Gejala tersebut tentu dapat membuat tidur terganggu. Untuk mengurangi risikonya, usahakan menyelesaikan makan besar sekitar dua hingga tiga jam sebelum berbaring, terutama jika kamu memiliki keluhan refluks asam lambung.
Jika merasa lapar menjelang tidur, pilih porsi kecil yang tidak membuat perut terlalu penuh. Perhatikan pula makanan atau minuman yang secara pribadi sering memicu keluhan.
Memperbaiki kualitas tidur tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Kamu bisa memulainya dengan membangun jadwal tidur dan bangun yang konsisten, mengurangi paparan layar menjelang tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman, tenang, dan tidak terlalu terang.
Selain itu, usahakan mendapatkan paparan cahaya alami pada pagi hari dan tetap aktif secara fisik sepanjang hari. Kebiasaan tersebut membantu tubuh mempertahankan ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Perlu diingat, setiap orang memiliki kebutuhan dan respons yang berbeda. Jika kesulitan tidur terus berulang selama beberapa minggu, mengganggu aktivitas harian, atau disertai dengkuran keras dan napas terhenti saat tidur, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Tidur yang berkualitas bukan hanya soal berapa lama kamu berada di tempat tidur, tetapi juga bagaimana tubuh memperoleh kesempatan beristirahat dengan baik. Dengan mengenali pemicu gangguan tidur dan memperbaiki rutinitas secara bertahap, malam hari bisa menjadi waktu pemulihan yang lebih optimal.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir