KebonCinta.com – Berbagi lagu di Spotify kini tidak lagi harus berpindah ke WhatsApp, Instagram, atau aplikasi pesan lainnya. Spotify menghadirkan fitur Messages yang memungkinkan pengguna berbagi musik sekaligus melakukan percakapan langsung di dalam aplikasi.
Fitur ini membuat aktivitas menemukan lagu baru dan merekomendasikannya kepada teman terasa lebih praktis. Pengguna dapat mengirim lagu, playlist, podcast, hingga buku audio kepada orang lain, kemudian melanjutkan obrolan tanpa meninggalkan Spotify.
Spotify pertama kali memperkenalkan Messages pada Agustus 2025 untuk pengguna berusia 16 tahun ke atas di sejumlah pasar. Fitur tersebut kemudian terus dikembangkan dengan tambahan kemampuan baru, termasuk percakapan grup dan aktivitas mendengarkan.
Selama ini, pengguna Spotify yang ingin mengirim lagu kepada teman biasanya harus menekan tombol berbagi kemudian memilih aplikasi lain.
Dengan Messages, proses tersebut menjadi lebih terintegrasi.
Saat sedang mendengarkan sebuah lagu, pengguna dapat menekan tombol Share, memilih teman yang tersedia, kemudian mengirimkan konten tersebut melalui Spotify. Penerima dapat membuka kiriman tersebut dan melanjutkan percakapan di dalam aplikasi.
Tidak hanya lagu. Spotify juga memungkinkan pengguna berbagi playlist, album, episode podcast, buku audio, artis, acara langsung, hingga halaman hitung mundur tertentu.
Dengan begitu, Spotify secara perlahan tidak hanya menjadi tempat mendengarkan konten audio, tetapi juga ruang untuk berinteraksi dengan teman dan keluarga.
Salah satu bagian menarik dari Messages adalah kemampuan menggabungkan rekomendasi musik dengan percakapan.
Misalnya, seseorang menemukan lagu yang dianggap cocok untuk temannya. Alih-alih hanya mengirim tautan, pengguna bisa mengirim lagu tersebut melalui Messages dan memberikan komentar atau membicarakannya langsung.
Setelah permintaan pesan diterima, pengguna dapat mengirim teks, memberikan reaksi emoji, serta saling berbagi konten Spotify.
Konsepnya cukup sederhana: musik yang sedang didengarkan menjadi awal percakapan.
Cara seperti ini juga membuat rekomendasi lagu terasa lebih personal dibanding sekadar membagikan tautan melalui aplikasi lain.
Pengguna yang sudah mendapatkan fitur Messages dapat mencobanya melalui aplikasi Spotify di perangkat seluler.
Caranya cukup mudah:
Spotify juga menyediakan opsi untuk memulai obrolan dari profil. Pengguna dapat membuka foto profil, masuk ke bagian Messages, lalu memilih New message.
Jika baru pertama kali menghubungi seseorang, penerima akan mendapatkan permintaan pesan dan dapat memilih untuk menerima, memblokir, atau menghapus permintaan tersebut.
Spotify tidak berhenti pada percakapan satu lawan satu.
Pada Januari 2026, Spotify memperluas Messages dengan kemampuan berbagi melalui grup. Pengguna dapat berbagi podcast, playlist, dan buku audio dengan hingga 10 teman atau anggota keluarga dalam satu percakapan.
Fitur ini menarik bagi pengguna yang sering membuat playlist bersama atau mempunyai kebiasaan bertukar rekomendasi musik dalam kelompok.
Misalnya, sebuah kelompok teman dapat saling mengirim lagu yang sedang mereka dengarkan tanpa harus membuat grup baru di aplikasi pesan lain.
Spotify juga menambahkan fitur Listening Activity ke dalam Messages.
Fitur tersebut bersifat opsional dan memungkinkan pengguna menampilkan musik yang sedang mereka dengarkan secara real-time kepada teman atau anggota keluarga yang sudah terhubung melalui Messages.
Ketika aktivitas tersebut diaktifkan, pengguna dapat melihat lagu yang sedang diputar oleh kontak yang terhubung.
Dari aktivitas tersebut, pengguna juga dapat melakukan beberapa tindakan seperti membuka lagu, memutarnya, menambahkannya ke koleksi, atau memberikan reaksi emoji.
Namun, pengguna tetap dapat mengatur apakah aktivitas mendengarkan tersebut ingin dibagikan atau tidak.
Spotify turut menghubungkan Messages dengan fitur Jam.
Melalui Request to Jam, pengguna Premium dapat mengundang teman atau keluarga yang sudah terhubung melalui Messages untuk mengikuti sesi mendengarkan bersama secara jarak jauh.
Jika undangan diterima, peserta dapat ikut dalam sesi Jam dan menambahkan lagu ke antrean bersama.
Artinya, percakapan tidak berhenti pada sekadar membahas lagu. Pengguna juga bisa langsung mendengarkannya bersama teman.
Kehadiran Messages menunjukkan perubahan cara Spotify melihat aktivitas berbagi musik.
Spotify mengatakan ketika Messages pertama kali diluncurkan, pengguna menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi. Pada Januari 2026, perusahaan menyebut hampir 40 juta pengguna telah mengirim hampir 340 juta pesan sejak fitur tersebut diperkenalkan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa berbagi musik tidak hanya menjadi aktivitas tambahan, tetapi dapat menjadi bagian dari pengalaman menggunakan platform.
Musik yang sebelumnya hanya didengarkan sendiri kini dapat menjadi bahan percakapan dengan orang lain.
Meski mempunyai fungsi pesan langsung, Spotify tidak memosisikan Messages sebagai pengganti aplikasi komunikasi seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, atau platform lainnya.
Spotify sendiri menjelaskan bahwa Messages dirancang untuk melengkapi cara pengguna berbagi konten, bukan menggantikan layanan berbagi yang sudah digunakan sehari-hari.
Fokus utamanya tetap pada konten Spotify.
Dengan kata lain, fitur ini lebih cocok digunakan ketika seseorang ingin mengirim lagu, playlist, podcast, atau buku audio sekaligus membicarakannya.
Messages pada awal peluncurannya tersedia secara bertahap di pasar tertentu dan ditujukan untuk pengguna berusia minimal 16 tahun.
Spotify saat ini juga menyediakan halaman bantuan resmi berbahasa Indonesia yang menjelaskan penggunaan Messages, termasuk pengiriman konten dan pembuatan grup hingga 10 orang.
Karena fitur Spotify dapat diluncurkan secara bertahap berdasarkan wilayah dan versi aplikasi, pengguna yang belum melihat menu Messages sebaiknya memastikan aplikasi Spotify sudah menggunakan versi terbaru.
Spotify sendiri mencantumkan Indonesia sebagai salah satu negara tempat layanannya tersedia.
Fitur Messages membuat Spotify semakin dekat dengan pola penggunaan media sosial dan aplikasi komunikasi.
Perbedaannya, percakapan tersebut tetap berpusat pada musik, podcast, buku audio, dan berbagai konten yang tersedia di Spotify.
Bagi pengguna yang sering mengirim rekomendasi lagu kepada teman, kehadiran fitur ini tentu membuat prosesnya lebih sederhana.
Tidak perlu lagi berpindah aplikasi hanya untuk mengirim lagu lalu kembali ke Spotify untuk mendengarkannya.
Dengan tambahan grup, Listening Activity, dan Request to Jam, Spotify juga menunjukkan bahwa masa depan layanan streaming musik bukan hanya tentang siapa yang mendengarkan paling banyak, tetapi juga bagaimana pengguna menemukan, berbagi, dan menikmati musik bersama orang lain.