Gaya Hidup
Rahman Abdullah

Sedang Marah? Hindari 4 Hal Ini agar Tidak Menyesal dan Merusak Hubungan dengan Orang Lain

Sedang Marah? Hindari 4 Hal Ini agar Tidak Menyesal dan Merusak Hubungan dengan Orang Lain

26 Oktober 2026 | 19:58

KebonCinta.com-- Marah adalah emosi yang wajar dialami setiap orang. Perasaan ini bisa muncul ketika menghadapi ketidakadilan, merasa kecewa, mengalami tekanan, atau berhadapan dengan sesuatu yang tidak sesuai harapan. Namun, cara seseorang merespons kemarahan dapat menentukan apakah masalah akan mereda atau justru semakin membesar.

Ketika emosi sedang memuncak, seseorang terkadang sulit berpikir jernih. Perkataan yang menyakitkan bisa terlontar begitu saja, keputusan dibuat tanpa pertimbangan, bahkan tindakan spontan dapat menimbulkan penyesalan setelah suasana hati kembali tenang.

Karena itu, mengelola amarah bukan berarti harus memendam perasaan. Hal yang lebih penting adalah mengenali emosi, memberi diri waktu untuk menenangkan diri, dan memilih respons yang tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari saat sedang marah agar situasi tidak semakin rumit.

Baca Juga: 6 Manfaat Aktivitas Fisik bagi Remaja, dari Menjaga Berat Badan hingga Mengurangi Stres 

1. Jangan Terburu-buru Mengambil Keputusan Penting

Salah satu kesalahan yang kerap terjadi ketika marah adalah mengambil keputusan secara spontan. Dalam kondisi emosi yang kuat, seseorang mungkin ingin segera mengakhiri hubungan, mengundurkan diri dari pekerjaan, membalas perlakuan orang lain, atau melakukan tindakan besar lainnya tanpa mempertimbangkan akibatnya.

Padahal, keputusan yang dibuat ketika pikiran belum tenang belum tentu mencerminkan keinginan yang sebenarnya. Setelah emosi mereda, seseorang bisa saja menyadari bahwa tindakannya terlalu berlebihan atau justru memperburuk keadaan.

Jika menghadapi situasi yang memancing amarah, cobalah menunda keputusan yang tidak mendesak. Beri waktu bagi diri sendiri untuk memahami masalah, mempertimbangkan berbagai pilihan, dan memikirkan konsekuensi dari setiap tindakan.

Menunda keputusan bukan berarti lari dari masalah. Langkah ini justru memberi kesempatan untuk menyelesaikan persoalan dengan lebih rasional.

2. Hindari Meluapkan Kemarahan di Media Sosial

Media sosial sering menjadi tempat seseorang menyampaikan pikiran dan perasaannya. Namun, mengunggah sesuatu ketika sedang marah berisiko menimbulkan persoalan baru, terutama jika unggahan berisi sindiran, hinaan, tuduhan, atau informasi pribadi orang lain.

Tulisan yang dibuat dalam hitungan detik bisa disimpan melalui tangkapan layar, dibagikan kepada banyak orang, dan sulit ditarik kembali sepenuhnya. Akibatnya, konflik yang awalnya hanya melibatkan dua orang dapat meluas ke lingkungan pertemanan, keluarga, bahkan tempat kerja.

Sebelum mengunggah sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri apakah tulisan tersebut benar-benar perlu dipublikasikan. Jika tujuannya hanya untuk melampiaskan emosi, lebih baik simpan terlebih dahulu sebagai catatan pribadi atau tunggu sampai pikiran lebih jernih.

Media sosial sebaiknya digunakan dengan pertimbangan yang matang, bukan sebagai tempat meluapkan kemarahan sesaat.

Baca Juga: Siapa Saja yang Berhak Mendaftar PPG Daljab Kemenag 2026? Ini Syarat Lengkapnya 

3. Jangan Membanting Barang atau Bertindak Agresif

Ketika kemarahan sulit dikendalikan, sebagian orang terdorong membanting pintu, melempar barang, memukul benda, atau melakukan tindakan impulsif lainnya. Meski mungkin terasa seperti pelampiasan sesaat, perilaku tersebut dapat menimbulkan kerusakan dan membuat orang di sekitar merasa takut atau terancam.

Tindakan agresif juga berisiko menyebabkan cedera, merusak barang milik orang lain, dan memperburuk hubungan yang sebelumnya sudah mengalami masalah.

Jika mulai merasa ingin bertindak kasar, cobalah menghentikan aktivitas sejenak. Letakkan benda yang sedang dipegang, menjauh dari barang yang berpotensi membahayakan, lalu fokus pada pernapasan secara perlahan.

Apabila situasi di sekitar terasa tidak aman, prioritaskan keselamatan dengan mengambil jarak dari sumber konflik. Jika kemarahan berulang kali membuat seseorang kehilangan kendali atau menyakiti orang lain, mencari bantuan profesional dapat menjadi langkah yang tepat.

4. Jangan Memaksakan Perdebatan Saat Emosi Memuncak

Keinginan untuk segera membuktikan bahwa diri sendiri benar sering muncul ketika seseorang sedang marah.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Mengendalikan emosi Emosi marah Kesehatan Mental

Komentar Pengguna