KebonCinta.com - “Aku tidak tahu kenapa, tetapi rasanya tidak nyaman.” Kalimat ini mungkin muncul ketika seseorang ingin bercerita, namun kesulitan menjelaskan apa yang dirasakan. Ada kekhawatiran, tetapi kata-kata untuk menggambarkannya belum ditemukan.
Mengenali perasaan tidak harus dimulai dengan penjelasan lengkap. Seseorang dapat mengambil jeda, memperhatikan pengalaman saat ini, kemudian mencoba menyebutkan emosi yang paling mendekati.
Dalam panduan pengelolaan stres, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenalkan keterampilan menyadari dan memberi nama pada pikiran serta perasaan yang sulit. Latihan ini menjadi bagian dari upaya menghadapi tekanan sehari-hari.
Mulailah dengan pertanyaan, “Apa yang sedang aku rasakan?” Jawabannya bisa berupa takut, khawatir, sedih, kecewa, atau campuran beberapa emosi.
Baca Juga: Beda Pendapat soal Pengasuhan Anak dengan Kakek-Nenek? Psikolog UI Sarankan Libatkan Dokter Anak
Tidak perlu memaksakan satu istilah yang terasa paling benar. Jika belum yakin, gunakan kalimat seperti, “Sepertinya aku khawatir,” atau “Ada rasa takut yang belum bisa kujelaskan.”
Sebagai contoh, sebelum berbicara dalam rapat, seseorang mungkin merasa takut dinilai buruk sekaligus malu melakukan kesalahan. Menyebut kedua perasaan itu dapat membuat ceritanya lebih jelas daripada hanya mengatakan dirinya sedang kacau.
Perasaan dan pikiran dapat muncul bersamaan. “Aku takut” menggambarkan emosi, sedangkan “Semua orang pasti menganggapku gagal” merupakan pikiran atau perkiraan.
Pembedaan ini membantu seseorang menceritakan pengalamannya tanpa langsung memperlakukan perkiraan sebagai kenyataan.
WHO memberikan contoh latihan dengan menyebut pengalaman secara sederhana, seperti menyadari adanya perasaan sulit atau kekhawatiran tentang masa depan.
Cobalah menuliskan dua kalimat: “Aku merasa…” dan “Pikiran yang muncul adalah…”. Catatan tersebut tidak perlu panjang atau rapi; fungsinya membantu menemukan kata-kata.
Baca Juga: Sudah Cuti tapi Masih Sibuk Kerja? Psikolog Ungkap Alasan Pekerja Sulit Lepas dari Urusan Kantor
Setelah menemukan gambaran awal, pilih seseorang yang membuat Anda nyaman berbicara. Percakapan bisa dimulai dengan, “Aku sedang khawatir dan ingin didengarkan sebentar.”
Sampaikan juga kebutuhan saat itu. Misalnya, Anda ingin ditemani atau didengarkan terlebih dahulu sebelum membahas saran.
WHO menyarankan berbagi perasaan dengan orang yang dipercaya sebagai bagian dari pengelolaan stres.
Anda tidak harus memahami semuanya sebelum meminta dukungan. Jika kecemasan menetap dan mengganggu kegiatan sehari-hari, pertimbangkan berkonsultasi dengan tenaga profesional.
Mengenali perasaan merupakan proses bertahap. Ada hari ketika penjelasan terasa jelas, ada pula saat hanya satu kata yang ditemukan. Keduanya dapat menjadi awal percakapan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir