Pendidikan
Al Fina

Soal TKA SMA 2026 Dikeluhkan Terlalu Panjang, Mendikdasmen Ungkap Alasan di Balik Standar Internasional

Soal TKA SMA 2026 Dikeluhkan Terlalu Panjang, Mendikdasmen Ungkap Alasan di Balik Standar Internasional

29 Oktober 2026 | 20:15

KebonCinta.com - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA dan sederajat pada Oktober 2026 menjadi perhatian setelah sejumlah siswa mengeluhkan panjangnya teks soal yang harus mereka pahami. Keluhan tersebut terutama muncul pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, termasuk pilihan jawaban yang dinilai cukup mengecoh.

Menanggapi hal itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa format soal TKA memang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir siswa secara lebih mendalam. Panjangnya teks bukan sekadar tambahan dalam soal, melainkan bagian dari pendekatan evaluasi yang mengacu pada standar internasional.

Penjelasan tersebut disampaikan saat Abdul Mu'ti meninjau pelaksanaan TKA di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Senin lalu (26/10/2026).

Lantas, mengapa soal TKA dibuat panjang dan apa kaitannya dengan standar internasional yang diterapkan dalam sistem evaluasi pendidikan?

Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026 

Siswa Keluhkan Teks Panjang dan Pilihan Jawaban yang Mengecoh

Sejumlah peserta TKA mengaku harus membaca soal secara cermat agar dapat menentukan jawaban yang sesuai. Tantangan tersebut dirasakan terutama ketika pertanyaan disertai bacaan panjang yang memuat informasi penting untuk dianalisis.

Nairah Marwah Dewi, peserta TKA dari SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, menilai bahwa soal yang dihadapinya membutuhkan ketelitian dan konsentrasi tinggi.

Ia menyampaikan bahwa siswa perlu benar-benar memahami pertanyaan sebelum menentukan pilihan jawaban. Menurutnya, membaca secara terburu-buru berisiko membuat peserta keliru menangkap maksud soal.

Pengalaman serupa diungkapkan Abiyyu Desain Nagari, siswa dari sekolah yang sama. Ia menjelaskan bahwa teks menjadi bagian penting dalam menjawab soal karena informasi yang dibutuhkan untuk menentukan jawaban terdapat di dalam bacaan.

Kondisi tersebut membuat peserta tidak cukup hanya membaca pertanyaan secara sekilas. Mereka juga perlu memahami isi teks dan menghubungkan informasi yang tersedia dengan pertanyaan yang diajukan.

Mendikdasmen Jelaskan Alasan Soal TKA Dibuat Panjang

Menanggapi keluhan siswa, Abdul Mu'ti menyebut bahwa penyusunan soal TKA mengikuti pendekatan yang mengacu pada model Programme for International Student Assessment (PISA).

PISA merupakan program penilaian internasional yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan pada berbagai situasi. Pendekatan tersebut menekankan pemahaman, penalaran, dan penerapan konsep, bukan sekadar kemampuan mengingat informasi.

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa bentuk soal dengan teks panjang memang menjadi bagian dari model evaluasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa karakteristik soal seperti itu bukan hal yang muncul tanpa pertimbangan. Formatnya disusun agar siswa terbiasa menghadapi persoalan yang membutuhkan pemahaman kontekstual.

Dengan demikian, peserta tidak hanya dituntut mengetahui materi pelajaran, tetapi juga mampu menemukan informasi relevan, menafsirkan bacaan, dan menentukan jawaban berdasarkan bukti yang tersedia.

Bukan Sekadar Hafalan, TKA Mengukur Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi

Salah satu pendekatan yang diterapkan dalam TKA adalah High-Order Thinking Skills (HOTS), yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Pendekatan ini mendorong siswa untuk menggunakan pengetahuan yang dimiliki dalam memahami persoalan, menganalisis informasi, dan menemukan penyelesaian yang tepat.

Abdul Mu'ti memberikan ilustrasi melalui soal matematika sederhana. Pertanyaan mengenai hasil perkalian tiga dikali tiga, misalnya, dapat disajikan melalui cerita tentang jumlah telur yang dimiliki beberapa orang.

Walaupun konsep matematikanya tetap sama, siswa perlu memahami narasi terlebih dahulu sebelum melakukan perhitungan.

Contoh tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan akademik tidak hanya diukur melalui penguasaan rumus. Peserta juga perlu mengidentifikasi informasi yang relevan dan memahami persoalan yang disampaikan.

Prinsip serupa diterapkan dalam soal berbasis teks. Siswa perlu membaca secara menyeluruh, memahami hubungan antargagasan, lalu menyimpulkan jawaban sesuai informasi yang tersedia.

Mengapa Standar Internasional Menjadi Perhatian?

Menurut Abdul Mu'ti, penyesuaian model evaluasi dengan standar internasional merupakan bagian dari upaya membangun sistem penilaian pendidikan yang memiliki acuan lebih luas.

Ia juga menyampaikan bahwa hasil tes Indonesia telah memperoleh pengakuan di sejumlah negara, termasuk Belanda dan Hong Kong, sebagaimana dijelaskan dalam keterangannya saat meninjau pelaksanaan TKA.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya upaya memperkuat relevansi hasil evaluasi pendidikan Indonesia dalam konteks internasional. Namun, pengakuan terhadap hasil tes tetap perlu dipahami sesuai cakupan dan ketentuan yang berlaku di masing-masing institusi atau negara.

Penerapan soal berbasis penalaran juga diharapkan membantu siswa mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan maupun menghadapi tantangan di luar lingkungan sekolah.

Hasil TKA Bukan Penentu Kelulusan Siswa

Di tengah keluhan mengenai tingkat kesulitan soal, Abdul Mu'ti mengingatkan bahwa hasil TKA tidak menentukan kelulusan siswa.

Ia menegaskan bahwa hasil yang belum sesuai harapan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Siswa masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kemampuan akademik dan mengembangkan kompetensi yang diperlukan.

Karena itu, TKA perlu dipandang sebagai salah satu instrumen evaluasi untuk melihat kemampuan siswa, bukan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan mereka.

Bagi peserta yang masih mengikuti rangkaian ujian, memahami pola soal, melatih kemampuan membaca, dan membiasakan diri menganalisis informasi dapat menjadi langkah penting.

Pada akhirnya, panjangnya soal TKA mencerminkan perubahan pendekatan evaluasi yang tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pemahaman dan penalaran. Tantangan bagi siswa adalah mempelajari cara membaca persoalan secara cermat agar dapat menentukan jawaban berdasarkan informasi yang benar.**

Tags:
soal tka sma TKA 2026 kemendikdasmen Tes Kemampuan Akademik

Komentar Pengguna