KebonCinta.com-- Jadwal kuliah yang padat sering membuat mahasiswa kesulitan membagi waktu untuk belajar. Selain mengikuti perkuliahan, banyak mahasiswa juga aktif di organisasi kampus, menjadi panitia acara, menjalani magang, mengikuti lomba, hingga merintis bisnis. Akibatnya, persiapan ujian terkadang baru dilakukan ketika waktu sudah semakin sempit.
Situasi ini membuat metode SKS atau Sistem Kebut Semalam masih menjadi pilihan bagi sebagian mahasiswa. Materi yang seharusnya dipelajari secara bertahap akhirnya harus dikuasai dalam waktu singkat menjelang ujian.
Meski bukan strategi belajar yang ideal, belajar dalam waktu terbatas bisa dibuat lebih terarah. Kuncinya bukan sekadar membaca materi sebanyak mungkin, melainkan memilih cara belajar yang membantu memahami informasi dan mengingat bagian penting.
Ada beberapa teknik yang dapat dicoba agar waktu belajar yang singkat bisa dimanfaatkan dengan lebih efektif.
Baca Juga: Cara Membuat Pemetaan Ketercapaian Tujuan Pembelajaran 2026: Format, Asesmen, dan Tindak Lanjut
Belajar selama berjam-jam tanpa jeda tidak selalu membuat seseorang lebih produktif. Ketika konsentrasi mulai menurun, membaca materi berulang kali justru bisa menghabiskan waktu tanpa memberikan hasil yang maksimal.
Salah satu cara mengatur waktu belajar adalah menggunakan teknik Pomodoro. Metode ini membagi kegiatan belajar menjadi sesi singkat yang diselingi waktu istirahat.
Caranya cukup sederhana. Belajarlah selama 25 menit dengan fokus pada satu materi, kemudian beristirahat selama 5 menit. Setelah menyelesaikan empat sesi, kamu bisa mengambil jeda yang lebih panjang, sekitar 15–30 menit.
Selama sesi belajar, hindari membuka media sosial atau membalas pesan yang tidak mendesak. Gunakan waktu tersebut untuk memahami konsep, membuat rangkuman, atau mengerjakan latihan soal.
Teknik ini dapat membantu mahasiswa mengatur waktu dan menjaga perhatian tetap terarah. Jika materi membutuhkan konsentrasi lebih lama, durasi belajar juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Waktu menjelang tidur bisa dimanfaatkan untuk meninjau materi yang telah dipelajari. Misalnya, membaca kembali poin penting, mengingat rumus, atau mencoba menjelaskan suatu konsep tanpa melihat catatan.
Cara yang lebih efektif bukan hanya membaca berulang kali, melainkan mencoba mengingat informasi dari ingatan sendiri. Setelah itu, periksa catatan untuk mengetahui bagian yang masih keliru atau terlupakan.
Tidur juga berperan penting dalam proses pembentukan dan penguatan ingatan. Karena itu, belajar sebelum tidur sebaiknya menjadi sesi pengulangan singkat, bukan alasan untuk begadang sepanjang malam.
Kurang tidur dapat mengganggu konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan berpikir. Padahal, kemampuan tersebut sangat dibutuhkan ketika mengerjakan ujian.
Jika ujian berlangsung keesokan pagi, prioritaskan materi inti dan berikan tubuh waktu istirahat yang cukup. Belajar hingga larut malam tanpa batas justru berisiko membuat kamu kesulitan memahami soal saat ujian.
Baca Juga: 6 Kebiasaan Sepele yang Bikin Kamu Suka Menunda Tugas, Nomor 4 Sering Tidak Disadari
Ketika waktu belajar terbatas, mahasiswa perlu mengetahui materi mana yang sudah dipahami dan bagian mana yang masih membingungkan. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan mengerjakan latihan soal.
Mulailah dengan mencoba menjawab pertanyaan tanpa membuka buku atau catatan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir