KebonCinta.com - Pagi hari menjadi awal bagi tubuh untuk kembali menjalankan berbagai aktivitas setelah beristirahat sepanjang malam. Namun, rutinitas yang dilakukan sejak bangun tidur ternyata dapat memengaruhi kondisi kesehatan, termasuk kemampuan tubuh dalam mengendalikan peradangan.
Peradangan merupakan bagian alami dari sistem kekebalan tubuh. Respons ini membantu melawan infeksi sekaligus memperbaiki jaringan yang mengalami cedera. Akan tetapi, jika berlangsung terus-menerus, peradangan kronis dapat mengganggu jaringan sehat dan berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan.
Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sederhana sebelum pukul 10 pagi dapat memengaruhi proses tersebut. Mulai dari kurang memperhatikan asupan serat saat sarapan hingga langsung menghadapi tekanan pekerjaan setelah bangun tidur.
Mengutip penjelasan ahli yang dilansir Eating Well, terdapat empat kebiasaan pagi yang sebaiknya diperhatikan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh dan mengelola peradangan. Berikut ulasannya.
Baca Juga: Ingin Tubuh Lebih Sehat? Coba 4 Rutinitas Pagi Ini untuk Membantu Mengendalikan Peradangan
Sarapan bukan sekadar cara mengisi energi sebelum memulai aktivitas. Waktu makan ini juga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan serat harian yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan.
Pola makan rendah serat dapat membuat asupan nutrisi untuk mendukung kesehatan usus menjadi kurang optimal. Sebaliknya, makanan kaya serat membantu menjaga fungsi pencernaan dan mendukung keseimbangan mikroorganisme baik di dalam usus.
Beberapa pilihan menu yang bisa dikonsumsi saat sarapan antara lain oatmeal, buah beri, biji chia, roti gandum utuh, serta yogurt yang dipadukan dengan telur.
Mengombinasikan sumber serat dan protein juga dapat membantu menciptakan menu sarapan yang lebih seimbang. Dengan begitu, kebutuhan energi dan nutrisi tubuh dapat terpenuhi untuk menunjang aktivitas sepanjang pagi.
Kesibukan pada pagi hari sering membuat seseorang langsung duduk berjam-jam di depan komputer. Kebiasaan ini banyak ditemukan pada pekerja kantoran yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan aktivitas minim gerak.
Padahal, aktivitas fisik memiliki peran penting dalam membantu tubuh mengatur respons peradangan. Bergerak secara teratur juga mendukung pengendalian kadar gula darah yang berkaitan dengan kesehatan metabolisme.
Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat untuk memulai kebiasaan ini. Berjalan kaki ringan setelah sarapan, melakukan peregangan di sela pekerjaan, atau memilih menggunakan tangga dapat menjadi pilihan sederhana.
Selain itu, olahraga teratur dan latihan kekuatan menggunakan berat badan sendiri juga bisa dimasukkan ke dalam rutinitas mingguan. Hal terpenting adalah menghindari kebiasaan duduk terlalu lama tanpa diselingi aktivitas fisik.
Kebiasaan begadang tidak hanya membuat tubuh terasa lelah saat bangun tidur. Kurang tidur juga dapat memengaruhi berbagai proses biologis, termasuk mekanisme yang mengatur respons peradangan.
Sejumlah penelitian pada orang dewasa menunjukkan bahwa beberapa malam dengan kualitas tidur yang tidak memadai berkaitan dengan peningkatan penanda inflamasi. Karena itu, kebiasaan tidur yang buruk menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Untuk membantu menjaga kualitas istirahat, orang dewasa umumnya dianjurkan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam. Menjaga jadwal tidur dan bangun secara konsisten juga dapat membantu tubuh membentuk pola istirahat yang lebih teratur.
Oleh karena itu, mengurangi kebiasaan begadang dan membatasi aktivitas yang mengganggu waktu tidur menjadi langkah sederhana yang layak dicoba.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir