Khazanah
M. Panji Maulana

Tata Cara Sholat Dhuha, Lengkap dengan Niat, Doa, Waktu Terbaik, dan Jumlah Rakaat

Tata Cara Sholat Dhuha, Lengkap dengan Niat, Doa, Waktu Terbaik, dan Jumlah Rakaat

12 Oktober 2026 | 06:00

KebonCinta.com – Sholat Dhuha merupakan ibadah sunah yang dapat dikerjakan pada pagi hari setelah matahari naik. Banyak orang ingin membiasakannya sebelum bekerja atau belajar, tetapi masih bertanya tentang waktu mulai, jumlah rakaat, niat, dan doa setelah salam. Berikut panduan yang membedakan ketentuan ibadah dari kebiasaan yang berkembang di masyarakat.

Apa Itu Sholat Dhuha dan Apa Keutamaannya?

Sholat Dhuha ialah sholat sunah yang dilaksanakan pada waktu Dhuha, yaitu setelah matahari terbit dan cukup meninggi hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Rasulullah saw. menganjurkan ibadah ini. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Abu Hurairah menceritakan pesan Nabi agar menjaga dua rakaat Dhuha, berpuasa tiga hari setiap bulan, dan melakukan Witir sebelum tidur.

Hadis riwayat Muslim juga menerangkan bahwa dua rakaat Dhuha dapat mencukupi sedekah yang dianjurkan atas persendian manusia pada pagi hari. Keutamaan ini tidak berarti Dhuha menjamin seseorang langsung kaya atau setiap permintaannya pasti segera terkabul.

Jam Berapa Waktu Sholat Dhuha Dimulai?

Waktu Dhuha dimulai ketika matahari telah naik dari ufuk, bukan tepat saat terbit. Majelis Tarjih Muhammadiyah menjelaskan perkiraannya sekitar setengah jam setelah matahari terbit. Batas akhirnya sebelum matahari mencapai posisi tengah langit dan waktu Zuhur tiba.

Karena waktu terbit dan Zuhur berbeda menurut daerah serta tanggal, tidak ada satu jam tetap yang berlaku di seluruh Indonesia. Gunakan jadwal sholat setempat dan hindari mengerjakan Dhuha saat matahari baru terbit atau menjelang waktu terlarang sebelum Zuhur.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Jamak dan Qashar, Lengkap dengan Niat, Syarat, dan Contohnya 

Kapan Waktu Dhuha yang Paling Utama?

Hadis riwayat Muslim dari Zaid bin Arqam menjelaskan keutamaan sholat ketika panas matahari mulai terasa, digambarkan saat anak unta merasakan panas tanah. Dalam praktik, waktu tersebut sering diperkirakan sekitar pukul 09.00 atau setelahnya, bergantung tempat dan musim.

Mengerjakan Dhuha pada awal waktu yang sudah diperbolehkan tetap sah. Orang yang harus berangkat bekerja atau sekolah tidak perlu menunda hingga pukul sembilan jika kesempatan ibadahnya terbatas.

Berapa Rakaat Sholat Dhuha?

Jumlah minimalnya dua rakaat. Hadis menyebut Nabi mengerjakan empat rakaat dan terkadang menambahnya. Majelis Tarjih menjelaskan pilihan dua, empat, delapan, atau tambahan sesuai kemampuan; lazimnya salam setiap dua rakaat.

Dalam sebagian rujukan mazhab Syafi'i, disebut batas maksimal dua belas rakaat. Terdapat pembahasan ulama mengenai kekuatan dalil pembatasan tersebut. Bagi pemula, dua rakaat sudah memadai, sedangkan empat atau lebih dapat dikerjakan tanpa menganggap satu jumlah sebagai kewajiban.

Bacaan Niat Sholat Dhuha Arab dan Latin

Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Lafal berikut dapat digunakan untuk membantu memahami jenis sholat, tetapi mengucapkannya bukan syarat sah.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatadh-dhuhâ rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya berniat sholat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Taala.”

Tata Cara Sholat Dhuha Dua Rakaat

  1. Bersuci dari hadas, menutup aurat, dan menghadap kiblat.
  2. Berniat dalam hati lalu bertakbiratul ihram.
  3. Membaca Al-Fatihah dan surat atau ayat Al-Qur'an yang dikuasai.
  4. Melakukan rukuk, iktidal, dua sujud, dan duduk di antara sujud dengan tuma'ninah.
  5. Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulang urutan bacaan serta gerakan.
  6. Duduk tasyahud akhir, kemudian salam.

Jika ingin empat rakaat, kerjakan dua rakaat lagi dengan salam tersendiri. Tidak ada keharusan membaca surah Ad-Dhuha pada rakaat tertentu. Pilih bacaan yang benar dan dapat dibaca dengan baik.

Baca Juga: Apa Itu Sujud Sahwi? Penyebab, Bacaan, dan Tata Cara Melakukannya saat Sholat 

Doa Setelah Sholat Dhuha

NU Online memuat doa populer yang diawali:

اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضُّحَى ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ

Allâhumma innadh-dhuhâ’a dhuhâ’uka, wal-bahâ’a bahâ’uka.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu.”

Doa tersebut dikenal dalam sejumlah kitab fikih.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:

Komentar Pengguna