Istikharah bukanlah cara untuk memperoleh kepastian melalui mimpi atau tanda tertentu. Seseorang tetap perlu mengumpulkan informasi, memperhatikan akhlak calon pasangan, meminta nasihat orang tepercaya, dan mempertimbangkan kesesuaian nilai-nilai kehidupan.
Melalui istikharah, seorang Muslim memohon agar Allah membimbingnya kepada keputusan yang baik, bukan sekadar mengharapkan pilihan yang sesuai dengan keinginannya.
Doa yang sangat relevan untuk memohon keluarga yang baik terdapat dalam Surah Al-Furqan ayat 74. Doa ini meminta agar pasangan dan keturunan menjadi penyejuk hati serta menjadi bagian dari orang-orang yang bertakwa.
Arab:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Latin:
Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
(Q.S. Al-Furqan: 74)
Ungkapan qurrata a‘yun menggambarkan sesuatu yang menyejukkan mata dan menyenangkan hati. Dalam konteks keluarga, doa ini memohon agar pasangan dan anak-anak menjadi sumber ketenteraman melalui kebaikan, akhlak, serta ketaatan kepada Allah.
Doa ini juga mengandung harapan agar suami dan istri saling membantu dalam menjalankan agama. Pasangan yang baik bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan, melainkan seseorang yang bersedia memperbaiki diri dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Doa dapat dipanjatkan kapan saja. Ada sejumlah waktu dan adab yang dianjurkan dalam ajaran Islam untuk memperbanyak doa.
Sepertiga malam terakhir termasuk waktu yang utama untuk berdoa. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, disebutkan tentang keutamaan waktu tersebut ketika Allah menyeru hamba-Nya untuk berdoa dan memohon ampun.
Seseorang dapat memanfaatkan waktu ini untuk memohon petunjuk dalam memilih pasangan, perlindungan bagi rumah tangga, serta keteguhan iman bagi dirinya dan keluarga.
Hari Jumat memiliki waktu yang istimewa untuk berdoa. Terdapat hadis yang menjelaskan adanya satu waktu pada hari Jumat ketika doa seorang Muslim yang memohon kebaikan kepada Allah berpeluang dikabulkan.
Sebagian ulama berpendapat bahwa waktu tersebut berada pada penghujung hari setelah Asar. Meski demikian, penentuan waktunya memiliki perbedaan pendapat. Karena itu, umat Islam dapat memperbanyak doa sepanjang hari Jumat, termasuk memohon pasangan yang baik bagi agama dan kehidupannya.
Waktu antara azan dan iqamah juga termasuk waktu yang dianjurkan untuk berdoa. Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi, disebutkan bahwa doa di antara azan dan iqamah tidak tertolak.
Kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk memohon agar Allah memberikan petunjuk dalam urusan jodoh dan menjaga keluarga dalam kebaikan.
Salah satu adab berdoa adalah memuji Allah dan membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Seorang Muslim juga dianjurkan untuk berdoa dengan rendah hati, penuh harap, dan tidak tergesa-gesa.
Menghadap kiblat dan mengangkat tangan termasuk adab berdoa yang dikenal dalam sejumlah riwayat. Namun, hal tersebut tidak berarti setiap doa harus dilakukan dengan satu bentuk yang sama.
Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dengan rendah hati dan suara yang lembut.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir