Pendidikan
Hilmi An Naufal

Sering Memuji Anak karena Cantik atau Ganteng? Orang Tua Perlu Perhatikan Dampaknya

Sering Memuji Anak karena Cantik atau Ganteng? Orang Tua Perlu Perhatikan Dampaknya

20 Agustus 2026 | 13:27

Keboncinta.com – “Kamu cantik sekali,” “Anak Mama paling ganteng,” atau “Wah, kamu kelihatan lebih cantik pakai baju itu.”

Kalimat seperti ini mungkin sering disampaikan orang tua sebagai bentuk kasih sayang kepada anak. Memberikan pujian tentu bukan sesuatu yang salah. Namun, apabila perhatian dan pujian terlalu sering berpusat pada penampilan fisik, anak dapat menangkap pesan bahwa penampilan merupakan bagian terpenting dari dirinya.

Padahal, anak perlu belajar bahwa nilai dirinya tidak hanya ditentukan oleh wajah, bentuk tubuh, warna kulit, rambut atau penampilan.

Kemampuan, usaha, keberanian, kreativitas, kebaikan dan berbagai kualitas lainnya juga perlu mendapatkan perhatian dari orang-orang terdekat.

Anak Mulai Mengenal Penampilan Sejak Usia Dini

Kesadaran mengenai tubuh dan penampilan dapat berkembang sejak anak masih kecil.

Psikolog Janet Boseovski dan Ashleigh Gallagher menjelaskan bahwa anak perempuan mulai menerima berbagai pesan yang dapat membentuk citra tubuh bahkan sejak usia prasekolah.

Cara orang tua berbicara mengenai penampilan anak, dirinya sendiri maupun orang lain dapat ikut memengaruhi bagaimana anak memahami tubuh dan nilai dirinya.

Karena itu, orang tua perlu memperhatikan percakapan sehari-hari yang terdengar sederhana tetapi terus diterima anak.

Pujian Fisik Bukan Berarti Harus Dilarang

Orang tua tidak perlu menjadi takut mengatakan anaknya cantik atau ganteng.

Pujian terhadap penampilan dapat menjadi ekspresi kasih sayang yang wajar.

Hal yang perlu diperhatikan adalah keseimbangannya.

Jika hampir semua pujian yang diterima anak berkaitan dengan penampilan, sementara usaha, keterampilan, keberanian atau kebaikannya jarang dihargai, anak dapat semakin berfokus pada aspek fisik.

Psikolog yang membahas perkembangan citra tubuh anak menyarankan agar orang tua juga memberikan perhatian terhadap berbagai kualitas lain yang membentuk diri anak.

Jangan Sampai Harga Diri Bergantung pada Penampilan

Penampilan fisik dapat berubah dan setiap anak akan mengalami perkembangan tubuh seiring bertambahnya usia.

Anak juga akan bertemu dengan teman sebaya, media sosial dan standar kecantikan yang berbeda-beda.

Apabila sejak kecil anak terlalu terbiasa memperoleh pengakuan karena penampilannya, perubahan atau komentar negatif mengenai fisik berpotensi terasa lebih berarti baginya.

Terlebih ketika memasuki masa remaja, penampilan dapat menjadi persoalan yang sangat sensitif.

APA mencatat remaja dapat menghabiskan banyak perhatian pada penampilan dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kelompoknya. Salah satu langkah yang dapat membantu adalah mendorong sumber harga diri selain penampilan fisik, termasuk pencapaian akademik, seni maupun olahraga.

Puji Usaha, Bukan Hanya Hasil

Ada banyak bentuk apresiasi yang dapat diberikan kepada anak.

Ketika anak berhasil menggambar, misalnya, orang tua dapat mengapresiasi ketekunan dan proses yang dilakukan.

Ketika anak berhasil menyelesaikan tugas yang sulit, perhatian dapat diberikan kepada usahanya untuk terus mencoba.

Penelitian mengenai pujian juga menunjukkan bahwa cara orang dewasa memberikan pujian dapat menghasilkan dampak berbeda.

American Psychological Association menjelaskan pujian yang terlalu diarahkan pada kualitas pribadi dapat menjadi masalah ketika anak kemudian mengalami kegagalan. Sebaliknya, pujian terhadap usaha dan strategi membantu mengarahkan perhatian pada sesuatu yang dapat dikembangkan.

Hati-hati Membandingkan Penampilan Anak

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan membandingkan fisik anak.

Ucapan seperti “Kakaknya lebih putih,” “Adiknya lebih tinggi,” atau membandingkan bentuk tubuh dengan teman dan saudara dapat membuat anak semakin sadar terhadap standar tertentu mengenai penampilan.

Orang tua sebaiknya membantu anak memahami bahwa manusia memiliki bentuk tubuh dan karakteristik fisik yang beragam.

Perbedaan tersebut tidak menentukan siapa yang lebih bernilai.

Pesan semacam ini semakin penting ketika anak mulai terpapar media sosial yang menampilkan berbagai standar penampilan.

Cara Orang Tua Membicarakan Tubuh Sendiri Juga Berpengaruh

Anak tidak hanya belajar dari ucapan yang secara langsung ditujukan kepadanya.

Mereka juga memperhatikan bagaimana orang tua berbicara mengenai dirinya sendiri.

Keluhan seperti merasa terlalu gemuk, merasa tidak pantas mengenakan pakaian tertentu atau terus membandingkan tubuh dengan orang lain dapat terdengar dan dipelajari anak.

Gallagher menjelaskan bahwa ketika seorang ibu terus memberikan komentar negatif mengenai tubuhnya sendiri, anak dapat mulai mempertanyakan penampilannya dengan cara serupa.

Karena itu, membangun citra tubuh sehat pada anak juga membutuhkan contoh dari orang dewasa di rumah.

Ajarkan Tubuh dari Sisi Fungsinya

Percakapan mengenai tubuh juga dapat diarahkan pada apa yang mampu dilakukan tubuh, bukan hanya bagaimana tampilannya.

Kaki memungkinkan anak berlari dan bermain. Tangan membantunya menggambar, menulis dan memeluk orang yang disayangi.

Tubuh membutuhkan makanan bergizi, aktivitas fisik dan istirahat agar dapat berfungsi dengan baik.

Pendekatan tersebut membantu anak memahami bahwa tubuh memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar memenuhi standar kecantikan tertentu. Para ahli yang diwawancarai APA juga menyarankan pembicaraan mengenai tubuh dengan menghargai fungsinya.

Bangun Rasa Percaya Diri dari Banyak Sisi

Anak perlu mengetahui bahwa dirinya memiliki banyak kualitas yang dapat dihargai.

Orang tua dapat memberikan apresiasi ketika anak berusaha menyelesaikan masalah, berani mencoba sesuatu yang baru, membantu orang lain, bertanggung jawab atau menunjukkan kreativitas.

Dengan begitu, anak memperoleh lebih banyak sumber untuk membangun rasa percaya diri.

Ia tidak harus menjadi yang paling cantik, ganteng, tinggi atau memiliki bentuk tubuh tertentu untuk merasa dirinya berharga.

Pujian terhadap penampilan tetap boleh diberikan sebagai bagian dari kasih sayang. Namun, jangan sampai pujian tersebut menjadi satu-satunya bentuk penghargaan yang paling sering didengar anak.

Pada akhirnya, pesan penting yang perlu diterima anak adalah sederhana: dirinya dihargai bukan hanya karena bagaimana ia terlihat, tetapi juga karena usaha, kemampuan, karakter dan siapa dirinya secara keseluruhan.

Tags:
Parenting

Komentar Pengguna