Semester tua
Azzahra Esa Nabila

Self-Care Bukan Kemewahan, tetapi Kebutuhan Mahasiswa Semester Akhir

Self-Care Bukan Kemewahan, tetapi Kebutuhan Mahasiswa Semester Akhir

27 Juli 2026 | 16:42

Keboncinta.com-- Semester akhir sering kali identik dengan jadwal yang penuh.

Ada yang sedang menyelesaikan skripsi, mempersiapkan KKN, menjalani PPL, mengejar seminar, hingga tetap harus mengikuti organisasi atau bekerja paruh waktu.

Di tengah semua itu, banyak mahasiswa justru merasa bersalah ketika beristirahat.

Seolah-olah setiap menit yang tidak digunakan untuk belajar adalah bentuk kemalasan.

Padahal, tubuh mulai mudah lelah, pikiran sulit fokus, dan emosi menjadi lebih sensitif.

Tanpa disadari, banyak mahasiswa yang terus memaksa diri berjalan meski energi sudah hampir habis.

Fenomena ini muncul karena banyak orang masih memandang produktivitas sebagai ukuran utama keberhasilan.

Mahasiswa sering merasa harus selalu sibuk agar dianggap serius menjalani kuliah.

Akibatnya, kebutuhan paling dasar seperti tidur yang cukup, makan teratur, berolahraga ringan, atau sekadar menikmati waktu tanpa memikirkan tugas sering kali diabaikan.

Padahal, otak manusia juga memiliki batas kemampuan.

Ketika terus dipaksa bekerja tanpa jeda, konsentrasi menurun, kreativitas berkurang, bahkan keputusan sederhana pun terasa sulit diambil.

Istirahat bukan penghambat produktivitas, melainkan bagian dari proses agar seseorang mampu bekerja lebih baik.

Yang sering tidak disadari, self-care bukan hanya tentang pergi liburan atau melakukan perawatan diri yang mahal.

Self-care bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Menyempatkan tidur lebih awal, mengurangi waktu menatap layar sebelum tidur, berjalan santai selama beberapa menit, berbincang dengan teman, atau meluangkan waktu membaca buku favorit dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.

Kebiasaan kecil seperti ini membantu menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesehatan mental.

Mahasiswa yang mampu merawat dirinya justru cenderung lebih siap menghadapi tekanan karena memiliki energi yang cukup untuk berpikir jernih dan menyelesaikan masalah.

Tags:
Self Care Semester tua Mahasiswa Fakultas Dakwah Komunikasi Islam

Komentar Pengguna