KebonCinta.com — Universitas Kuningan (Uniku), Jawa Barat, memperoleh kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melaksanakan Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).
Program tersebut akan dilaksanakan melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Kuningan dengan sasaran sebanyak 610 guru sekolah dasar.
Peserta direncanakan berasal dari dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Pangandaran.
Informasi tersebut diumumkan secara resmi oleh Universitas Kuningan pada Kamis, 5 November 2026.
UNIKU MENDAPAT KEPERCAYAAN PEMERINTAH
Rektor Universitas Kuningan, Anna Fitri Hindriana, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kemendikdasmen kepada perguruan tinggi tersebut.
Menurutnya, keberhasilan memperoleh bantuan pemerintah merupakan kesempatan bagi universitas untuk berkontribusi dalam penguatan kualitas guru.
Pernyataan itu disampaikan setelah penandatanganan perjanjian kerja sama pelaksanaan program di Hotel Merlyn Park, Jakarta Pusat, pada 5 November 2026.
Universitas Kuningan menyatakan berkomitmen melaksanakan program secara akuntabel dan berkualitas.
610 GURU SD MENJADI SASARAN PROGRAM
Baca Juga: Sulit Fokus Saat Belajar? Ini Cara Membangun Kebiasaan Belajar yang Lebih Efektif
Dalam keterangan resmi universitas, program PKGSD-MBI memiliki target sebanyak 610 peserta dari Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Pangandaran.
Jumlah tersebut merupakan sasaran pelaksanaan program yang akan ditangani LPTK Uniku.
Belum terdapat rincian jumlah peserta dari masing-masing kabupaten dalam publikasi yang diperiksa.
Karena itu, tidak dapat disimpulkan bahwa kuota 610 peserta dibagi secara merata antara kedua wilayah.
Penentuan guru peserta akan mengikuti pengaturan dan mekanisme penyelenggara program.
PELATIHAN MENCAKUP BAHASA DAN PEDAGOGI
Program PKGSD-MBI tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan Bahasa Inggris.
Kegiatan juga diarahkan pada penguatan pedagogi atau keterampilan merencanakan serta melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Guru perlu memiliki kemampuan memahami materi sekaligus menyampaikan pembelajaran menggunakan pendekatan yang mudah dipahami peserta didik.
Hal tersebut penting karena pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak usia sekolah dasar berbeda dari pembelajaran untuk peserta didik yang lebih dewasa.
ADA PELATIHAN, PENDAMPINGAN, DAN ASESMEN
Rektor Anna menjelaskan bahwa bantuan pemerintah akan digunakan untuk melaksanakan tiga kelompok kegiatan utama.
Ketiganya meliputi pelatihan, pendampingan, serta asesmen bagi guru sekolah dasar.
Pelatihan diarahkan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan, sedangkan pendampingan membantu guru menyiapkan penerapan hasil pembelajaran.
Asesmen digunakan untuk mendukung proses penilaian sesuai ketentuan program.
Namun, laporan Uniku belum merinci tanggal pelaksanaan setiap sesi, jumlah kelompok belajar, maupun lokasi kegiatan yang akan digunakan di Kuningan dan Pangandaran.
BAGIAN DARI PERSIAPAN BAHASA INGGRIS WAJIB
Pelaksanaan program ini berkaitan dengan persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas III SD pada tahun ajaran 2027/2028.
Kemendikdasmen sebelumnya mengumumkan program peningkatan kompetensi guru SD dalam skala nasional melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Keterlibatan Universitas Kuningan menjadi salah satu bentuk pelaksanaan program tersebut pada tingkat daerah.
Dengan dukungan perguruan tinggi, guru diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolahnya.
BELUM ADA FORMULIR PENDAFTARAN UMUM
Hingga pengumuman pada 5 November 2026, Universitas Kuningan belum memberikan rincian formulir pendaftaran mandiri bagi seluruh guru yang ingin mengikuti program.
Karena itu, guru di Kuningan dan Pangandaran sebaiknya menunggu informasi dari dinas pendidikan, sekolah, atau pengelola program yang ditunjuk.
Belum terdapat pula informasi resmi mengenai biaya yang harus dibayar peserta secara pribadi melalui pengumuman tersebut.
Guru tidak disarankan mengirimkan uang kepada pihak yang mengatasnamakan pendaftaran program bantuan pemerintah tanpa pemberitahuan resmi.
UNIKU HARAPKAN DAMPAK BAGI SEKOLAH DASAR
Universitas Kuningan berharap kegiatan tersebut meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Inggris pada satuan pendidikan dasar.
Melalui pelatihan, pendampingan, dan asesmen, guru diharapkan lebih siap menghadapi pengembangan pembelajaran pada tahun ajaran mendatang.
Informasi lebih lanjut dapat dipantau melalui https://uniku.ac.id dan kanal resmi Kemendikdasmen.
Hingga 6 November 2026, perkembangan yang telah terverifikasi adalah penetapan Uniku sebagai penerima bantuan program dan target pelatihan 610 guru, bukan selesainya seluruh kegiatan pelatihan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir