memiliki peluang untuk didaur ulang.
Pemilahan juga dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang akhirnya harus dibawa ke tempat pemrosesan akhir.
Keterlibatan dunia usaha menjadi bagian lain dari penanganan persoalan tersebut.
Dukungan armada melalui CSR merupakan salah satu contoh kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta.
Namun upaya jangka panjang membutuhkan perubahan kebiasaan masyarakat.
Penggunaan barang sekali pakai yang berlebihan dapat memperbesar volume sampah setiap hari.
Pemerintah daerah juga mempunyai tantangan memastikan proses pengangkutan berjalan teratur.
Kerusakan satu kendaraan saja dapat memengaruhi kemampuan pelayanan apabila jumlah armada terbatas.
Karena itu, penambahan dump truck diharapkan membantu meningkatkan fleksibilitas operasional DLH.
Angka sekitar 90 ton per hari menunjukkan besarnya pekerjaan yang harus dilakukan petugas kebersihan.
Dalam satu bulan, volume yang masuk ke sistem pengelolaan dapat mencapai ribuan ton apabila jumlah hariannya relatif sama.
Persoalan tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada petugas.
Masyarakat dapat ikut berkontribusi dengan mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak dan memilah material sebelum dibuang.
Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan warga, beban TPA Heuleut diharapkan dapat ditekan sekaligus menjaga lingkungan Majalengka tetap lebih bersih.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir