KebonCinta.com - Menentukan gagasan utama terlihat sederhana, tetapi masih sering menimbulkan kesalahan ketika siswa mengerjakan soal Bahasa Indonesia.
Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan memilih jawaban berdasarkan posisi kalimat tanpa memahami isi paragraf. Padahal, menentukan jenis paragraf membutuhkan pemahaman terhadap hubungan antara kalimat utama dan kalimat penjelas.
Apa saja kesalahan yang perlu dihindari?
Kesalahan pertama adalah menganggap setiap paragraf memiliki gagasan utama pada kalimat pertama. Padahal, hal tersebut berlaku pada paragraf deduktif, bukan semua jenis paragraf.
Baca Juga: Kata Rujukan dalam Paragraf: Pengertian, Contoh, dan Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP
Dalam paragraf induktif, gagasan utama justru ditempatkan pada bagian akhir setelah beberapa kalimat penjelas.
Karena itu, siswa perlu membaca paragraf secara menyeluruh sebelum menentukan jawabannya.
Mengira Kalimat Terakhir Selalu Merupakan Kesimpulan
Kalimat terakhir tidak selalu berfungsi sebagai kesimpulan atau gagasan utama.
Dalam paragraf deduktif, kalimat terakhir dapat berupa contoh, rincian, atau informasi tambahan.
Sebaliknya, dalam paragraf induktif, kalimat terakhir biasanya menyampaikan pernyataan umum yang merangkum kalimat sebelumnya.
Untuk membedakannya, perhatikan fungsi kalimat tersebut terhadap keseluruhan isi paragraf.
Tertukar antara Gagasan Utama dan Kalimat Penjelas
Gagasan utama merupakan inti pembahasan, sedangkan kalimat penjelas memberikan informasi pendukung.
Baca Juga: Materi TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut: Kisi-Kisi, Ringkasan, dan Contoh Soal Lengkap
Perhatikan contoh berikut.
Buah-buahan mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Jeruk dikenal sebagai salah satu sumber vitamin C. Pisang mengandung kalium yang membantu berbagai fungsi tubuh.
Gagasan utama terdapat pada kalimat pertama.
Kalimat tentang jeruk dan pisang merupakan contoh yang mendukung pernyataan tersebut.
Jika siswa memilih kalimat kedua sebagai gagasan utama, berarti informasi khusus telah tertukar dengan inti pembahasan.
Kata seperti jadi, oleh karena itu, atau dengan demikian memang dapat menandai kesimpulan.
Namun, kata tersebut tidak selalu menunjukkan letak gagasan utama.
Cara yang lebih tepat adalah mencari kalimat yang paling mewakili seluruh isi paragraf.
Baca Juga: Latihan TKA Bahasa Indonesia SMA, Bagaimana Mengenali Pola Pengembangan Paragraf?
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, siswa dapat menentukan gagasan utama dan jenis paragraf secara lebih teliti, terutama ketika menghadapi soal pemahaman bacaan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir