Pendidikan
Hilmi An Naufal

Tiga Siswa SDI Mannuruki I Raih Juara Tiga Cerdas Cermat LOKETA 2026

Tiga Siswa SDI Mannuruki I Raih Juara Tiga Cerdas Cermat LOKETA 2026

31 Agustus 2026 | 07:48

KEBONCINTA.COM — Tiga siswa UPTD SPF SD Inpres Mannuruki I, Kota Makassar, berhasil meraih juara tiga dalam lomba cerdas cermat pada kegiatan Lomba Keterampilan Agama atau LOKETA tingkat Kecamatan Biringkanaya 2026.

Ketiga siswa tersebut adalah Naura Alisha, Nabila Fatimah, dan Nadya Syafiqah. Mereka mewakili sekolah dalam kompetisi yang berlangsung di SMP Islam Terpadu Arrahman pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Cabang cerdas cermat diikuti peserta dari sekitar 40 sekolah dasar negeri dan swasta di Kecamatan Biringkanaya. Banyaknya sekolah yang berpartisipasi membuat setiap tim perlu mempersiapkan penguasaan materi, kecepatan menjawab, ketelitian, dan kemampuan bekerja sama.

Kepala SD Inpres Mannuruki I, Sitti Hajar Laode Reba, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ketiga siswanya. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik lain untuk berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan kemampuan.

Lomba cerdas cermat bukan hanya mengukur kemampuan mengingat informasi. Peserta juga harus memahami pertanyaan, mengambil keputusan dalam waktu singkat, dan membagi peran dengan anggota tim.

Persiapan kompetisi membutuhkan pendampingan guru serta latihan yang teratur. Guru perlu membantu siswa memahami materi, memperbaiki kekurangan, sekaligus menjaga agar latihan tidak menimbulkan tekanan berlebihan.

Prestasi siswa juga tidak terlepas dari dukungan keluarga. Orang tua dapat membantu menjaga waktu belajar, kesehatan, dan kondisi psikologis anak menjelang kompetisi.

Kegiatan LOKETA diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Kecamatan Biringkanaya. Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Kantor Kementerian Agama Kota Makassar.

Kompetisi keterampilan agama dapat menjadi ruang bagi siswa untuk memperdalam pengetahuan sekaligus belajar mengenai sportivitas. Peserta perlu dibiasakan menerima hasil perlombaan dengan baik, menghargai lawan, dan menjadikan pengalaman sebagai bahan evaluasi.

Sekolah sebaiknya tidak hanya memberikan perhatian kepada siswa yang menjadi juara. Seluruh peserta yang telah menjalani latihan dan mewakili sekolah juga perlu mendapatkan penghargaan karena mereka telah menunjukkan keberanian serta tanggung jawab.

Setelah kompetisi selesai, guru dapat mengevaluasi bagian yang telah dikuasai maupun materi yang masih perlu diperbaiki. Evaluasi tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran dan pembinaan berikutnya.

Pencapaian Naura, Nabila, dan Nadya menjadi bukti bahwa kerja sama tim, pendampingan guru, serta latihan yang konsisten dapat menghasilkan prestasi. Keberhasilan itu diharapkan menjadi awal bagi mereka untuk terus belajar tanpa menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna