Mengutip buku Rahasia Dahsyat Shalawat: Keajaiban Lafadz Rasulullah SAW karya Ustadz M. Kamaluddin, berikut bacaan Sholawat Nariyah:
Arab:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Latin:
Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman tamman 'ala sayyidina Muhammadil ladzi tanhallu bihil 'uqadu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdha bihil hawaiju wa tunalu bihir raghaibu wa husnul khawatimi wa yustasqal ghamamu biwajhihil karimi wa 'ala alihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'lumin lak.
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan salam yang utuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Melalui beliau, segala ikatan terurai, kesusahan dihilangkan, kebutuhan terpenuhi, keinginan tercapai, dan akhir kehidupan yang baik diperoleh. Berkat wajah beliau yang mulia, awan pun menurunkan hujan. Semoga sholawat dan salam juga tercurah kepada keluarga serta para sahabat beliau pada setiap kedipan mata dan embusan napas sebanyak pengetahuan yang Engkau miliki."
Sholawat Syifa dikenal pula dengan nama Sholawat Thibbil Qulub atau Nurul Abshar. Bacaan ini berisi doa yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai penyejuk dan penyembuh hati, serta sumber cahaya bagi kehidupan umatnya.
Mengutip keterangan dalam laman NU yang merujuk catatan Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani, sholawat ini ditulis oleh Syekh Hasan Abul Halawah al-Ghazi.
Berikut lafaz Sholawat Syifa:
Arab:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Latin:
Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa'iha, wa 'afiyatil abdani wa syifa'iha, wa nuril abshari wa dhiya'iha, wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallim.
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, penyembuh hati dan obatnya, kesehatan badan dan kesembuhannya, serta cahaya penglihatan dan sinarnya. Limpahkanlah pula keselamatan kepada keluarga dan sahabatnya."
Baca Juga: Mengapa Sholawat Terasa Menenangkan? Ini Manfaatnya bagi Jiwa dan Kehidupan
Kelima bacaan di atas dapat menjadi pilihan bagi umat Islam yang ingin memperbanyak sholawat pada hari Jumat. Setiap bacaan memiliki susunan dan makna yang berbeda, tetapi semuanya mengandung doa serta penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Umat Islam tidak harus membaca seluruh jenis sholawat tersebut sekaligus. Sholawat yang pendek dapat diamalkan berulang kali, sedangkan bacaan yang lebih panjang bisa dibaca sesuai kemampuan dan waktu yang tersedia.
Hal terpenting adalah menjaga keikhlasan, memahami maknanya, serta menjadikan sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dengan demikian, hari Jumat dapat diisi dengan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir