Keboncinta.com —Umat Islam dianjurkan untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dapat dilakukan adalah memperbanyak doa dan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Di antara bacaan sholawat yang dikenal memiliki kandungan doa perlindungan dari kezaliman adalah Sholawat Asyghil. Amalan ini berisi permohonan agar Allah SWT mengalihkan kejahatan orang-orang zalim sehingga umat Islam terhindar dari gangguan dan ancaman mereka.
Sholawat Asyghil juga dikenal luas di kalangan masyarakat Muslim Indonesia dan kerap dilantunkan dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Lantas, bagaimana bacaan Sholawat Asyghil lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya? Berikut penjelasannya.
Dikutip dari buku Kumpulan Sholawat dan Pupujian karya Lukmanul Hakim, berikut bacaan Sholawat Asyghil yang dapat diamalkan umat Islam.
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِينَ بِالظَّالِمِينَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِينَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Arab Latin:
Allāhumma shalli 'alā sayyidinā Muhammad, wa asyghilizh-zhālimīna bizh-zhālimīn, wa akhrijnā min bainihim sālimīn, wa 'alā ālihī wa shahbihī ajma'īn.
Artinya:
"Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim agar mendapat kejahatan dari orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka, dan berikanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau."
Bacaan tersebut mengandung permohonan agar Allah SWT memberikan keselamatan kepada umat Islam dari tindakan orang-orang yang berbuat zalim.
Baca Juga: Mengenal 5 Keutamaan Allahul Kafi Rabbunal Kafi, Sholawat Memohon Perlindungan Allah
Sholawat Asyghil memiliki sejarah yang berkaitan dengan situasi politik dan konflik pada masa awal perkembangan Islam.
Mengutip buku Lentera Iman: Kumpulan Sholawat Istimewa dari Habaib dan Ulama Tanah Air karya Rohman, Ahmad Zahroh menjelaskan bahwa Sholawat Asyghil dinisbatkan kepada al-Imam Ja'far ash-Shadiq yang wafat pada 138 Hijriah.
Ja'far ash-Shadiq merupakan salah satu ulama besar dari kalangan Ahlul Bait yang hidup pada masa peralihan Dinasti Umayyah menuju Dinasti Abbasiyah. Periode tersebut diwarnai berbagai konflik politik dan ketegangan kekuasaan.
Dalam catatan sejarah yang dikutip buku tersebut, Sholawat Asyghil dikaitkan dengan keadaan Ahlul Bait atau keturunan Nabi Muhammad SAW yang menghadapi tekanan dan berbagai bentuk kezaliman.
Doa dalam sholawat ini menggambarkan permohonan agar orang-orang yang berbuat zalim disibukkan dengan pertentangan di antara mereka sendiri, sehingga tidak lagi mengganggu orang-orang yang ingin menjalani kehidupan dengan aman.
Selain itu, Sholawat Asyghil juga dikenal diamalkan oleh sejumlah ulama pada masa penjajahan Belanda.
Dalam buku tersebut turut dikutip tesis Sierly Ulya Maulida berjudul KH. Ali Manshur: Biografi dan Penggagas Sholawat Badar. Keterangan tersebut menyebutkan bahwa banyak ulama melantunkan Sholawat Asyghil sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dalam menghadapi tekanan penjajahan.
Sholawat Asyghil tidak hanya berisi pujian dan doa kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memuat permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
Mengutip NU Online, istilah asyghil berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti menyibukkan. Dalam konteks bacaan sholawat tersebut, kalimat wa asyghilizh-zhālimīna bizh-zhālimīn mengandung permohonan agar Allah menyibukkan orang-orang zalim dengan urusan dan kejahatan sesama mereka.
Dengan demikian, mereka diharapkan tidak memiliki kesempatan untuk mengganggu atau mencelakai orang lain.
Sementara itu, kalimat wa akhrijnā min bainihim sālimīn berarti permohonan agar Allah mengeluarkan dan menyelamatkan umat Islam dari lingkungan orang-orang zalim dalam keadaan selamat.
Makna tersebut menunjukkan bahwa Sholawat Asyghil merupakan doa untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan terhindar dari tindakan sewenang-wenang.
Baca Juga: Sholawat atau Berdoa: Mana yang Lebih Baik? Ini Cara Memahaminya
Membaca Sholawat Asyghil dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon pertolongan ketika menghadapi ketidakadilan.
Beberapa pesan yang terkandung dalam bacaan ini antara lain:
Meski demikian, membaca Sholawat Asyghil bukan berarti umat Islam dianjurkan membalas kezaliman dengan kezaliman. Doa tersebut merupakan permohonan agar Allah memberikan perlindungan dan menghentikan tindakan orang-orang yang berbuat aniaya.
Pada akhirnya, Sholawat Asyghil mengingatkan umat Islam untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Selain memperbanyak sholawat dan doa, umat Islam juga perlu melakukan ikhtiar nyata serta menjaga diri dari tindakan yang merugikan orang lain.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir