KebonCinta.com-- Sudah berbaring cukup lama, tetapi mata masih sulit terpejam? Kondisi ini bisa membuat malam terasa panjang, terlebih ketika tubuh sebenarnya sudah lelah setelah menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari.
Gangguan tidur tidak selalu disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu. Rutinitas yang tampak biasa, seperti bermain ponsel di tempat tidur, tidur siang terlalu lama, hingga makan menjelang waktu istirahat, juga bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk tertidur.
Jika terjadi berulang kali, kurang tidur dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan mengalami perubahan suasana hati. Karena itu, mengenali kebiasaan yang berpotensi mengganggu istirahat menjadi langkah awal untuk memperbaiki kualitas tidur.
Lantas, apa saja aktivitas sehari-hari yang sebaiknya diperhatikan agar tidur malam lebih nyaman?
Baca Juga: Kol Punya Banyak Manfaat, tetapi 5 Kelompok Orang Ini Perlu Berhati-hati Saat Mengonsumsinya
Banyak orang menjadikan waktu sebelum tidur sebagai kesempatan untuk membuka media sosial, menonton video, atau membaca berbagai informasi di internet. Niatnya hanya sebentar, tetapi tanpa disadari waktu terus berjalan hingga melewati jam tidur.
Kebiasaan ini dapat mengganggu istirahat melalui dua cara. Pertama, cahaya dari layar, terutama jika paparan terjadi pada malam hari, dapat memengaruhi jam biologis tubuh dan menekan produksi melatonin, hormon yang membantu mengatur siklus tidur.
Kedua, konten yang menarik atau memicu emosi membuat otak terus aktif. Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk beralih ke kondisi yang mendukung tidur.
Untuk mengatasinya, cobalah menetapkan batas penggunaan ponsel sebelum tidur. Letakkan perangkat agak jauh dari tempat tidur dan gunakan waktu tersebut untuk melakukan kegiatan yang lebih menenangkan, seperti membaca buku atau mendengarkan musik dengan volume rendah.
Tidur siang bisa membantu memulihkan energi, terutama setelah beraktivitas sejak pagi. Namun, durasi dan waktu tidur siang perlu diperhatikan agar tidak mengurangi kebutuhan tidur pada malam hari.
Tidur siang yang terlalu lama dapat mengurangi dorongan alami tubuh untuk tidur pada malam hari. Akibatnya, ketika waktu istirahat tiba, rasa kantuk belum juga muncul.
Bagi banyak orang dewasa, tidur siang singkat sekitar 10–20 menit sudah cukup membantu mengurangi rasa lelah tanpa membuat tubuh terlalu segar menjelang malam. Sebaiknya, hindari tidur siang terlalu sore jika kamu sering mengalami kesulitan tidur.
Meski demikian, kebutuhan tidur setiap orang berbeda. Jika kamu bekerja dengan sistem sif atau memiliki jadwal aktivitas tidak biasa, pengaturan tidur mungkin perlu disesuaikan.
Aktivitas fisik secara teratur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk mendukung kualitas tidur. Namun, olahraga dengan intensitas tinggi tepat sebelum berbaring bisa membuat sebagian orang kesulitan merasa rileks.
Saat berolahraga, detak jantung dan suhu tubuh meningkat. Tubuh juga berada dalam kondisi lebih aktif sehingga tidak selalu langsung siap untuk beristirahat setelah latihan selesai.
Jika kamu termasuk orang yang sulit tidur setelah berolahraga pada malam hari, cobalah memindahkan jadwal latihan ke pagi atau sore. Berikan jeda yang cukup antara olahraga berat dan waktu tidur, misalnya satu hingga dua jam, atau lebih lama jika tubuh masih terasa aktif.
Namun, bukan berarti semua olahraga malam harus dihindari. Aktivitas ringan seperti peregangan santai dapat membantu sebagian orang merasa lebih nyaman sebelum tidur.
Baca Juga: Tanpa Tes Ulang, Begini Mekanisme Pengalihan PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu pada 2027
Makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur juga patut diperhatikan, terutama jika porsinya besar atau mengandung banyak lemak dan makanan pedas.
Ketika langsung berbaring setelah makan, sebagian orang dapat mengalami gangguan pencernaan atau refluks asam lambung.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir