Keboncinta.com-- Ada kabar menarik bagi para santri menjelang peringatan Hari Santri 2026. Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Pesantren membuka sayembara bertajuk “Surat Santri untuk Presiden”.
Sayembara ini memberikan kesempatan kepada santri untuk menyampaikan ide, harapan, serta pandangan mengenai masa depan Indonesia melalui sebuah surat yang ditulis secara langsung dan personal.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi menulis. Kemenag juga menjadikannya sebagai ruang bagi santri untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperlihatkan cara generasi pesantren memandang berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, menyampaikan bahwa santri mempunyai peran dalam perjalanan Indonesia dan memiliki gagasan mengenai arah bangsa ke depan.
Melalui surat yang ditulis dalam sayembara tersebut, santri dapat menyampaikan pandangan dan suara mereka secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia.
Baca Juga: Honor Guru Non-ASN Bisa Dibayar dari BOS, Ini Syarat dan Batas untuk Sekolah Negeri
Menulis telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi keilmuan di lingkungan pesantren. Atas dasar itu, Kemenag melihat sayembara “Surat Santri untuk Presiden” sebagai momentum untuk meningkatkan keberanian santri dalam menyampaikan pemikiran melalui karya tulis.
Isi surat diharapkan tidak hanya mencerminkan pendapat pribadi peserta. Lebih dari itu, tulisan tersebut diharapkan mampu menunjukkan bagaimana santri melihat perubahan zaman, persoalan sosial di tengah masyarakat, serta kondisi Indonesia yang mereka harapkan pada masa mendatang.
Basnang mengatakan, karya yang masuk nantinya dapat menjadi gambaran mengenai perspektif santri dalam membaca berbagai persoalan Indonesia sekaligus gagasan yang mereka miliki untuk masa depan.
Dengan konsep tersebut, santri diberikan ruang untuk menyuarakan aspirasi melalui media yang sederhana, yakni surat yang ditulis dengan tangan mereka sendiri.
Dalam sayembara ini, Kemenag telah menyediakan tiga pilihan tema yang dapat digunakan peserta sebagai dasar dalam menyusun surat.
Ketiga tema tersebut mencakup aspirasi mengenai pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, dan harapan terhadap kesejahteraan rakyat.
Santri dapat menentukan salah satu tema yang paling sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan. Pemilihan tema tersebut diharapkan membantu peserta membuat tulisan yang lebih terarah sekaligus memperlihatkan kepedulian mereka terhadap persoalan penting di masyarakat.
Baca Juga: Data Dapodik yang Wajib Dicek Operator Sekolah agar SKTP Guru Tidak Terkendala
Selain menentukan tema, Kemenag juga memberikan aturan terkait bentuk dan teknis pengiriman karya.
Surat yang dibuat peserta memiliki batas maksimal 700 kata atau dua halaman kertas A4. Ada ketentuan khusus yang perlu diperhatikan karena karya tidak dibuat dan dikirim sebagai dokumen digital sejak awal.
Peserta diwajibkan menulis surat menggunakan tangan dengan pulpen berwarna hitam atau biru. Setelah selesai, tulisan tersebut harus dipindai dan dikirim dalam bentuk dokumen PDF.
Karya yang disertakan harus merupakan tulisan asli peserta. Peserta tidak diperbolehkan mengirimkan karya hasil plagiasi. Selain itu, tulisan yang didaftarkan juga tidak boleh merupakan karya yang sebelumnya telah meraih juara dalam kompetisi lain.
Bagi santri yang tertarik mengikuti sayembara, karya dikirim secara daring melalui email harisantri2026@kemenag.go.id.
Mengacu pada pengumuman Kemenag yang disampaikan pada 27 September 2026, periode pengiriman karya berlangsung mulai 25 September sampai 2 Oktober 2026.
Peserta perlu melengkapi sejumlah data saat mengirimkan surat. Informasi yang harus disertakan antara lain identitas peserta, nama atau identitas pesantren, nomor WhatsApp peserta dan/atau guru atau pembina santri, tema yang dipilih, serta naskah surat dalam format PDF.
Peserta juga harus menyertakan pernyataan bahwa surat yang dikirim merupakan karya yang ditulis sendiri.
Baca Juga: Data Dapodik yang Wajib Dicek Operator Sekolah agar SKTP Guru Tidak Terkendala
Sayembara “Surat Santri untuk Presiden” merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026.
Para pemenang nantinya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri Malam Bhakti Santri untuk Negeri, salah satu agenda dalam rangkaian puncak peringatan Hari Santri.
Hari Santri 2026 sendiri mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Berbagai kegiatan disiapkan untuk memperkuat pesantren sekaligus menampilkan kontribusi santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui sayembara ini, Kemenag membuka ruang agar gagasan santri dapat disampaikan dalam bentuk tulisan yang sederhana, tetapi tetap membawa pesan mengenai aspirasi, kepedulian, dan harapan mereka terhadap Indonesia.
Bagi santri yang mempunyai gagasan tentang pendidikan, lingkungan, maupun kesejahteraan masyarakat, “Surat Santri untuk Presiden” dapat menjadi kesempatan untuk menuangkan pemikiran tersebut sekaligus mengambil bagian dalam rangkaian Hari Santri 2026.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir