Sebagian umat Islam mengamalkan Sholawat Fatih untuk memohon kemudahan dalam urusan rezeki dan terbebas dari kesulitan keuangan, termasuk lilitan utang.
Amalan ini dapat menjadi penguat spiritual ketika seseorang menghadapi persoalan ekonomi. Namun, doa tetap perlu disertai ikhtiar, bekerja dengan cara yang halal, dan mengelola keuangan secara bijak.
Dalam sejumlah keterangan, membaca Sholawat Fatih sebanyak 20 kali setiap selesai salat fardu diyakini sebagai ikhtiar untuk memohon perlindungan dari berbagai keburukan dan malapetaka dunia.
Amalan tersebut dapat menjadi bagian dari kebiasaan memperbanyak doa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan keselamatan.
Baca Juga: Mengapa Sholawat Terasa Menenangkan? Ini Manfaatnya bagi Jiwa dan Kehidupan
Selain keutamaan yang disebutkan dalam buku Zulfa Maulida, Sholawat Fatih juga dibahas dalam sejumlah literatur tasawuf dan tradisi keilmuan Islam.
Mengutip buku Control of Your Spiritual karya Albar Yusuf Subehi, keutamaan Sholawat Fatih disebutkan dalam Nazham al-Yaqutah al-Faridah.
Di antara keterangan yang dinukil adalah pahala membaca Sholawat Fatih yang disebut sangat besar bagi orang yang menjadikannya sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ada pula keterangan mengenai pahala yang berlipat ganda, bahkan diumpamakan setara dengan zikir seluruh makhluk hingga 6.000 kali lipat.
Sementara itu, dalam kitab Bughyatul Mustafid, Syekh Ahmad Tijani RA juga menyampaikan perumpamaan mengenai besarnya pahala membaca Sholawat Fatih.
Dalam keterangan tersebut, pahala membaca Sholawat Fatih satu kali diumpamakan lebih besar daripada akumulasi pahala sholawat yang dibaca jutaan orang dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Berbagai keterangan tersebut merupakan bagian dari tradisi keutamaan Sholawat Fatih yang berkembang dalam literatur tertentu. Karena itu, umat Islam sebaiknya tetap membedakan antara keutamaan yang bersumber dari hadis sahih dan keterangan yang dinukil dari kitab atau pendapat ulama.
Pada akhirnya, membaca Sholawat Fatih dapat menjadi salah satu bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalkan sholawat dengan penuh keikhlasan, disertai ibadah dan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahu a'lam bishawab.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir