Berita
Hilmi An Naufal

Viral Siswa SD di Enrekang Bergelantungan di Kelas, Kondisi Sekolah Jadi Sorotan

Viral Siswa SD di Enrekang Bergelantungan di Kelas, Kondisi Sekolah Jadi Sorotan

17 Agustus 2026 | 16:12

Keboncinta.com – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa sekolah dasar (SD) bergelantungan di rangka atap ruang kelas viral di media sosial. Aksi para siswa tersebut bahkan disebut mirip adegan dalam tayangan Ninja Warrior.

Video itu memperlihatkan siswa beraktivitas di bagian rangka bangunan kelas yang terbuat dari kayu papan. Unggahan tersebut mendapat perhatian besar dan telah ditonton lebih dari 17 juta kali di Instagram.

Peristiwa tersebut terjadi di SDN 188 Nating, Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Video diunggah oleh Afrizal Adi Prayoga, seorang guru yang sedang menjalani program Pijar atau Pergi Mengajar dari CT ARSA Foundation.

Siswa Dikenal Aktif

Afrizal menjelaskan bahwa dirinya memang kerap mendokumentasikan aktivitas para siswa selama mengajar. Saat kejadian, ia sedang berpindah ke kelas lain dan ketika kembali mendapati sejumlah siswa sudah bergelantungan di rangka atap.

Menurutnya, anak-anak di sekolah tersebut memang memiliki aktivitas fisik yang cukup tinggi. Sebelum momen itu direkam, ia telah mengingatkan para siswa agar berhati-hati.

Guru tersebut juga mengamati bahwa para siswa di wilayah tersebut memiliki kemampuan kinestetik yang cukup menonjol. Kondisi lingkungan yang berada di dataran tinggi dengan suhu pagi yang bisa mencapai sekitar 11 derajat Celsius juga membuat aktivitas fisik menjadi bagian dari keseharian masyarakat setempat.

Tiga Ruang Kelas Masih Berbahan Kayu

Di balik video yang menghibur perhatian warganet, terdapat cerita mengenai kondisi fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.

SDN 188 Nating berada di kawasan kaki Gunung Latimojong, salah satu wilayah dengan akses yang masih terbatas. Menurut Afrizal, sekolah tersebut masih memiliki tiga ruang kelas yang bangunannya menggunakan kayu papan serta satu perpustakaan berbahan kayu.

Sementara itu, tiga ruang kelas lainnya sudah merupakan bangunan permanen dan baru mendapatkan revitalisasi. Sekolah juga telah memiliki toilet yang dibangun melalui bantuan revitalisasi.

Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan bagi sekolah. Akses menuju lokasi masih cukup sulit, terutama ketika musim hujan karena terdapat jalan tanah dan jalur menanjak.

Perjuangan Siswa Menuju Sekolah

Tidak hanya fasilitas sekolah yang menjadi tantangan. Sejumlah siswa juga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mengikuti kegiatan belajar.

Anak-anak dari Dusun Katabi, yang berada di sekitar kawasan Gunung Latimojong, harus berjalan kaki sekitar 30 hingga 40 menit setiap hari untuk mencapai sekolah.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari keseharian mereka demi mendapatkan pendidikan. Bahkan, sebagian guru juga harus menempuh perjalanan menuju sekolah melalui jalan yang menanjak dan masih berupa tanah.

Guru Muda Mengabdi Selama Satu Tahun

Afrizal merupakan salah satu peserta program Pijar atau Pergi Mengajar yang diselenggarakan CT ARSA Foundation. Dalam program tersebut, ia akan menjalani masa pengabdian selama satu tahun sebagai Guru Muda.

Program tersebut tidak hanya menempatkan guru muda untuk mengajar di daerah pelosok, tetapi juga menjadi pengalaman bagi para pengajar untuk memahami kondisi pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

Bagi Afrizal, pengalaman mengajar di SDN 188 Nating memberikan pelajaran tersendiri. Ia melihat semangat para siswa untuk bersekolah meskipun harus menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas.

Video siswa bergelantungan di ruang kelas akhirnya tidak hanya menjadi tontonan viral di media sosial. Di balik aksi tersebut, terdapat gambaran tentang semangat anak-anak di daerah pelosok dalam menjalani aktivitas sekolah serta perjuangan mereka mendapatkan pendidikan di tengah keterbatasan fasilitas.

=== COPY BERITA ===

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna