Sains
Rahman Abdullah

Usia Bulan Ternyata Lebih Tua, Ilmuwan Temukan Bukti Berusia 4,46 Miliar Tahun

Usia Bulan Ternyata Lebih Tua, Ilmuwan Temukan Bukti Berusia 4,46 Miliar Tahun

07 September 2026 | 13:06

Keboncinta.com-- Usia Bulan ternyata kemungkinan lebih tua dari perkiraan yang selama ini digunakan. Penelitian terbaru para ilmuwan menemukan bukti yang membuat perkiraan usia Bulan mundur sekitar 40 juta tahun.

Berdasarkan temuan tersebut, Bulan diperkirakan telah terbentuk setidaknya 4,46 miliar tahun lalu. Angka ini diperoleh melalui penelitian terhadap kristal kecil yang terdapat dalam sampel batuan Bulan yang dibawa ke Bumi oleh misi Apollo.

Kristal Bulan dari Misi Apollo Jadi Kunci Penelitian

Penelitian yang diterbitkan dalam Geochemical Perspectives Letters tersebut memanfaatkan sampel Bulan yang dibawa pulang oleh astronaut Apollo pada 1972.

Studi ini dipimpin Philipp Heck, Kurator Robert A. Pritzker untuk Studi Meteoritika dan Kutub di Field Museum, bersama Jennika Greer dari University of Glasgow. Penelitian juga melibatkan Bidong Zhang dan Audrey Bouvier.

Baca Juga: Mengenal Ilmu Psikologi, Cara Memahami Pikiran dan Perilaku Manusia, Yuk Belajar!

Para peneliti harus melakukan pemeriksaan hingga skala sangat kecil, bahkan pada tingkat nano, untuk mengungkap informasi yang tersimpan di dalam sampel tersebut.

Sampel debu Bulan ternyata mengandung kristal-kristal berukuran sangat kecil yang terbentuk miliaran tahun lalu. Kristal tersebut menjadi petunjuk penting untuk memperkirakan kapan Bulan mulai terbentuk.

Tabrakan Dahsyat Membentuk Bulan

Salah satu teori utama mengenai asal-usul Bulan menyebutkan bahwa satelit alami Bumi tersebut terbentuk setelah sebuah benda langit berukuran kurang lebih seperti Mars bertabrakan dengan Bumi purba.

Tumbukan dahsyat itu menghasilkan energi yang sangat besar hingga melelehkan batuan. Material yang kemudian menjadi Bulan tersebut pada awalnya berada dalam kondisi sangat panas dan membentuk lautan magma.

Ketika lautan magma itu perlahan mendingin, kristal mulai terbentuk di permukaan Bulan. Karena kristal tersebut muncul setelah proses pendinginan, keberadaannya dapat digunakan untuk menentukan batas usia minimum Bulan.

Usia Kristal Zirkon Diteliti hingga Tingkat Atom

Untuk mengetahui usia kristal tersebut, tim peneliti menggunakan teknik yang disebut atom probe tomography.

Dalam metode ini, bagian kecil dari sampel Bulan dibuat sangat runcing hingga menyerupai ujung yang sangat tajam. Selanjutnya, laser ultraviolet digunakan untuk melepaskan atom-atom dari permukaan sampel tersebut.

Atom yang terlepas kemudian diarahkan menuju spektrometer massa. Peralatan ini membantu para ilmuwan mengetahui komposisi atom berdasarkan karakteristik pergerakannya.

Analisis dilakukan hingga tingkat atom. Dengan cara tersebut, peneliti dapat mengetahui berapa banyak atom dalam kristal zirkon yang telah mengalami peluruhan radioaktif.

Baca Juga: Sejarah Ilmu Psikologi: Dari Filsafat Yunani hingga Memahami Perilaku Manusia

Isotop Uranium dan Timbal Ungkap Usia Bulan

Para ilmuwan kemudian membandingkan perbandingan isotop uranium dan timbal yang terdapat dalam kristal. Proses peluruhan radioaktif uranium menjadi timbal berlangsung dalam pola yang dapat digunakan sebagai penanda waktu.

Dari proporsi isotop timbal yang ditemukan, kristal tersebut diperkirakan berusia sekitar 4,46 miliar tahun.

Temuan ini menunjukkan bahwa Bulan setidaknya memiliki usia tersebut. Dengan kata lain, perkiraan pembentukan Bulan sebelumnya perlu diperbarui karena bukti baru menunjukkan bahwa satelit alami Bumi itu terbentuk lebih awal dari yang diperkirakan.

Mengapa Usia Bulan Penting bagi Bumi?

Mengetahui usia Bulan bukan sekadar persoalan menentukan angka dalam sejarah tata surya. Keberadaan Bulan memiliki hubungan erat dengan berbagai proses yang berlangsung di sistem Bumi.

Bulan berperan dalam membantu menstabilkan sumbu rotasi Bumi. Keberadaannya juga berkaitan dengan perubahan panjang hari serta fenomena pasang surut air laut.

Karena itu, semakin akurat ilmuwan menentukan kapan Bulan terbentuk, semakin baik pula pemahaman mengenai sejarah awal Bumi dan perkembangan sistem planet kita.

Baca Juga: OMI 2026 Makin Ramai, 230.123 Siswa Ikut Kompetisi dari Madrasah dan Sekolah Umum

Penemuan kristal berusia sekitar 4,46 miliar tahun tersebut menjadi salah satu bagian penting untuk menyusun kembali sejarah terbentuknya Bulan sekaligus memahami bagaimana sistem alami Bumi berkembang sejak miliaran tahun lalu.***

Tags:
Sains Alam Semesta ilmu pengetahuan

Komentar Pengguna