Keboncinta.com — Penipuan menggunakan APK undangan pernikahan masih menjadi salah satu modus kejahatan digital yang perlu diwaspadai. Pelaku biasanya mengirimkan file aplikasi melalui WhatsApp dengan alasan mengundang korban untuk menghadiri acara pernikahan.
Karena terlihat seperti undangan biasa, tidak sedikit orang yang terkecoh dan langsung mengunduh hingga memasang aplikasi tersebut. Padahal, file APK yang berasal dari sumber tidak resmi berpotensi membawa malware, spyware, hingga trojan yang dapat mencuri informasi pribadi.
Risikonya tidak bisa dianggap sepele. Jika aplikasi berbahaya berhasil memperoleh akses ke perangkat, pelaku berpotensi mencuri data, membaca informasi tertentu, hingga menyalahgunakan akses ke layanan keuangan digital.
Baca Juga: Sering Dikira Tidak Bisa Diselamatkan? Ini Solusi Ampuh Akun WhatsApp Saat Nomor Hangus
Lantas, bagaimana jika sudah terlanjur mengunduh dan menginstal APK undangan pernikahan? Jangan panik. Segera lakukan lima langkah berikut untuk mengurangi risiko penyalahgunaan data.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memutus koneksi internet pada HP. Matikan data seluler dan Wi-Fi untuk sementara waktu.
Tujuannya adalah membatasi komunikasi perangkat dengan server milik pelaku. Dengan begitu, risiko pengiriman data dari perangkat ke pihak yang tidak bertanggung jawab dapat dikurangi.
Jika memungkinkan, jangan gunakan perangkat tersebut untuk membuka aplikasi perbankan, dompet digital, atau layanan penting lainnya sebelum kondisinya dipastikan aman.
Setelah koneksi internet dimatikan, periksa daftar aplikasi yang terpasang di HP. Cari aplikasi yang baru saja diinstal, terutama jika berasal dari file APK yang dikirim melalui pesan WhatsApp.
Berikut cara menghapus aplikasi mencurigakan:
Jika aplikasi tidak bisa dihapus, ada kemungkinan aplikasi tersebut memperoleh izin khusus pada perangkat.
Periksa juga izin seperti aksesibilitas (Accessibility), administrator perangkat, dan izin aplikasi lainnya. Cabut izin yang mencurigakan jika memungkinkan, kemudian coba hapus aplikasinya.
Jika masih mengalami kesulitan, pengguna dapat mencoba masuk ke Safe Mode atau Mode Aman. Mode ini membantu menjalankan perangkat tanpa sebagian besar aplikasi pihak ketiga sehingga aplikasi mencurigakan lebih mudah dihapus.
Jangan lupa menghapus file APK yang tersimpan di penyimpanan perangkat. Buka File Manager, masuk ke folder Download, lalu hapus file undangan yang mencurigakan.
Setelah aplikasi mencurigakan berhasil dihapus, lakukan pemeriksaan keamanan pada perangkat.
Pengguna Android dapat memanfaatkan Google Play Protect untuk memindai aplikasi berbahaya.
Berikut langkah-langkahnya:
Pastikan fitur Google Play Protect tetap aktif agar perangkat mendapatkan pemeriksaan keamanan aplikasi.
Pengguna juga dapat memeriksa menu keamanan dan privasi pada pengaturan HP. Perhatikan izin aplikasi yang tidak wajar, terutama akses SMS, kontak, kamera, mikrofon, aksesibilitas, dan notifikasi.
Jika ditemukan aplikasi atau izin yang tidak dikenal, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Menghapus aplikasi berbahaya belum tentu menjamin seluruh informasi pribadi sudah aman. Jika sebelumnya aplikasi memperoleh akses ke perangkat, ada kemungkinan data tertentu telah dicuri.
Karena itu, pengguna perlu mengganti kata sandi akun penting menggunakan perangkat lain yang dipastikan aman.
Beberapa akun yang perlu diperhatikan antara lain:
Prioritaskan akun email dan layanan keuangan karena keduanya dapat menjadi pintu masuk untuk mengambil alih akun lainnya.
Aktifkan autentikasi dua faktor jika tersedia. Periksa juga riwayat aktivitas login dan keluarkan perangkat yang tidak dikenal.
Jika aplikasi mencurigakan sempat memperoleh akses SMS atau notifikasi, jangan menganggap kode OTP masih aman.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir