Pendidikan
Rahman Abdullah

Visual, Auditori, dan Kinestetik, Mana Gaya Belajar yang Cocok untukmu?

Visual, Auditori, dan Kinestetik, Mana Gaya Belajar yang Cocok untukmu?

08 Oktober 2026 | 14:29

KebonCinta.com-- Pernah merasa teman bisa langsung menangkap pelajaran hanya dengan mendengarkan guru, sementara kamu baru benar-benar memahami materi setelah melihat gambar, mencatat, atau mencoba langsung? Perbedaan tersebut bisa berkaitan dengan cara masing-masing orang menerima dan mengolah informasi.

Setiap siswa memiliki kebiasaan belajar yang tidak selalu sama. Ada yang lebih terbantu dengan tampilan visual, ada yang mudah memahami penjelasan melalui suara, sementara sebagian lainnya membutuhkan aktivitas atau praktik agar sebuah konsep terasa lebih nyata.

Dalam pembahasan mengenai gaya belajar, James dan Gardner menjelaskan bahwa gaya belajar berkaitan dengan proses seseorang menentukan cara yang dianggap paling sesuai untuk memahami, menyimpan, dan mengingat informasi.

Salah satu pembagian gaya belajar yang cukup dikenal adalah visual, auditorial, dan kinestetik.

Baca Juga: Kebijakan Naik Kelas Dikaji Ulang, Evaluasi Belajar Siswa Jadi Sorotan 

Ketika gambar lebih mudah dipahami daripada tulisan

Siswa dengan kecenderungan visual biasanya lebih mudah menangkap informasi melalui sesuatu yang dapat dilihat. Diagram, grafik, ilustrasi, warna, video, hingga peta konsep dapat membantu mereka memahami hubungan antarinformasi.

Karena itu, membuat mind map, menggunakan tabel, atau mengubah materi menjadi gambar dan skema dapat menjadi salah satu cara yang membantu proses belajar.

Bukan berarti siswa visual tidak bisa belajar melalui teks. Mereka hanya mungkin lebih cepat memahami materi ketika informasi tertulis dilengkapi representasi visual.

Ada siswa yang lebih cepat menangkap lewat suara

Berbeda dengan pembelajar visual, siswa dengan kecenderungan auditorial lebih terbantu ketika materi disampaikan melalui pendengaran.

Penjelasan guru di kelas, percakapan dalam diskusi, tanya jawab, atau rekaman suara dapat menjadi media yang membantu mereka mengingat informasi. Dalam kondisi tertentu, menjelaskan kembali materi dengan suara sendiri juga dapat membantu memperkuat pemahaman.

Cara ini menunjukkan bahwa belajar tidak selalu harus dilakukan dengan membaca buku secara terus-menerus.

Baca Juga: Kebijakan Naik Kelas Dikaji Ulang, Evaluasi Belajar Siswa Jadi Sorotan 

Belajar sambil melakukan bisa lebih efektif

Sementara itu, siswa yang memiliki kecenderungan kinestetik biasanya lebih mudah memahami konsep ketika terlibat langsung dalam suatu aktivitas.

Praktik di laboratorium, simulasi, permainan edukatif, proyek, maupun kegiatan yang melibatkan gerakan dapat membuat materi menjadi lebih konkret.

Misalnya, konsep tertentu dalam pelajaran sains mungkin lebih mudah dipahami setelah siswa melakukan percobaan dibandingkan hanya membaca penjelasannya di buku.

Mengapa mengenali cara belajar itu penting?

Mengetahui kecenderungan belajar dapat membantu siswa memilih strategi yang lebih sesuai ketika menghadapi materi yang sulit. Jika membaca saja belum cukup, siswa bisa mencoba membuat ilustrasi, mendengarkan penjelasan, berdiskusi, atau melakukan praktik.

Namun, gaya belajar sebaiknya tidak dipandang sebagai label yang membatasi seseorang. Siswa tetap dapat menggunakan berbagai metode sesuai jenis materi dan situasi. Bahkan, menggabungkan beberapa cara belajar bisa menjadi pilihan yang lebih efektif.

Pemahaman mengenai perbedaan cara belajar juga bermanfaat bagi guru. Dengan menggunakan variasi metode, materi dapat disampaikan melalui penjelasan, gambar, diskusi, maupun aktivitas sehingga lebih banyak siswa memiliki kesempatan untuk memahami pelajaran.

Pada akhirnya, tidak ada satu metode yang otomatis paling cocok untuk semua orang. Yang terpenting adalah menemukan strategi yang membuat proses memahami, mengingat, dan menerapkan informasi menjadi lebih efektif.

Baca Juga: Bosan Belajar dari Rumah? 5 Perpustakaan di Jakarta Bisa Jadi Ruang Belajar Alternatif 

Jadi, jika selama ini kamu merasa cara belajarmu berbeda dengan teman, hal tersebut bukan berarti kamu kurang mampu. Bisa jadi, kamu hanya perlu menemukan pendekatan belajar yang lebih sesuai dengan cara otakmu menerima informasi.***

Tags:
belajar Siswa visual Gaya Belajar

Komentar Pengguna