KEBONCINTA.COM — Universitas Indonesia (UI) mencatatkan rekor baru dengan mengukuhkan 10.329 lulusan dalam satu periode wisuda. Prosesi wisuda semester genap tahun akademik 2025/2026 tersebut berlangsung pada 21–22 Agustus 2026 di Balairung UI, Kampus Depok, Jawa Barat.
Jumlah tersebut menjadi capaian tertinggi dalam sejarah pelaksanaan wisuda UI. Untuk pertama kalinya, jumlah mahasiswa yang lulus dalam satu periode menembus angka 10.000 orang.
Para lulusan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma III, Diploma IV, Sarjana, Magister, hingga Doktor. Dari keseluruhan lulusan, sebanyak 4.141 orang memperoleh predikat cum laude atau setara sekitar 40 persen dari total peserta wisuda.
Rektor Universitas Indonesia, Prof. Heri Hermansyah, mengatakan setiap lulusan memiliki perjalanan dan tantangan berbeda selama menjalani pendidikan. Kendati demikian, mereka akhirnya dapat bersama-sama menyelesaikan studi dan mengikuti prosesi wisuda di Balairung UI.
Menurut Heri, kelulusan bukan akhir dari proses belajar. Para alumni akan berhadapan dengan persoalan yang lebih beragam ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Dalam pidatonya, Heri turut menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang telah memengaruhi berbagai bidang pekerjaan.
Perubahan teknologi menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan kemampuan bekerja lintas disiplin, dan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang semakin dinamis.
Meskipun teknologi dapat membantu manusia mengolah informasi dan mengambil keputusan, tanggung jawab moral tetap tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada mesin.
“Teknologi dapat membantu kita bekerja dan mengambil keputusan, tetapi tanggung jawab atas keputusan itu tetap berada pada manusia,” ujar Heri.
Karena itu, para lulusan UI diminta tetap menjaga integritas dalam memanfaatkan teknologi. Penguasaan ilmu dan teknologi perlu disertai pertimbangan etika serta kesadaran atas dampak keputusan yang diambil.
Kemampuan berkolaborasi juga dinilai semakin penting. Permasalahan di tengah masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui satu bidang keilmuan, sehingga lulusan perlu mampu bekerja bersama orang-orang dengan latar belakang berbeda.
Pelaksanaan wisuda kali ini juga didukung penggunaan ijazah digital. Kebijakan tersebut telah diterapkan UI sejak Oktober 2023 untuk mempercepat dan mempermudah lulusan memperoleh dokumen akademik.
Hingga pelaksanaan wisuda, sebanyak 8.595 ijazah atau sekitar 83,21 persen telah ditandatangani secara elektronik.
Digitalisasi ijazah memungkinkan alumni mengakses dokumen akademik dengan lebih praktis. Dokumen digital juga membantu proses verifikasi ketika digunakan untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan.
Namun, penerapan sistem digital tetap harus dibarengi perlindungan data dan mekanisme verifikasi yang kuat agar dokumen akademik tidak mudah disalahgunakan.
Heri mengingatkan bahwa pendidikan di perguruan tinggi negeri memperoleh dukungan dari masyarakat. Oleh sebab itu, gelar akademik tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membawa tanggung jawab sosial.
Para lulusan diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama kuliah untuk menghasilkan solusi serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rekor 10.329 lulusan menjadi catatan penting bagi UI. Namun, ukuran keberhasilan pendidikan selanjutnya akan ditentukan oleh kemampuan para alumni menjaga integritas, beradaptasi dengan perubahan, serta menggunakan keilmuannya untuk kepentingan yang lebih luas.