Sulit Tenang di Tengah Arus Informasi, Mengenal Istilah Helicopter Brain

Sulit Tenang di Tengah Arus Informasi, Mengenal Istilah Helicopter Brain

14 Oktober 2026 | 18:00

KebonCinta.com - Ponsel sudah diletakkan, tetapi pikiran masih mengikuti berita yang baru dibaca. Satu informasi memunculkan kekhawatiran, lalu muncul dorongan membuka layar kembali untuk mencari kepastian. Alih-alih merasa cukup tahu, seseorang justru semakin sulit tenang.

Gambaran pikiran yang terus berjaga ini menjadi dasar istilah helicopter brain yang digunakan dokter spesialis saraf Steven Resnick. Istilah tersebut merupakan gambaran deskriptif tentang sistem saraf yang terlalu protektif, bukan diagnosis yang dapat ditentukan hanya dari kebiasaan membaca berita.

Apa yang Dimaksud Helicopter Brain?

Dalam situs pribadinya, Resnick menggambarkan helicopter brain melalui perumpamaan helikopter yang terus berada di udara: memantau, menyesuaikan diri, dan bersiap menghadapi ancaman tanpa mendapat kesempatan untuk mendarat.

Baca Juga: Sulit Menjelaskan Rasa Cemas, Bagaimana Mulai Mengenali Perasaan Sendiri? 

Menurut penjelasannya, lingkungan modern dapat menuntut otak terus memindai kemungkinan bahaya. Arus informasi dan ketidakpastian menjadi bagian dari situasi yang membuat seseorang merasa harus selalu berjaga.

Perumpamaan ini membantu menjelaskan pengalaman sulit beristirahat secara mental. Meski kegiatan telah selesai, perhatian masih tertambat pada kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.

Namun, istilah tersebut tidak cukup untuk menjelaskan penyebab keluhan seseorang. Pengalaman sulit tenang perlu dipahami berdasarkan keadaan, durasi, dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Arus Informasi dan Rasa Sulit Tenang

Mengikuti berita merupakan cara untuk memahami keadaan. Persoalannya muncul ketika kegiatan tersebut terasa sulit dihentikan dan terus menambah tekanan.

Baca Juga: Anak Sering Cemas dan Mudah Menangis? Kenali 3 Penyebab Stres yang Perlu Diwaspadai 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut terlalu banyak mengikuti berita melalui televisi atau media sosial dapat meningkatkan stres. WHO menyarankan pembatasan waktu mengikuti berita apabila kegiatan itu membuat stres bertambah.

Contohnya, seseorang membuka berita untuk mengetahui perkembangan suatu peristiwa. Setelah itu, ia berpindah dari satu unggahan ke unggahan lain, tetapi tidak memperoleh informasi yang membantu mengambil keputusan.

Pada situasi tersebut, tambahan informasi belum tentu memberikan rasa aman. Membaca lebih lama juga tidak selalu membuat persoalan menjadi lebih jelas.

Mengenal Helicopter Brain Tanpa Melabeli Diri

Istilah helicopter brain dapat menjadi pembuka percakapan tentang beban informasi. Namun, hindari menjadikannya label untuk setiap rasa cemas atau kesulitan berkonsentrasi.

Baca Juga: Sering Cemas Soal Masa Depan? Ini Penjelasan Psikologi Islam tentang Overthinking dan Solusinya 

Perhatikan apakah kebiasaan mengikuti informasi mulai mengganggu pekerjaan, hubungan, atau kegiatan sehari-hari. Jika tekanan terasa menetap dan sulit dikelola, bantuan profesional dapat membantu memahami kondisi dengan lebih tepat.

Memahami istilah ini sebaiknya membawa perhatian pada pengalaman yang dirasakan, bukan terburu-buru menyimpulkan kondisi kesehatan hanya berdasarkan penjelasan di internet.

Tags:
Helicopter Brain Arus Informasi Organisasi Kesehatan Dunia

Komentar Pengguna