Kegiatan tersebut membantu anak membangun kemampuan bahasa sekaligus memperkaya pengetahuan dari lingkungan sekitarnya.
Hajovsky menegaskan bahwa memperkuat keterampilan dasar di rumah, meskipun terlihat sederhana, dapat memberikan pengaruh berarti terhadap perkembangan kemampuan membaca anak.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak terburu-buru membandingkan kemampuan membaca anak dengan teman sebaya atau saudara kandungnya.
Setiap anak memiliki proses perkembangan dan kebutuhan belajar yang berbeda. Pendampingan yang tepat akan membantu mereka mengembangkan keterampilan secara bertahap.
Penelitian ini mengingatkan bahwa kemampuan membaca merupakan keterampilan kompleks yang melibatkan berbagai proses kognitif.
Anak yang kesulitan membaca belum tentu memiliki kecerdasan rendah. Bisa jadi, mereka hanya membutuhkan dukungan lebih besar dalam mengembangkan kemampuan memproses suara, memperkaya kosakata, atau memahami bahasa.
Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Guru dan orang tua sebaiknya memberikan kesempatan belajar yang cukup tanpa memberikan label negatif.
Dengan mengenali faktor yang memengaruhi kemampuan membaca, proses pendampingan dapat dilakukan secara lebih terarah. Tujuannya bukan sekadar membuat anak mampu membaca lebih cepat, melainkan membantu mereka memahami bacaan dan membangun keterampilan literasi yang kuat.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir