Beberapa aktivitas yang bisa dicoba antara lain latihan pernapasan perlahan, meditasi, peregangan ringan, atau membaca buku dengan suasana tenang.
Lakukan kegiatan tersebut secara rutin sebelum tidur. Tujuannya bukan memaksa diri untuk segera terlelap, melainkan membantu tubuh dan pikiran memasuki kondisi yang lebih rileks.
Tidur siang memang dapat membantu mengurangi rasa lelah. Namun, tidur terlalu lama atau dilakukan menjelang sore dapat mengurangi rasa kantuk pada malam hari.
Jika membutuhkan istirahat di siang hari, usahakan membatasi durasinya sekitar 20–30 menit dan hindari tidur terlalu sore.
Dengan begitu, kebutuhan istirahat tetap terpenuhi tanpa terlalu mengganggu jadwal tidur malam.
Olahraga secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mendukung kualitas tidur. Aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau melakukan yoga dapat menjadi pilihan sesuai kemampuan.
Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat. Mulailah dengan aktivitas ringan dan tingkatkan secara bertahap.
Namun, hindari olahraga berat terlalu dekat dengan waktu tidur apabila membuat tubuh justru terasa lebih berenergi dan sulit beristirahat.
Baca Juga: Sulit Fokus Belajar karena Lelah? Ini 5 Cara agar Tetap Konsentrasi Tanpa Memaksakan Diri
Mengonsumsi makanan dalam porsi besar menjelang waktu tidur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut. Pada sebagian orang, kebiasaan ini juga dapat memicu gangguan pencernaan atau asam lambung yang mengganggu istirahat.
Usahakan memberi jeda antara makan malam dan waktu tidur. Jika merasa lapar sebelum tidur, pilih makanan ringan dalam porsi secukupnya.
Selain itu, hindari konsumsi alkohol sebagai cara untuk membantu tidur. Alkohol memang dapat membuat seseorang mengantuk, tetapi justru berpotensi mengganggu kualitas tidur sepanjang malam.
Ketika sulit terlelap, sebagian orang justru semakin gelisah karena terus melihat jam dan menghitung berapa lama waktu tidur yang tersisa. Kekhawatiran tersebut dapat membuat pikiran semakin aktif.
Jika sudah berbaring sekitar 20 menit tetapi belum juga mengantuk, cobalah bangun sebentar dan lakukan kegiatan yang tenang dengan pencahayaan redup. Misalnya membaca buku atau mendengarkan musik lembut.
Kembalilah ke tempat tidur ketika mulai merasa mengantuk. Hindari aktivitas yang terlalu merangsang pikiran atau membuat tubuh kembali bersemangat.
Insomnia yang terjadi berulang kali dan mengganggu kegiatan sehari-hari sebaiknya tidak diabaikan. Gangguan tidur dapat berkaitan dengan stres, kecemasan, depresi, kondisi medis tertentu, maupun penggunaan obat-obatan.
Jika kesulitan tidur terus berlangsung, konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Salah satu pendekatan yang direkomendasikan untuk insomnia jangka panjang adalah Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I), yaitu terapi perilaku dan kognitif yang dirancang khusus untuk membantu memperbaiki pola tidur.
Hindari menggunakan obat tidur atau suplemen tertentu tanpa berkonsultasi terlebih dahulu. Penggunaannya perlu mempertimbangkan penyebab insomnia, kondisi kesehatan, serta kemungkinan efek samping.
Baca Juga: Cara Menerapkan Deep Learning dalam Pembelajaran agar Siswa Lebih Kritis dan Kreatif
Insomnia dapat mengganggu kualitas hidup karena tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang cukup.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir