Gaya Hidup
Rahman Abdullah

Stres Pekerjaan Bisa Mengganggu Kesehatan, Kenali Penyebab dan 7 Cara Mengatasinya

Stres Pekerjaan Bisa Mengganggu Kesehatan, Kenali Penyebab dan 7 Cara Mengatasinya

04 November 2026 | 16:54

Ketika konsentrasi menurun, kesalahan justru lebih mudah terjadi.

Cobalah mengambil jeda singkat setelah bekerja selama periode tertentu. Gunakan waktu tersebut untuk berdiri, melakukan peregangan, minum air putih, atau berjalan sebentar.

Istirahat singkat dapat membantu mengalihkan perhatian dari sumber tekanan dan memberikan kesempatan untuk kembali fokus.

Jika beban kerja terlalu berat, jangan ragu mendiskusikan pembagian tugas atau tenggat waktu dengan atasan agar target yang ditetapkan lebih realistis.

3. Latih Pernapasan untuk Meredakan Ketegangan

Saat menghadapi tekanan, tubuh dapat memberikan respons berupa jantung berdebar, otot menegang, atau napas terasa lebih cepat.

Salah satu cara sederhana untuk menenangkan diri adalah melakukan pernapasan perlahan dan teratur. Duduklah dengan nyaman, tarik napas tanpa memaksakan diri, lalu embuskan secara perlahan. Ulangi selama beberapa menit sesuai kenyamanan.

Latihan ini dapat membantu sebagian orang mengurangi ketegangan sesaat. Namun, jika sumber stres berasal dari beban kerja yang tidak wajar atau konflik yang terus berulang, latihan pernapasan saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah.

4. Jaga Pola Tidur dan Kebiasaan Makan

Kondisi fisik berpengaruh terhadap kemampuan menghadapi tekanan. Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, dan kesulitan mengendalikan emosi.

Usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur dan waktu istirahat yang cukup. Bagi kebanyakan orang dewasa, kebutuhan tidur umumnya sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Selain itu, jangan terlalu sering melewatkan waktu makan karena pekerjaan. Pilih makanan bergizi seimbang, minum air yang cukup, dan batasi konsumsi kafein apabila membuat tubuh gelisah atau mengganggu tidur.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menjaga energi selama menjalani aktivitas sehari-hari.

5. Tetapkan Batas antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Waktu di luar pekerjaan sebaiknya digunakan untuk beristirahat, menjalani hobi, dan membangun hubungan dengan keluarga atau teman.

Jika memungkinkan, tentukan jam kerja yang jelas dan hindari memeriksa pesan kantor terus-menerus setelah pekerjaan selesai. Apabila pekerjaan mengharuskan seseorang tetap siaga, sepakati batas komunikasi dan jadwal istirahat yang realistis.

Belajar mengatakan tidak terhadap tugas tambahan yang tidak memungkinkan untuk diselesaikan juga penting. Sampaikan kondisi secara profesional dan jelaskan prioritas yang sedang dikerjakan.

Menjaga batas bukan berarti menghindari tanggung jawab, melainkan memastikan pekerjaan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

6. Ceritakan Masalah kepada Orang yang Dipercaya

Memendam tekanan sendirian dapat membuat masalah terasa semakin berat. Berbicara dengan orang yang dipercaya bisa membantu seseorang melihat persoalan dari sudut pandang berbeda.

Ceritakan apa yang membuat pekerjaan terasa menekan dan jelaskan dukungan yang dibutuhkan. Terkadang, seseorang hanya membutuhkan pendengar yang baik. Dalam situasi lain, masukan dari orang lain dapat membantu menemukan solusi praktis.

Jika sumber masalah berkaitan dengan beban kerja, perlakuan tidak adil, atau konflik profesional, pertimbangkan untuk berdiskusi dengan atasan, bagian sumber daya manusia, atau pihak yang berwenang sesuai situasi.

Apabila stres mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental juga dapat menjadi pilihan yang tepat.

7. Luangkan Waktu untuk Aktivitas yang Menyenangkan

Pekerjaan memang penting, tetapi kehidupan tidak seharusnya hanya berisi tugas dan target. Aktivitas menyenangkan dapat memberikan ruang untuk memulihkan energi dan mengalihkan perhatian dari tekanan.

Pilih kegiatan yang sesuai dengan minat, seperti berjalan kaki, berolahraga ringan, berkebun, membaca buku, mendengarkan musik, atau menghabiskan waktu bersama orang terdekat.

Aktivitas fisik secara teratur juga dapat membantu menjaga suasana hati dan kualitas tidur. Tidak perlu memulai dengan olahraga berat; kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten sudah dapat menjadi langkah awal.

Hal terpenting adalah memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat tanpa terus-menerus merasa bersalah karena tidak bekerja.

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Kreativitas dan Produktivitas agar Ide Lebih Mudah Berkembang 

Kenali Tanda Stres Kerja yang Tidak Boleh Diabaikan

Stres pekerjaan dapat muncul melalui perubahan fisik, emosional, maupun perilaku.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Stres pekerjaan Stres kerja Kesehatan Mental

Komentar Pengguna