Selain mengandalkan sinar matahari, kebutuhan vitamin D dapat dibantu melalui pilihan makanan sehari-hari.
Beberapa bahan pangan yang mengandung vitamin D di antaranya:
Tidak semua jenis susu atau produk olahan mengandung tambahan vitamin D. Karena itu, periksa informasi nilai gizi dan komposisi pada kemasan sebelum membeli.
Mengombinasikan berbagai sumber makanan bergizi dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian sekaligus menjaga pola makan tetap seimbang.
Pada kondisi tertentu, asupan vitamin D dari makanan dan paparan matahari mungkin belum mencukupi kebutuhan tubuh. Dalam situasi tersebut, dokter dapat menyarankan penggunaan suplemen.
Namun, konsumsi suplemen sebaiknya tidak dilakukan secara asal, terutama dengan dosis tinggi tanpa mengetahui kondisi tubuh.
Vitamin D termasuk vitamin yang larut dalam lemak. Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka waktu tertentu, kadarnya dapat menumpuk dan menyebabkan keracunan.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah serta menimbulkan keluhan seperti mual, muntah, lemas, dan gangguan ginjal.
Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum menggunakan suplemen. Dokter dapat mempertimbangkan riwayat kesehatan, pola makan, faktor risiko, serta pemeriksaan kadar vitamin D jika diperlukan.
Jika tubuh terus terasa lelah meskipun sudah mendapatkan istirahat yang cukup, jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah kekurangan vitamin D.
Perhatikan apakah keluhan tersebut disertai kelemahan otot, nyeri tulang, atau gangguan lain yang menghambat aktivitas sehari-hari.
Dokter dapat melakukan evaluasi untuk mencari penyebabnya. Jika terdapat indikasi kekurangan vitamin D, pemeriksaan darah 25-hidroksivitamin D dapat digunakan untuk menilai kadarnya dalam tubuh.
Langkah ini penting agar penanganan yang diberikan sesuai dengan penyebab masalah, bukan sekadar mengonsumsi vitamin tanpa dasar pemeriksaan.
Baca Juga: Pendidikan Karakter Sejak Dini Sangat Penting, Ini Pengaruhnya bagi Masa Depan Anak
Kekurangan vitamin D memang dapat berkaitan dengan kelelahan dan gangguan fungsi otot. Akan tetapi, kondisi tersebut bukan satu-satunya penyebab tubuh kehilangan energi.
Menjaga kesehatan dapat dimulai dengan kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi makanan bergizi, beraktivitas di luar ruangan secara aman, tidur cukup, dan memperhatikan kondisi tubuh.
Apabila rasa lelah berlangsung terus-menerus, pemeriksaan kesehatan menjadi langkah yang lebih tepat daripada menebak-nebak penyebabnya.
Dengan memahami kebutuhan vitamin D dan menjaga pola hidup seimbang, Anda dapat mengambil langkah yang lebih bijak untuk merawat kesehatan tubuh dalam jangka panjang.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir