Kampus
Hilmi An Naufal

Unisa Yogyakarta Sulap Botol Plastik Jadi Beasiswa, Pengunjung Bisa Ikut Berdonasi di Unisa Fest 2026

Unisa Yogyakarta Sulap Botol Plastik Jadi Beasiswa, Pengunjung Bisa Ikut Berdonasi di Unisa Fest 2026

07 Oktober 2026 | 06:07

KebonCinta.com — Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta menghadirkan cara menarik untuk menggabungkan kepedulian lingkungan dengan bantuan pendidikan.

Botol plastik bekas yang dikumpulkan dalam Unisa Fest 2026 akan dikelola untuk membantu biaya kuliah mahasiswa kurang mampu.

Unisa Fest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 10 Oktober.

Masyarakat dapat mengikuti kegiatan tersebut tanpa biaya masuk sekaligus membawa botol plastik kemasan untuk didonasikan.

“Tapi nanti yang datang bisa mendonasikan sampah botol plastik kemasan,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Unisa Yogyakarta Sinta Maharani.

Botol yang terkumpul selama dua hari kemudian diserahkan untuk dikelola oleh Mahasiswa Sadar Infak dan Sedekah atau Madaris Unisa Yogyakarta.

“Madaris Unisa Yogyakarta akan mengelola hasil botol plastik selama acara untuk beasiswa,” katanya.

Konsep tersebut menjadi salah satu inovasi sosial dalam pelaksanaan Unisa Fest tahun ini.

Baca Juga: Koperasi Bakal Bayarkan Gaji PNS dan Uang Pensiun? Pemerintah Siapkan Perubahan Besar 

Pihak kampus melihat banyaknya sampah botol plastik yang biasanya muncul setelah sebuah acara sebagai persoalan yang dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Alih-alih langsung berakhir sebagai sampah, botol dikumpulkan kemudian dikelola agar menghasilkan nilai ekonomi.

Hasilnya digunakan untuk membantu mahasiswa yang memiliki keterbatasan finansial.

Gerakan tersebut juga sejalan dengan program pengelolaan sampah yang telah berjalan di lingkungan kampus.

Unisa Yogyakarta sudah melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik.

Sampah botol plastik juga dipisahkan dari jenis sampah lainnya.

Kegiatan dalam Unisa Fest kemudian memperluas praktik tersebut dengan melibatkan masyarakat umum.

Program beasiswa berbasis sedekah sebenarnya bukan hal baru di kampus tersebut.

Unisa juga menjalankan Gerakan Serdadu atau Seribu dan Dua Ribu.

Program tersebut mengajak warga kampus menyisihkan donasi dalam nominal kecil secara rutin.

Berbagai sumber donasi kemudian dihimpun untuk membantu mahasiswa.

Pada 2025, kampus mengalokasikan sekitar Rp61 juta dari program sedekah.

Dana tersebut dibagikan kepada sekitar 22 mahasiswa kurang mampu.

Kriteria penerima ditentukan melalui mekanisme yang melibatkan LazisMu di lingkungan Unisa.

Artinya, bantuan diarahkan kepada mahasiswa yang dinilai benar-benar membutuhkan.

Selain donasi botol plastik, Unisa Fest 2026 juga menghadirkan Charity Fun Walk.

Hasil penjualan tiket kegiatan tersebut akan diberikan kepada pelaku UMKM disabilitas.

Konsep ini menunjukkan bahwa sebuah festival kampus dapat digunakan untuk lebih dari sekadar hiburan.

Kegiatan dapat menjadi ruang mempertemukan pendidikan, kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan.

Bagi mahasiswa, program tersebut dapat memberikan bantuan nyata terhadap biaya pendidikan.

Sementara bagi masyarakat, kegiatan sederhana seperti membawa botol plastik dapat menjadi bentuk kontribusi.

Setiap botol mungkin memiliki nilai yang kecil apabila berdiri sendiri.

Namun ketika dikumpulkan bersama, sampah tersebut dapat memberikan manfaat yang jauh lebih besar.

Dari barang yang awalnya dianggap tidak berguna, lahir peluang membantu mahasiswa terus melanjutkan pendidikan.

Tags:
Unisa Yogyakarta beasiswa Mahasiswa Sampah Plastik Kampus Lingkungan Unisa Fest 2026

Komentar Pengguna