KebonCinta.com – Setiap manusia dapat melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Islam mengajarkan agar seseorang segera kembali kepada Allah dengan menyesali perbuatannya dan memohon ampun. Salah satu ibadah yang dikenal dalam pembahasan fikih adalah sholat taubat dua rakaat. Bagaimana niat, waktu, tata cara, dan doa setelah melaksanakannya?
Sholat taubat adalah sholat sunah dua rakaat yang dikerjakan sebagai bagian dari permohonan ampun kepada Allah setelah melakukan kesalahan atau dosa.
Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan sholat taubat sebagai ibadah sunah dua rakaat yang dapat dilakukan sebelum seseorang memanjatkan permohonan ampun.
Namun, sholat taubat bukan pengganti taubat yang sungguh-sungguh. Seseorang tetap harus meninggalkan dosa, menyesalinya, dan bertekad tidak mengulanginya.
Dalam Sunan Abu Dawud nomor 1521 terdapat hadis dari Abu Bakar ash-Shiddiq yang menjelaskan keutamaan seseorang yang melakukan dosa, kemudian bersuci dengan baik, mengerjakan dua rakaat, dan memohon ampun kepada Allah.
Hadis tersebut menjadi salah satu landasan ulama yang menganjurkan sholat taubat. NU Online juga mengutipnya dalam penjelasan tata cara pelaksanaan sholat taubat.
Terdapat perbedaan penilaian terhadap kekuatan sanad hadis ini. Majelis Tarjih Muhammadiyah menerangkan alasan sholat taubat tidak dicantumkan sebagai bentuk sholat sunah tersendiri dalam Himpunan Putusan Tarjih. Perbedaan tersebut perlu dipahami tanpa mengurangi kewajiban setiap Muslim untuk bertaubat.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Istikharah, Lengkap dengan Niat, Doa, Waktu Pelaksanaan, dan Petunjuknya
Niat dilakukan dalam hati ketika takbiratul ihram. Lafal berikut merupakan contoh yang dapat membantu pembelajar, bukan bacaan lisan yang wajib.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat-taubati rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya berniat mengerjakan sholat sunah taubat dua rakaat karena Allah Taala.”
Pelaksanaan sholat taubat pada dasarnya sama dengan sholat sunah dua rakaat lainnya.
Tidak terdapat keharusan membaca surah tertentu agar sholat taubat sah. Pilih bacaan Al-Qur'an yang benar dan telah dikuasai.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Dhuha, Lengkap dengan Niat, Doa, Waktu Terbaik, dan Jumlah Rakaat
Setelah salam, seseorang dianjurkan memohon ampun dengan sungguh-sungguh. Salah satu bacaan istighfar sederhana adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullâha wa atûbu ilaih.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”
Selain istighfar, terdapat doa dalam Surah Al-A'raf ayat 23:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Rabbanâ zhalamnâ anfusanâ wa illam taghfir lanâ wa tarhamnâ lanakûnanna minal-khâsirîn.
Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
Doa ini bersumber dari Al-Qur'an dan boleh dibaca ketika bertaubat. Tidak ada kewajiban membaca satu doa tertentu dalam jumlah khusus setelah sholat taubat.
Sholat taubat tidak mempunyai jam pelaksanaan khusus seperti sholat Dhuha. Ibadah ini dapat dikerjakan ketika seseorang menyadari kesalahannya, dengan memperhatikan ketentuan waktu sholat sunah.
Untuk kehati-hatian, pilih waktu di luar waktu yang umumnya dilarang untuk sholat sunah, seperti setelah Subuh hingga matahari meninggi dan setelah Asar hingga matahari terbenam. Terdapat perbedaan rincian fikih mengenai sholat yang mempunyai sebab pada waktu-waktu tersebut.
Taubat tidak boleh ditunda hanya karena belum bisa melaksanakan sholat. Seseorang dapat segera berhenti dari dosa, menyesal, dan beristighfar tanpa menunggu malam atau waktu tertentu.
Tidak ada kewajiban mandi khusus hanya karena seseorang ingin melaksanakan sholat taubat. Wudhu sudah cukup apabila tidak sedang berhadas besar.
Namun, jika berada dalam keadaan junub atau kondisi lain yang mewajibkan mandi, seseorang harus bersuci dari hadas besar terlebih dahulu sebelum sholat.
Menurut penjelasan Imam an-Nawawi yang dikutip MUI, terdapat tiga syarat utama taubat terhadap dosa yang berkaitan dengan hak Allah:
Jika dosa menyangkut hak manusia, seperti mengambil harta, menipu, atau merugikan orang lain, terdapat kewajiban tambahan untuk menyelesaikan hak pihak yang dirugikan.
Membaca istighfar berkali-kali tidak boleh dijadikan alasan mempertahankan hasil perbuatan yang merugikan orang lain.
Taubat yang sungguh-sungguh tidak bergantung pada pelaksanaan sholat sunah. Sholat taubat merupakan amalan tambahan menurut ulama yang menganjurkannya, sedangkan kewajiban meninggalkan dosa dan memperbaiki kesalahan tetap berlaku.
Jika seseorang kembali melakukan kesalahan, jangan menjadikan hal itu alasan berputus asa. Segera bertaubat kembali dengan kesungguhan baru dan lakukan langkah nyata untuk menghindari penyebab dosa.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir