Setelah laporan disampaikan, sekolah perlu mengikuti arahan dari tim teknis atau penyelenggara terkait kelanjutan sesi, penanganan sistem, dan kemungkinan penjadwalan ulang.
Keputusan mengenai perubahan jadwal harus berdasarkan informasi resmi, bukan perkiraan dari masing-masing sekolah.
Baca Juga: Panduan Proktor TKA SMA 2026: Checklist Sebelum, Saat, dan Sesudah Ujian
Agar laporan lebih mudah ditindaklanjuti, sekolah dapat menggunakan catatan kejadian sederhana sebagai alat bantu internal.
Informasi yang dicatat antara lain:
Daftar tersebut merupakan contoh pencatatan praktis untuk membantu sekolah, bukan pengganti formulir atau ketentuan resmi dalam sistem manajemen TKA.
Dokumentasi pendukung harus tetap memperhatikan keamanan informasi. Identitas peserta, kredensial akun, serta kerahasiaan soal dan jawaban ujian tidak boleh disebarluaskan melalui saluran yang tidak berwenang.
Kemendikdasmen telah menyediakan sesi khusus pada 30 Oktober 2026 untuk murid yang mengalami kendala dan memerlukan penjadwalan ulang.
Namun, ketentuan tersebut tidak berarti setiap peserta dapat memilih tanggal ujian baru atas keputusan sendiri.
Peserta perlu terlebih dahulu memastikan bahwa kendalanya sudah ditangani dan tercatat oleh sekolah serta bahwa terdapat arahan dari penyelenggara mengenai keikutsertaan dalam sesi khusus.
Bagi murid yang belum memperoleh kepastian, langkah paling tepat adalah berkomunikasi dengan wali kelas, proktor, atau panitia TKA di sekolah.
Sekolah selanjutnya dapat melakukan koordinasi dengan penyelenggara sesuai kewenangannya.
Dengan demikian, peserta memperoleh informasi yang jelas dan terhindar dari kesalahan memahami jadwal pelaksanaan.
Menjelang sesi khusus pada Jumat, 30 Oktober 2026, sekolah yang memiliki peserta terdampak perlu memastikan kesiapan teknis dan administrasi.
Pertama, sekolah harus mengonfirmasi pengaturan peserta dan jadwal melalui jalur penyelenggara. Pastikan informasi yang diberikan kepada murid benar-benar berasal dari petugas yang berwenang.
Kedua, proktor dan teknisi perlu memeriksa kembali perangkat, koneksi jaringan, serta aplikasi yang digunakan. Pemeriksaan dilakukan sesuai moda dan petunjuk teknis pelaksanaan.
Ketiga, seluruh petugas harus mengetahui pembagian tugas apabila gangguan serupa kembali terjadi. Koordinasi yang jelas dapat membantu sekolah menghindari keterlambatan penanganan.
Keempat, peserta perlu diberikan informasi mengenai waktu kedatangan, lokasi ujian, dan hal-hal yang harus dipersiapkan.
Kelima, sekolah sebaiknya memastikan murid terdampak mendapatkan dukungan dan penjelasan yang memadai agar dapat mengikuti asesmen tanpa tekanan tambahan akibat kendala sebelumnya.
Baca Juga: TKA SMA/SMK 2026 Dimulai 26 Oktober, Ini Jadwal, Mata Pelajaran, dan Persiapan Siswa
Gangguan teknis merupakan salah satu risiko dalam penyelenggaraan asesmen berbasis komputer. Meski demikian, penanganannya harus dilakukan secara tertib agar hak dan kesempatan peserta tetap terlindungi.
Pengalaman pelaksanaan TKA pada 27 Oktober 2026 memperlihatkan pentingnya komunikasi antara sekolah, proktor, pengawas, tim teknis daerah, dan penyelenggara pusat.
Bagi peserta, hal terpenting adalah tetap tenang, segera menyampaikan kendala kepada petugas, dan mengikuti informasi resmi dari sekolah.
Sementara itu, pihak sekolah perlu memastikan setiap gangguan ditangani, dicatat, dan dilaporkan melalui mekanisme yang berlaku.
Dengan adanya sesi khusus pada 30 Oktober 2026, murid yang terdampak gangguan memiliki kesempatan untuk mengikuti kembali tahapan asesmen sesuai pengaturan penyelenggara.
Kerja sama seluruh pihak diharapkan dapat menjaga pelaksanaan TKA tetap objektif, tertib, dan adil bagi setiap peserta.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir